Kesehatan dan kebersihan mulut: Apakah resesi gusi merupakan hal yang permanen?

Dilihat 1,41 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Resesi gusi dapat terjadi kerena berbagai faktor. Resesi gusi bisa disebabkan oleh bakteri yang memakan ligamen yang menahan gigi ke tulang. Resesi gusi juga dapat disebabkan oleh abrasi karena penyikatan gigi yang berlebihan jika seseorang menggosok gigi terlalu sering menggunakan sikat gigi yang keras. Tapi untuk menyebabkan trauma seperti itu akan melewati banyak sekali penyikatan ggii.


Resesi juga dapat terjadi karena tekanan. Jika gigi rusak dan tekanan yang terjadi ketika menggigit tidak sesuai dengan sumbu panjang dari gigi, maka gigi akan menjadi semakin rusak.Tulang yang berada di sisi pipi dari gigi merupakan yang paling tipis. Bahkan kamu dapat merasakan akar gigi atas dan bawah di sepanjang tulang. Tulang yang tipis ini dipaksa untuk menahan gigi yang rusak sehingag tekanan akan menyebabkannya hancur dan karena gusi menempel pada tulang, bukan gigi, maka terjadilah resesi gusi.


Bagaiman cara menghentikannya? Geser gigi dan bantu proses menggigit. Hal in akan membantu mempertahankan kesehatan tulang dan gigi. Kamu mungkin memperhatikan bahwa pada tempat terjadinya resesi gusi, seringkali terdapat lubang kecil pada gigi. Inilah yang disebut dengan abfraksi dan ini juga merupakan bukti rusaknya gigi.


Apakah kamu bisa menumbulkan tulang kembali? Ketika kehancurannya disebabkan oleh tekanan? Tidak. Tapi kalau hal tersebut disebabkan oleh bakteri yang memakan ligamen, maka terdapat bukti yang menarik yang mengatakan bahwa ligamen akan tumbuh kembali, begitupula dengan tulang.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang