Kesuburan: Bisakah seorang wanita yang sudah menopause hamil melalui IVF?

Dilihat 12,9 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Setiap wanita pasti akan mengalami suatu titik yang dinamakan menopause, entah itu di usia muda ataupun tua. Pada umumnya masa menopause akan terjadi pada wanita yang telah berusia 45 tahun ke atas, akan tetapi banyak kasus yang menunjukkan menopause sudah terjadi pada wanita usia muda, yang kita kenal dengan nama menopause dini. 


Menopause dini dapat menyerang seseorang yang secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, merokok, minum alcohol, kurang berolahraga, faktor genetik/keturunan, pernah menjalani terapi kanker seperti radiasi/kemoterapi, pernah menjalani operasi pengangkatan ovarium, kurang gizi atau menderita penyakit tertentu.


Seperti yang telah disebutkan diatas, kebanyakan wanita mencapai menopause antara usia 45 dan 55, tetapi menopause dapat terjadi pada awal 30-an atau 40-an atau bahkan menopause tidak kunjung terjadi sampai seorang wanita mencapai usia 60-an. 


Dengan kata lain, tidak ada cara untuk memprediksi kapan tepatnya seorang wanita akan memasuki masa menopause atau mulai mengalami gejala menopause. Asumsi yang beredar dalam masyarakat selama ini adalah adanya anggapan bahwa menopause merupakan sesuatu yang mengerikan, karena masa kesuburan wanita akan berakhir di titik ini. Yang harus kita pahami adalah menopause merupakan suatu perubahan normal yang akan pasti terjadi dalam siklus hidup seorang wanita. Jadi tidak banyak hal yang perlu dikhawatirkan.


Sebenarnya, apa itu menopause? Benarkah masa subur seorang wanita berakhir pada titik ini? Jika masa subur telah berakhir, apakah wanita yang telah menopause bisa hamil? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak ulasan berikut ini.




Menopause


Menopause dan masa kesuburan wanita merupakan dua hal yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Menopause adalah suatu masa di mana ovarium seorang wanita tidak lagi melepaskan sel telur setiap bulan. Hal ini ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi. 


Sedangkan masa kesuburan wanita dihitung berdasarkan siklus menstruasi tersebut. Jadi, dengan kata lain seorang wanita yang telah mengalami menopause, apabila telah berhenti siklus menstruasinya, maka secara otomatis telah berhenti juga masa suburnya.


Perlu diketahui ovarium adalah organ reproduksi wanita yang berfungsi untuk memproduksi hormon estrogen dan menghasilkan sel telur (ovum) setiap bulan. Setiap siklus menstruasi bulanan, sel telur dilepaskan dari ovarium. Menopause terjadi ketika ovarium tidak lagi melepaskan sel telur dan menyebabkan menstruasi berhenti. Namun proses menuju menopause dapat dimulai 6 atau 7 tahun sebelumnya, yang ditandai dengan berubahnya siklus haid. Perubahan tersebut disebabkan oleh kian menurunnya fungsi ovarium.






Di masa menjelang menopause, mula-mula siklus haid akan lebih pendek dari biasanya, volume darah haid akan lebih banyak, dan frekuensi haid juga lebih sering. Biasanya seorang wanita akan mengalami hot flashes (rasa seperti terbakar pada wajah) menjelang atau ketika menopause terjadi. 


Berikut ini adalah beberapa gejala dan indikasi lainnya:


  • Periode menstruasi yang tidak teratur (Datang lebih sering atau lebih jarang, periode haid menjadi lebih panjang atau justru lebih pendek, darah haid menjadi lebih sedikit atau justru bertambah banyak) 
  • Insomnia (mengalami kesulitan tidur sepanjang malam) 
  • Hot flashes. perasaan panas yang mendadak pada seluruh tubuh atau tubuh bagian atas 
  • Bercak Merah di dada, punggung, dan lengan 
  • Mood swings atau perubahan mood (lekas marah, depresi, sensitive)
  • Jantung berdetak kencang dan cepat 
  • Sakit kepala, migrain 
  • Sakit pada otot dan persendian 
  • Perubahan lain, seperti: mudah lupa atau sulit focus, lemak tubuh bertambah, dan memiliki pinggang yang lebih besar  
  • Frekuensi urinasi meningkat dan masalah kontrol kandung kemih 
  • Vagina kering dan kurang elastis, sebagai akibat dari penipisan jaringan vulva, vaginal dan serviks 



Seperti yang telah disinggung di atas, masa kesuburan wanita berakhir ketika telah memasuki menopause, yang berarti terjadi penurunan dalam hormon estrogen, yaitu hormon yang dibutuhkan agar terjadi kehamilan. Berdasarkan hal tersebut, maka timbul pertanyaan apakah wanita yang telah menopause bisa hamil?




Bisakah wanita menopause hamil?






Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai peluang kehamilan bagi wanita menopause. Menopause adalah suatu fase ketika siklus menstruasi seorang wanita akan terhenti. 

Proses menuju menopause dapat terjadi beberapa tahun sebelumya dan seorang wanita masih bisa mengalami haid pada periode tersebut, sehingga kehamilan pada periode menopause masih dapat terjadi selama wanita itu masih mengalami menstruasi. 


Namun yang pasti tidak akan semudah saat wanita  itu masih produktif. Peluang kehamilan memang ada, namun amatlah kecil dan jika menstruasi benar-benar telah berhenti maka peluang kehamilan telah tertutup.


Sebagaimana dijelaskan, hormon estrogen sangat dibutuhkan dalam terjadinya kehamilan. Namun ini sangat sulit bagi wanita yang telah memasuki masa menopause, karena kadar hormon estrogennya telah mengalami penurunan. Saat kadar hormon menurun tubuh menjadi sulit untuk hamil karena fungsi-fungsinya sudah tidak selancar saat produktif. 


Hal lain yang perlu diketahui adalah, kehamilan pada periode menopause cukup beresiko tinggi dan bisa menyebabkan komplikasi yang serius tidak hanya bagi bayi namun juga bagi kesehatan ibunya. Ini karena, pada saat menopause sangatlah sulit memprediksikan tanggal ovulasi dan juga siklus menstruasi.


Namun seiring dengan kemajuan perkembangan teknologi, wanita yang telah menopause dimungkinkan dapat memiliki keturunan salah satunya dengan mengikuti program bayi tabung (In Vitro Fertilization).

Program hamil bayi tabung adalah prosedur kehamilan buatan yang paling banyak digunakan oleh pasangan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan.

In Vitro Fertilization (IVF) adalah program reproduksi buatan dimana sperma dan sel telur disatukan di laboratorium bukan di dalam rahim wanita. Apabila pembuahan berhasil, embrio yang dihasilkan akan dipindahkan kembali ke dalam rahim wanita, dimana embrio akan tumbuh menjadi bayi.  Lalu, bisakah seorang wanita yang sudah menopause hamil melalui IVF?






Jawabannya bisa, tetapi tidak menggunakan sel telurnya sendiri. Karena wanita yang telah menopause fungsi ovariumnya telah berkurang, maka mereka tidak bisa hamil melalui cara IVF konvensional (induksi ovulasi, pengambilan sel telur dan transfer embrio). Ovarium wanita yang telah menopause tidak bisa merespon dengan baik dan seandainya pun bisa, maka sel telurnya tidak akan sempurna.


Untuk mencapai kehamilan pasca menopause melalui IVF, seorang wanita bisa menjalani perawatan hormon agar rahim siap menerima embrio. Embrio ini dibentuk dari donor sel telur atau jika tersedia, embrio yang sudah dibekukan. Dengan diberikannya implan embrio, maka pada wanita yang telah menopause hormon-hormon tambahan (estrogen dan progesteron) sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi kehamilan.


Meski secara teknis wanita yang telah menopause masih memiliki kemungkinan untuk memperoleh seorang anak, baik dengan ataupun tanpa melalui IVF. Namun seperti yang telah dijelaskan di atas, kehamilan pada wanita yang telah menopause tidak disarankan secara medis, karena memiliki risiko tinggi terjadinya komplikasi selama periode terjadinya kehamilan. Nah, semoga penjelasan di atas bermanfaat ya dan dapat menambah wawasan kita semua.


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang