Mama saya mengatakan bahwa saya pernah terkena radang usus buntu dan usus buntu saya tidak diangkat. Apakah itu mungkin?

Dilihat 1,37 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ya, bisa saja. Semakin hari semakin banyak bukti kalau usus buntu yang tidak rumit dapat diobati tanpa operasi dengan antibiotik saja. Namun, hasilnya tidak sebaik operasi. Sering kali, pecahnya usus buntu yang telat dengan formasi abses itu diobati dengan antibiotik dan tabung penyalur pada tahap awal dan nantinya akan dibawa kembali untuk usus buntu interval. Contohnya dalam percobaan baru-baru ini untuk membuktikan usus buntu, 27% pasien yang diobati antibiotik saja membutuhkan operasi dalam 1 tahun. Jadi, memang bisa melakukan pengobatan tanpa operasi, tetapi pastinya akan ada resiko lainnya.

Usus buntu, walaupun operasinya sangat aman, resiko komplikasi jangka-pendek masih ada walau sangat kecil (<1% kemungkinan). Namun, sering kali resiko ini meningkat seiringnya hidup pada kemungkinan penyumbatan usus kecil dari adesi dengan tingkat ~1-3% dengan panjang maksimal 15-20 tahun. Kenyataan kalau umumnya usus buntu terjadi pada waktu mereka muda, resiko hidup mungkin lebih tinggi tetapi tidak lebih dari 5%. Lebih dan lebih lagi pada hari-hari ini, kedua pilihan itu boleh dipilih, tetapi kebawanyakan dokter akan menyarankan operasi karena prosedurnya lebih cepan dan diselesaikan dengan laparoskopi, biasanya pasien bisa dipulangkan besoknya, mengurangi masukan yang bukan pasien.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang