Kenapa transfusi darah menyebabkan Edema paru paru?

Dilihat 1 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Siapa yang tidak pernah mendengar donor darah dan transfusi darah?


Kedua istilah umum ini memiliki pengertian yang berbeda. 


Donor darah adalah proses pengambilan darah seseorang untuk disimpan di bank darah yang kemudian digunakan untuk keperluan transfusi darah pada pasien. 


Sedangkan transfusi darah adalah proses penyaluran darah ke tubuh seseorang yang memang membutuhkan darah untuk beberapa alasan medis. 


Meskipun sangat berguna untuk menyelamatkan nyawa seseorang, tapi ternyata kegiatan transfusi darah dapat menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh orang yang ditransfusi, misalnya bisa menimbulkan penyakit edema. 


Edema adalah istilah medis untuk penumpukkan cairan dalam tubuh. Ada beberapa macam edema yang bisa terjadi akibat dampak dari transfusi darah contohnya adalah edema paru.


Bagaimana hal itu bisa terjadi? Mari lihat penjelasannya di bawah ini.


Edema paru


Apa Itu Edema Paru?



Edema adalah salah satu penyakit yang disebabkan akibat penumpukkan cairan dalam tubuh. Penumpukkan tersebut terjadi secara terus-menerus sehingga mengakibatkan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh. 


Gejala yang ditimbulkan dari edema adalah pembengkakan beberapa bagian tubuh seperti bagian kaki, bibir, atau bagian mata. 


Penyebab dari edema antara lain akibat beberapa kondisi medis, seperti penurunan tekanan onkotik plasma, peningkatan tekanan hidrostatik, peradangan, dan obstruksi limfatik. 


Jenis-jenis dari edema juga sebenarnya beragam tergantung dimana tempat terjadinya penumpukkan dalam tubuh manusia. Salah satu jenis edema yang bisa dikatakan sebagai edema akut dan perlu penanganan segera adalah jenis edema paru. 


Edema paru adalah akumulasi cairan tubuh berlebihan dalam alveoli (kantung udara) di dalam paru-paru. Edema paru sendiri bisa diakibatkan oleh penyakit gagal jantung ataupun gagal ginjal yang membuat penumpukkan cairan di alveoli. 


Gejala edema paru

Penumpukkan cairan pada alveoli ini akan menyebabkan gangguan difusi pada oksigen sehingga oksigen yang masuk ke dalam aliran darah menjadi berkurang. 


Tentu saja hal ini akan menyebabkan rasa sesak karena kesulitan untuk bernapas dan napas cenderung pendek yang bisa menyebabkan penderita edema paru merasa lemas akibat kekurangan oksigen. 


Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, edema paru bisa beresiko menyebabkan kematian. Pada kasus edema paru kronis yang bersifat jangka panjang, penderita akan merasakan sesak napas ketika sedang melakukan aktivitas fisik. Ini diakibatkan oleh kelelahan yang dialami oleh penderita yang bisa ditandai dengan suara napas tersumbat atau mengi. 


Pada kasus edema paru kronis jangka pendek, gejala sesak napas sering terjadi secara tiba-tiba dimana penderita akan terasa tercekik. Penderita akan terlihat cemas atau ketakutan dengan mulut terbuka seakan berusaha untuk mendapatkan oksigen. 


Penyebab edema paru


Apa Penyebab Edema Paru?


Penyakit yang menyebabkan penderitanya merasakan sesak napas ini umumnya terjadi pada orang yang memiliki penyakit berkut ini: 

  • Gangguan hipertensi
  • Gangguan otot jantung (kardiomiopati)
  • Gangguan katup jantung
  • Penyakit jantung koroner. 


Pada penyakit jantung koroner, edema paru terjadi akibat ventrikel kiri tidak mampu memompa darah yang berasal dari paru-paru dalam jumlah yang banyak sehingga tekanan di atrium kiri, kapiler paru-paru, dan pembuluh darah meningkat. 


Edema paru juga bisa disebabkan oleh gagalnya organ ginjal dalam menyaring darah dalam tubuh kita sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukkan cairan di bagian alveoli di dalam paru-paru. 


Beberapa hal lainnya yang bisa mengakibatkan edema paru adalah: 


  • Berada pada ketinggian di atas 2.400 meter
  • Asap rokok
  • Tenggelam
  • Transfusi darah
  • Efek samping obat
  • Masalah sistem saraf
  • Sindrom gangguan pernapasan akut
  • Infeksi virus
  • Cedera pada paru-paru penderita.



Mengapa Transfusi Darah Bisa Menyebabkan Edema Paru?


Sebuah proses transfusi darah pada seseorang memang bukan bebas tanpa resiko. 


Di samping untuk menyelamatkan seorang pasien, beberapa dampak mungkin juga akan bisa membuat pasien menderita nantinya. Namun kebanyakan masalah seperti ini muncul hanya pada pasien yang membutuhkan transfusi darah secara berulang dan dalam jumlah yang banyak. 


Prosedur transfusi darah juga harus dilakukan oleh pihak medis dengan sebaik-baiknya sebelum memutuskan untuk mentransfusi darah pada seorang pasien. Hal ini berguna untuk untuk mengantisipasi dampak reaksi transfusi darah pada kekebalan tubuh dan segala hal negatif lainnya yang mungkin bisa terjadi pada pasien.

 

Lalu mengapa edema paru bisa terjadi pada seseorang yang menerima transfusi darah? 


Salah satu dampak atau reaksi transfusi darah pada seseorang adalah terjadinya kerusakan paru-paru yang berujung pada penyakit edema paru. Kemungkinan terbesar yang terjadi adalah kelebihan cairan yang ditampung oleh tubuh penerima transfusi. 


Biasanya, hal ini terjadi ketika seseorang menerima donor darah yang terlalu cepat dan dalam jumlah yang banyak. Hal ini disebabkan karena tekanan hidrostatis yang terlalu cepat. Reaksi transfusi darah yang menyebabkan edema paru biasanya ditemui pada tubuh seorang lanjut usia yang memiliki masalah pada jantungnya. 


Meskipun demikian, proses transfusi darah yang cepat memang terkadang harus dilakukan, karena biasanya korban kecelakaan mengalami pendarahan yang mengakibatkan korban tersebut kehilangan darah yang cukup banyak. 


Perlu diingat, terkadang edema terjadi tidak semata-mata karena volume darah terlalu banyak, tetapi juga karena kapasitas tampung cairan tiap orang berbeda-beda.



Philips PICCO

Bila reaksi dari transfusi darah menimbulkan edema paru, gejala-gejalanya bisa terlihat dalam beberapa jam selama atau setelah transfusi. 


Biasanya gejala edema paru pada pasien akan berkurang setelah 48-96 jam dibantu dengan alat pernapasan. Selain itu, pemberian kortikosteroid dengan dosis tinggi juga bisa membantu untuk menghambat agregasi granulosit.


Tetapi tidak perlu khawatir, teknologi kedokteran modern telah mengembangkan sebuah alat untuk mempermudah proses transfusi yang tepat tanpa menimbulkan reaksi dampak transfusi darah yang parah. 


Kini telah ada teknologi baru dari Phillips, yaitu Pulse Contour Cardiac Output (PiCCO) yang dapat mempermudah dokter untuk memberikan donor darah kepada pasien. Kemampan hidrodinamis mesin ini bisa mengatur tekanan darah yang diberikan kepada penerima dan juga memperkuat kapasitas cairan seseorang yang sedang melakukan donor darah. 


PICCO dapat memperkecil peluang seseorang untuk terkena reaksi transfusi akibat kelebihan cairan yang bisa menyebabkan edema paru dan juga yang disebabkan oleh beberapa reaksi non imunologi.


-


Itulah penjelasan tentang salah satu reaksi dampak dari transfusi darah yang bisa terjadi yaitu edema paru. 


Selain diakibatkan oleh proses transfusi darah, edema paru juga bisa diakibatkan oleh beberapa gaya hidup kita seperti seringnya merokok dan juga dari efek samping obat. 


Untuk itu, kita harus mulai mencintai tubuh kita dengan memulai kebiasaan yang sehat sehingga bisa menyokong kesehatan organ-organ dalam tubuh agar tetap terjaga. Hindari juga melakukan transfusi darah tanpa perhatian medis karena bisa mengakibatkan komplikasi penyakit pada tubuh anda. 


Dengan penanganan medis, kini anda tidak perlu khawatir lagi dengan dampak dari reaksi transfusi darah yang dapat menyebabkan edema paru, di zaman yang modern ini telah hadir beberapa teknologi canggih yang dapat mengurangi resikonya. 


Untuk kedepannya kita tentunya berharap akan ada banyak lagi teknologi di dunia kedokteran yang bisa membantu kesembuhan pasien. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda!

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang