Kenapa pesawat tempur mengawal pesawa yang sedang dibajak?

Dilihat 3,59 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Perbedaan antara sebuah "momok" (sesuatu yang tidak diketahui tujuannya) dan seorang "penjahat" (musuh yang memiliki maksud jahat) kadang agak sulit untuk dibedakan. Penjahat kadang suka mengeksploitasi hal tersebut kepada pilot dan personil udara lainnya untuk mendapatkan jarak serangan yang baik. Pada saat yang sama, "kabut perang" dan faktor lainnya dapat berujung pada kesalahan identifikasi dari maksud yang sebenarnya. Pesawat terbang tidak akan dipaksa untuk mendarat kecuali jika menghadapi ancaman yang nyata dan serius.


Pada kejadian 9/11, sekalipun pesawat tempur bisa dikirim ke dekat pesawat yang menghantam WTC, saya ragu akan ada yang mempertimbangkan ancaman yang lebih besar daripada pesawat terbang akan dibawa keluar dari jalur udara atau mendarat di suatu tempat yang diminta. Hasil yang sebenarnya mungkin saja tidak pernah terpikirkan sampai hal tersebut benar - benar terjadi.

Setelah hal tersebut terjadi, barulah skenario tersebur akan dipertimbangkan dan persiapan untuk pencegahannya akan dilakukan. Tindakan pemaksaan untuk mendarat sendiri bergantung pada apakah pilot pesawat terbang berani untuk menghadapi resiko kemation. Jika mereka berani, maka hal yang dapat dilakukan adalah membantu mereka melakukannya. Belakarang ini banyak hal yang tidak profesional yang beresiko terjadi pada di laut baltik dan laut utara. Cepat atau lambat akan ada kejadian buruk yang terjadi karena adanya kesalahan pengambilan keputusan.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang