Mana tipe diabetes yang ditunjukkan oleh gejala-gejala berikut?

Dilihat 602 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Coba pertimbangkan bila seseorang mengidap Maturity Onset Diabetes of the Young (MONY), atau yang lebih dikenal dengan diabetes monogenic. terutama jika Anda memiliki garis keturunan pengidap diabetes, coba tanya pada dokter Anda untuk melakukan analisis genetika untuk MODY (http://www.diabetesgenes.org/content/maturity-onset-diabetes-young). Insulin bersifat efektif untuk semua tipe diabetes, dengan cara mengurangi tingkat gula darah seseorang meskipun dia masih bisa memproduksi insulin sendiri. Terapi insulin pada akhirnya juga akan dibutuhkan bagi penderita diabetes tipe 2, dimana insulin diproduksi secara berlebihan. Kesimpulannya, tipe diabetes yang diderita tidak bisa ditentukan hanya dari perawatan menggunakan insulin. Kesalahpahaman ini berasal dari klasifikasi tiga tipe diabetes yaitu, Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau diabetes tipe 1, Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau diabetes tipe 2 dan MODY. Penderita MODY pada umunya merespon baik terhadap Sulfonylurea Agents (Oral Hypoglycemic Agent), dan hasilnya justru lebih baik dari treatment biasanya. Karena Anda masih memproduksi insulin (ditinjau dari susunan C-peptida, apakah ini sudah dipastikan?) dan tidak adanya auto-antibody, diabetes yang Anda derita bukan merupakan diabetes tipe 1. Penderita diabetes tipe 2 umunya berada pada jenjang usia yang lebih dewasa dan cenderung mengidap obesitas. Menurut Medscape Log In (hanya bisa diakses oleh petugas di bidang kesehatan), MODY bisa diderita oleh  individu yang memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2 dengan gejala tidak normal yang berasal dari kelainan poligenik (Fig. 1). Gejalanya meliputi tidak adanya autoantibodi dari pankreas (tipe 1B)  pada saat diagnosis atau produksi insulin endogen pada diabetes tipe 1. Diagnosis untuk penderita muda diabetes tipe 2 yang tidak mengidap kelebihan berat badan ataupun tidak menampilkan gejala kekebalan pada insulin termasuk acanthosis nigricans, yaitu meningkatnya level insulin puasa, perlu dipertanyakan lebih lanjut. Evaluasi lebih jauh perlu dilakukan pada MODY untuk menentukan pasien yang harus melalui test genetis. Pada penderita yang didagnosa mengidap diabetes tipe 1, penting untuk memperoleh autoantibodi pankreas sebelum melakukan test genetis. GAD 65, IA02 dan islet sel antibody adalah komponen lain yang wajib diperiksa. Antibodi insulin juga dapat diperiksa melalui individu yang belum pernah melalui perawatn insulin. Tidak adanya antibodi bisa diartikan sebagai diabetes tipe 1 jika durasi diabetes yang diderita sudah cukup lama pada saat test dilaksanakan. 5-30% dari tipe 1 diabetes pada umumnya tidak memiliki antibody pada saat diagnosis awal. Namun, adanya antibody pada umumnya selalu mengindikasikan diabetes tipe 1, dengan beberapa pengecualian (beberapa pasien dengan KCNJ 11 diabetes neonatal memiliki autoantibodi pankreas). Produksi insulin endogen juga perlu diperiksa melalui c-peptida dengan paired glucose untuk menentukan apakah serum glukosa cukup tinggi untuk melakukan sekresi insulin endogen. Pada individu yang didiagnosis menderita diabetes tipe 2, glukosa puasa, insulin dan c-peptida bisa menjadi tolak ukur, sebab penderita MODY cenderung kekurangan resistensi insulin (yang mana sering dianggap sebagai hyperinsulinaemia dan level c-peptida yang tinggi pada diabetes tipe 2). Oral glucose tolerant test (OGTT) bisa juga dilakukan untuk menunjukkan adanya pola spesifik pada tipe-tipe MODY (Tabel 1). Belakangan ini juga ditemukan bahwa c-peptida kreatinin pada urin berguna untuk membedakan lebih detail antara HNF1A-MODY dan HNF4A-MODY dari diabetes tipe 1, terutama jika durasi mengidap diabetes setara dengan 5 tahun atau lebih. Level hsCRP yang rendah juga bisa digunakan untuk membedakan HNF1A-MODY dari diabetes tipe 1 dan 2. Alat diagnosis ini membantu untuk menentukan pasien yang perlu melakukan test genetis. 

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang