Makanan yang diawetkan: Jika sayuran dicincang dan didinginkan, apakah nilai gizinya (nutrisinya) akan benar-benar hilang?

Dilihat 3,89 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1




Manfaat sayuran secara garis besar adalah sumber serat, vitamin, dan mineral yang cukup baik bagi tubuh dan kesehatan manusia. Ada banyak jenis sayuran yang ada di Indonesia yang berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan dan metabolisme tubuh. Sayuran adalah bagian dari tanaman herba yang layak untuk dikonsumsi manusia. Kandungan gizi sayuran mendefinisikan bahwa kandungan nutrisi sayuran merupakan zat-zat esensial yang penting untuk mendukung kehidupan.


Banyak yang berpikir, mengonsumsi makanan segar, seperti sayuran mentah, adalah cara terbaik untuk menjaga kandungan gizi sayuran tetap berlimpah. Tetapi kenyataannya, beberapa studi menunjukkan bahwa untuk membuat sayuran tetap bernutrisi tinggi, cara terbaik tidak selalu harus dengan dimakan mentah, melainkan juga lewat penyimpanan, persiapan, dan cara memasak yang tepat. Karena itu, perlakukan bahan makanan sebaik mungkin, jangan asal memasukkannya ke lemari pendingin. Cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Nilai gizi makanan segar lebih baik ketimbang yang dibekukan, tetapi gizi makanan beku masih lebih baik dibanding makanan kalengan. Sayuran yang dibekukan sesaat setelah dipanen berisi lebih banyak vitamin daripada sayuran segar yang langsung diangkut melintasi wilayah untuk dipasarkan.  


Anda mungkin berpikir sayur-sayuraan segar sudah pasti "sehat ". Sehat di sini diasosiasikan dengan kandungan nutrisi yang paling lengkap dan bermanfaat, seperti vitamin dan melawan penyakit phytochemical (fitokimia).  Namun sebuah tinjauan penelitian mengungkapkan bahwa penyimpanan dan teknik pengolahan tertentu dapat menyebabkan setengah nutrisi pada kandungan gizi sayuran akan hilang.


Sebuah studi baru dari University of Georgia menegaskan, buah atau sayuran segar tidak selalu menjadi yang terbaik dalam hal vitamin dan mineral. Studi ini meneliti jumlah vitamin dan mineral pada delapan buah dan sayuran (kembang kol, brokoli, kacang hijau, kacang hijau, bayam, jagung, blueberry, dan stroberi).

Para peneliti membandingkan kandungan gizi dari buah dan sayur pada tanggal bahan-bahan itu dibeli, lima hari setelah pendinginan, dan setelah beku. Analisis mengungkapkan, beberapa produk beku benar-benar memiliki jumlah vitamin C, vitamin A, dan folat yang lebih tinggi dibanding yang buah dan sayur segar yang disimpan.

Mengapa demikian?

Kuncinya ada di pembekuan dan pengalengan. Tehnik ini mengikat nutrisi penting yang sering hilang pada produk segar (setelah dipanen dan pengolahan). Buah dan sayuran yang dibekukan sebelum layu dapat mencegah pemecahan enzimatik nutrisi dan kerusakan yang diakibatkan mikroba.


sayur dan buah kalengan


Benarkah Produk Beku dan Kalengan Telah Kehilangan Nutrisinya?


Buah dan sayuran kaleng hanya kehilangan sejumlah kecil nutrisi jika tidak langsung dikalengkan. Namun jika langsung disegel bisa dibilang anda akan mendapatkan nutrisi yang sempurna karena tidak mengalami proses oksidasi yang berkontribusi merusak nutrisi.

Keunggulan lain produk kaleng dan beku termasuk biaya yang lebih rendah, terutama jika anda membelinya di luar musim buah atau sayur tersebut, serta anda bisa mendapatkan buah dan sayur yang anda inginkan dengan mudah (tersedia sepanjang tahun).  Untuk pengolahan sayur kalengan, cobalah memasaknya dengan air sedikit mungkin untuk mencegah kerugian lebih lanjut dari vitamin (yang larut dalam air). Mengukus bisa mempertahankan sebagian besar vitamin. 


Sayur dan Buah Beku Tetap Bernutrisi


Salah satu cara menikmati manfaat dari buah dan sayuran dalam segala bentuk adalah dengan membelinya dari petani lokal yang menanam dan memproduksi tanamannya sendiri.

Makanlah buah atau sayur pada hari yang sama ketika anda membelinya. Atau kalau bisa, yang benar-benar baru dipanen.

Anda juga dapat melakukan pengalengan dan pembekuan sendiri untuk mempertahankan nutrisinya.  Intinya, jangan khawatir tentang mana bentuk produk yang terbaik, tapi berusahalah untuk fokus pada jumlah nutrisi yang bisa anda dapatkan. Dengan mengandalkan kombinasi buah dan sayuran segar, beku, dan kaleng, itu juga dapat membantu anda memenuhi jumlah porsi yang direkomendasikan setiap hari.


Dalam sebuah studi dari Leatherhead Food Research, para ilmuwan menguji tingkat nutrisi dalam produk yang telah disimpan di lemari es selama tiga hari dengan produk sayur dan buah yang dibekukan. Anehnya, peneliti menemukan lebih banyak nutrisi pada sampel beku. Bahkan, dua dari tiga kasus, produk sayur dan buah yang dibekukan dalam keadaan segar dan higienis, mengandung lebih tinggi antioksidan, termasuk polifenol, anthocyanin, lutein dan beta-karoten.

Kesimpulannya, pembekuan buah-buahan dan sayuran tidak membuat nutrisi menjadi lebih rendah. Justru membantu mereka mempertahankan nutrisi penting.

Cara menyimpan sayur dan buah tidak hanya mempengaruhi rasa dan tampilan saja, namun juga mempengaruhi zat gizi yang dikandungnya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana caranya menyimpan buah dan sayur agar bertahan lama dan kualitasnya tetap bagus.


Pedoman Penting Dalam Menyimpan Sayur dan Buah


Sebelumnya, anda harus mengetahui prinsip dasar yang mempengaruhi kualitas buah dan sayur saat disimpan, yaitu:


  • Simpan di suhu yang ideal 

Buah dan sayuran yang segar sebenarnya merupakan makhluk hidup. Meskipun sudah dipetik dan dipanen dari pohonnya, sayuran dan buah-buahan tersebut tetaplah memerlukan oksigen untuk ‘bernapas’ dan mengeluarkan karbon dioksida. Kemampuan sayur dan buah untuk ‘bernapas’ tergantung pada suhu tempat penyimpanan dan jenis dari sayur atau buah tersebut. Semakin rendah suhu di tempat peyimpanan, maka semakin rendah kemampuan sayur dan buah untuk ‘bernapas’ dan semakin memperpanjang masa simpannya. Semakin banyak oksigen yang ‘dihirup’ dan karbon dioksida yang dikeluarkan, maka akan semakin mempercepat buah dan sayur tersebut menjadi busuk dan rusak.Beberapa jenis sayur/buah harus langsung disimpan di tempat yang dingin, sementara ada juga yang sensitif akan suhu dingin dan akan busuk ketika masuk ke dalam lemari pendingin.


  • Menjaga kelembapan 

Semua sayur/buah mengandung air. Kandungan air ini yang menjaga kesegaran pada sayur maupun buah. Namun ketika buah/sayur dipanen atau dipetik dari pohonnya, banyak air yang hilang akibat penguapan. Oleh karena itu, anda harus menjaga sisa air yang masih ada di dalam sayur/buah agar tidak layu dan kisut, dengan cara memasukkan sayur/buah ke plastik yang sudah dilubangi.


  • Hindari menyimpan di tempat yang bersuhu ekstrem 

Sayur atau buah yang disimpan di tempat bersuhu terlalu tinggi atau pun rendah akan cepat rusak dan busuk. Ketika buah atau sayuran disimpan di dalam freezer, ia akan rusak seketika setelah dicairkan. Kerusakan yang akan muncul seperti, muncul bercak-bercak kecokelatan pada apel dan menjadi sangat lembek pada buah pir. Sedangkan suhu yang sangat tinggi akan menimbulkan kematangan yang tidak merata, menjadi lunak dan lumer, berkerut, dan menjadi kisut.


  • Perhatikan kondisi sayur dan buah yang baru dibeli 

Sebagian besar buah akan lebih bertahan lama jika masih disertai kulit. Bagian kulit yang terbuka pada buah, menimbulkan potensi tumbuhnya jamur dan bakteri yang dapat menyebabkan buah menjadi busuk. Oleh karena itu, periksalah kondisi permukaan buah maupun sayur anda secara berkala dan sering. Jika terdapat perubahan warna, bonyok, atau kecokelatan pada buah/sayur, maka segeralah buang bagian yang busuk tersebut dan konsumsi yang masih dalam kondisi bagus.


cara menyimpan sayur dan buah


Apa Yang Harus Dilakukan Agar Buah dan Sayur Segar Lebih Lama?


Setelah mengetahui prinsipnya, berikut adalah langkah-langkah yang anda dapat lakukan untuk menyimpan buah dan sayur agar tetap segar dan tahan lama:

  1. Setelah membeli buah atau sayur di pasar atau pun di supermarket, sebelum mencucinya, lebih baik hilangkan bagian busuk dan bonyok yang terdapat pada buah atau sayur. Setelah itu, barulah Anda bisa mencucinya dengan bersih. 
  2. Untuk sayuran hijau, pisahkan daun dengan akarnya kemudian cuci daun hijau tersebut dengan campuran air dingin, sedikit cuka atau lemon. Campuran luka atau lemon, selain bisa menghilangkan bakteri yang ada di sayuran, juga bermanfaat untuk meningkatkan kerenyahan pada daun hijau tersebut. Setelah mencuci bersih, segera keringkan sayuran tersebut di dengan tisu dan langsung bungkus dengan plastik yang sudah dilubangi. Kemudian, simpan di lemari pendingin. 
  3. Sayur atau buah yang berakar seperti bawang, atau kentang, jangan langsung dicuci dan disimpan di lemari pendingin. Periksa bagian-bagian yang berjamur kemudian simpan di tempat sejuk dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jangan disimpan di lemari pendingin. 
  4. Tomat juga lebih baik disimpan di suhu ruangan, karena suhu yang rendah dapat membuat tomat menjadi lembek. Jika Anda ingin menyimpan tomat yang sudah terpotong sebagian, maka tempatkan tomat tersebut pada paper bag dan simpan pada suhu ruangan. 

Selain menjaga kesegaran dan rasa, penyimpanan sayur dan buah yang baik dan benar juga akan menjaga zat gizi yang terkandung di dalamnya. Sebaliknya, jika anda tidak memperhatikan tempat penyimpanan sayur dan buah tersebut, bukan tidak mungkin akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan akibat jamur dan bakteri yang terdapat pada sayur dan buah. Semoga pembahasan ini bisa menambah wawasan kita untuk hidup lebih sehat dengan mengonsumsi makanan dengan cara yang benar. Salam sehat!


Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang