Kenapa sistemik hipertensi menyebabkan respon vasokonstriksi karena itu sebenarnya memperparah (meningkatkan) tekanan darah?

Dilihat 789 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1


penyebab hipertensi

Hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Hipertensi dapat disebut sebagai kondisi tekanan darah tinggi yang dapat mengakibatkan penyakit lain seperti penyakit jantung. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. 

Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah. Jika Anda belum memeriksa dan tidak tahu tekanan darah Anda, mintalah kepada dokter untuk memeriksanya. Semua orang sebaiknya memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali.


Sistemik Hipertensi Menyebabkan Respon Vasokontriksi


Sistemik merupakan penyakit atau gejala yang mempengaruhi tubuh secara umum. Hipertensi Sistemik/pulmonal (peningkatan afterload), meningkatkan beban kerja jantung mengakibatkan hipertropi serabut otot jantung. Efek tersebut (hipertropi miokard) dianggap sebagai kompensasi karena meningkatkan kontraktilitas jantung, karena alasan yang tidak jelas hipertropi otot jantung dapat berfungsi secara normal, akhirnya terjadi gagal jantung.


Pada Lp Hipertensi akan dijelaskan bagaimana sistemik hipertensi dapat menyebabkan respon vasokontriksi. Vasokonstriksi adalah penyempitan pembuluh darah. Kondisi ini akan mengurangi jumlah darah yang mengalir ke bagian tubuh. Berbagai kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap ransangan vasokontriksi.


Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak pada vasomotor (sistem saraf dan otot yang mengontrol diameter pembuluh darah), pada medulla di otak. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada saat bersamaan, sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respon rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang dan mengakibatkan tambahan aktivitas vasokontriksi. Vasokontriksi yang mengakibatkan menurunnya aliran ke ginjal menyebabkan pelepasan rennin yang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan pada angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah. Selain itu juga dapat meningkatkan hormon aldosteron yang menyebabkan retensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanan darah. Dengan peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan pada organ seperti jantung.


cara mengobati hipertensi

Lp hipertensi selanjutnya lebih mengacu kepada faktor sistemik: demam, tirotoksikosis, hipoksia, anemia ini memerlukan peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen sistemik. Hipoksia dan anemia dapat menurunkan suplai oksigen kejantung. Asidosis (respiratorik/metabolic) dan abnormalitas elektrolit dapat menurunkan kontraktilitas jantung. Disritmia jantung akan terjadi dengan sendirinya secara sekunder akibat gagal jantung menurunkan efisiensi keseluruhan fungsi jantung.


Karena fakta fakta yang ada di atas ini, dapat disimpulkan bahwa memang tekanan darah adalah kondisi yang sangat kompleks dan tidak bisa dijelaskan secara singkat  maka pola hidup yang sehat demi mengendalikan tekanan darah adalah cara yang bijak untuk menyayangi tubuh Anda. Semoga bermanfaat.

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang