Kenapa tidak ada bot mesin pembelajar dokter untuk memfasilitasi diagnosa?

Dilihat 998 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pembelajaran mesin masih harus menempuh jalan panjang untuk secara tepat melakukan otomasi pada kemajuan diagnosa medis. Ditambah lagi dengan para dokter yang masih tidak nyaman untuk meninggalkan semua pekerjaan diagnostiknya di tangan sebuah komputer. Dan itu juga sah-sah saja. Bagaimana proses dari algoritma pembelajaran mesin? Ia mengeksekusi acak pada awalnya dan kemudian mengkoreksi kesalahannya, melatih dan menghitung dengan hasil yang lebih baik. Marjin kesalahannya ketika kaitannya dengan diagnosa sangatlah sempit dan karena algoritma pembelajaran mesin itu tak akan pernah akurat 100%, sebuah diagnosa yang salah bisa mengakibatkan komplikasi mayor.


Sekarang tak satupun dokter yang ingin hal itu terjadi pada pasiennya. Tentu saja, pembelajaran mesin digunakan selama pengobatan dan dibawah pengawasan yang ketat, tapi masih saja seorang dokter yang melakukan diagnosa dianggap lebih efisien daripada mengawasi jika sebuah komputer memprediksi hasil yang benar atau tidak. Yah, dengan arsitektur sekarang ini, inilah skenarionya. Tentu saja, dalam beberapa tahun kedepan, dengan perangkat yang lebih baik untuk mengolah informasi dan teknologi pencitraan yang lebih baik, serta peralatan medis yang bekerja berkolaborasi dengan komputer, itu akan layak mendorong diagnosa pembelajaran mesin yang terotomasi secara penuh.

Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang