Kenapa penyakit menular seksual tidak membuat kamu terangsang?

Dilihat 616 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hmmm.. Kalau penyakit menular seksual bisa membuat kita terangsang, kita tidak akan menyebutnya penyakit. Kita memiliki banyak organisme di dalam tubuh kita, ada yang bermanfaat dan ada juga yang berbahaya. Secara umum, kita akan menyebur organisme tersebut bermafaat kalau organisme tersebut bisa membuat tubuh bekerja dengan lebih baik, tapi kalau organisme tersebut menggangu salah satu saja dari fungsi organi tubuh kita, maka kita akan menyebutnya berbahaya.


Karena hampir semua orang menganggap bahwa terangsang lebih baik daripada tidak terangsang, maka organisme yang bisa membuat kita terangsang tidak akan disebut kuman, dan infeksi yang disebabkan oleh organisme tersebut tidak akan disebut penyakit. Jadi secara teori, bisa dibilang bahwa kita terinfeksi oleh "penyakit".


Karena "penyakit" yang membuat terangsang memiliki efek samping dalam meningkatkan kesempatan kita dalam meneruskan keturunan, orang - orang yang rentan terhadap "penyakit" ini akan lebih banyak jumlahnya dibanding mereka yang tidak rentan terhadap "penyakit" ini. 


Jadi, seiring dengan berjalannya waktu, semua orang akan memiliki "penyakit" ini. Kalau kita menganggap bahwa "penyakit" ini benar - benar ada, maka "penyakit" ini akan menginfeksi seluruh manusia. 


Bagaimana kamu tahu kalau ada yang belum terinfeksi oleh "penyakit" ini? Apakah kamu pernah memikirkan hal ini? Bagaimana kamu bisa yakin keadaan terangsang yang kita alami bukan merupakan efek samping dari adanya suatu organisme dalam tubuh kita?



Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang