Apakah viagra baik dan tahan lama untuk mengatasi Impotensi?

Dilihat 465 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1



Tentunya kita semua telah paham benar bahwa Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan mimpi buruk bagi semua pria. Seperti yang kita ketahui impotensi atau disfungsi ereksi adalah suatu keadaan ketika alat kelamin pria (penis) mengalami kesulitan mencapai ereksi atau kesulitan mempertahankan ereksi. Jika darah tidak mampu mengalir ke penis secara cukup maka terjadilah disfungsi ereksi. Penis dapat mencapai ereksi bukan karena ada kontraksi otot yang terlibat dan bekerja di dalamnya, namun semata-mata karena adanya aliran darah yang bekerja dengan benar dan system syaraf yang sehat. Oleh karenanya, masalah aliran darah – di samping mungkin masalah kesehatan dan psikologis lainnya – merupakan masalah penyebab impotensi yang utama.


Sebagian orang mungkin akan menggunakan Viagra sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah seputar disfungsi ereksi. Sebagaimana yang kita ketahui, Viagra adalah jenis obat yang digunakan untuk membantu meningkatkan aliran darah ke penis sehingga dapat mencapai dan mempertahankan ereksi. 


Namun sebelum membahas lebih dalam mengenai pil yang satu ini, ada baiknya kita perlu memahami terlebih dahulu hal-hal yang menjadi faktor pemicu terjadinya disfungsi ereksi pada seseorang. 

Apa sih penyebabnya? tindakan pengobatan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi impotensi?. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak yuk ulasan berikut ini…





Penyebab Impotensi


Sebenarnya masalah impotensi merupakan masalah seksual yang umum terjadi pada pria. Seperti yang telah dijelaskan diatas seorang pria yang mengalami impotensi akan menemui kesulitan untuk mencapai waktu ereksi dan mempertahankannya. Sebagian besar impotensi dialami oleh mereka yang telah berumur 40 tahun ke atas, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa banyak sekali kasus impoten terjadi pada mereka yang masih berusia muda.


Penyebab impotensi sebenarnya sangat beragam, diantaranya stres yang berlebihan, gangguan hormon, luka/cedera pada penis, perasaan cemas/depresi, penyempitan pembuluh darah menuju penis atau karena gaya hidup yang tidak sehat. Banyak hal yang dapat menyebabkan seorang pria mengalami gangguan ini. Beberapa di antaranya sebagai berikut:



  • Faktor psikologis - Disadari atau tidak, faktor psikologis memainkan peranan yang sangat penting dalam keberhasilan aktivitas seksual. Tekanan berat yang dialami seorang pria, baik itu muncul dalam masalah keluarga, masalah pekerjaan, kesibukan yang sangat padat, deadline yang harus dipenuhi dan sebagainya, secara tidak langsung berdampak pada kehidupan seksual yang tidak jarang menjadi pemicu terjadinya disfungsi ereksi. Gangguan emosional seperti trauma, depresi, stress dan rasa cemas berlebihan juga memberikan pengaruh yang besar dan harus segera ditangani. 
  • Faktor Gangguan Fisik - Terjadinya gangguan secara fisik juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Mengalami cacat karena kecelakaan, cedera kepala berat, cedera yang melibatkan tulang panggul atau tulang belakang, gangguan hormon dan rendahnya tingkat testosterone atau bahkan merasa lelah karena pekerjaan yang terlalu berat, merupakan beberapa faktor gangguan fisik yang dapat meicu terjadinya disfungsi ereksi pada seorang pria.  
  • Faktor Gaya Hidup - Gaya hidup yang kurang baik menjadi salah satu penyebab disfungsi ereksi yang paling sering ditemukan dalam sebagian besar kasus. Kebiasaan tidur yang terlalu larut, merokok dan minum-minuman beralkohol merupakan hal utama yang sebisa mungkin harus dihindari. Mungkin efeknya tidak akan terlihat dalam waktu yang singkat, namun jika dilakukan dalam jangka waktu yang panjang akan berakibat sangat fatal, bukan hanya dapat menyebabkan impotensi, namun rokok dan minuman beralkohol juga dapat menyebabkan penyakit berbahaya lainnya. 
  • Selain itu, sering bersepeda dalam jangka waktu yang lama secara terus menerus juga beresiko memicu terjadinya impotensi, hal ini disebabkan karena terjadinya gesekan berulang-ulang pada area bokong dan kemaluan sehingga dapat mempengaruhi fungsi saraf, meskipun untuk hal yang satu ini masih terjadi perbedaan pendapat.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan - Obesitas seringkali dapat mempengaruhi kualitas aliran darah, sehingga dapat menghambat ereksi.
  • Faktor penyakit – Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya impotensi diantaranya : penyakit gangguan pada sistem syaraf (seperti stroke, Parkinson, Alzheimer, tumor otak, epilepsi); penyakit jantung, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit ginjal dan cedera penis, pernah menjalani prosedur operasi pada penis atau kelainan pada struktur penis 
  • Konsumsi Obat Jangka Panjang - Mengkonsumsi berbagai jenis obat dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan impotensi. Hal ini terjadi karena zat kimia yang masuk ke tubuh dapat memberikan pengaruh terhadap aliran darah di dalam tubuh.  



Viagra dan Impotensi




Seperti yang telah disinggung di atas, untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, sebagian pria meminum viagra untuk meningkatkan fungsi dan kinerja seksualnya. Dalam perkembangannya, viagra telah dikenal sebagai obat anti impotensi yang efektif. Tidak bisa dibantah, memang pada faktanya viagra adalah obat yang mengandung zat sildenafil yang dapat meningkatkan daya seksualitas dan digunakan untuk mengatasi masalah seputar disfungsi ereksi ketika melakukan hubungan seksual.


Perlu diketahui, bahwa dengan mengonsumsi viagra tidak serta merta langsung dapat membuat ereksi. Viagra akan dapat bekerja dengan baik jika didahului atau dikombinasikan dengan rangsangan seksual atau melakukan pemanasan. Tanpa adanya rangsangan seksual, viagra tidak akan bereaksi dan tidak memiliki efek apapun. Selain itu, viagra harus dikonsumsi dengan dosis yang tepat, jangan pernah berfikir bahwa dengan mengkonsumsi viagra lebih banyak akan menyebabkan dan mempertahankan ereksi jauh lebih lama. Karena penggunaan viagra yang tidak mengikuti anjuran dan dosis yang tepat, akan menyebabkan masalah komplikasi kesehatan bagi penggunanya.


Tentunya kita semua pasti memahami bahwa obat yang aman sekalipun akan tetap memiliki efek samping jika dikonsumsi secara terus-menerus. Begitupun dengan viagra, mengkonsumsi viagra terlalu sering akan berdampak pada kesehatan, apalagi jika orang tersebut memiliki riwayat penyakit lain, seperti jantung misalnya. 

Oleh karenanya, pahamilah dengan benar aturan penggunaan pil yang satu ini. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa sebagian besar pria dalam mengkonsumsi viagra tidak mengikuti dosis maupun aturan yang telah ditetapkan dan tidak berkonsultasi dengan dokter. Amatlah bijak jika Anda tidak menyepelekan aturan yang ada, jangan berlebihan dan jangan dikonsumsi terlalu sering. 


Bahwa viagra adalah solusi untuk mengatasi masalah impotensi memang tidak bisa dipungkiri, namun apakah ‘kesaktian’ pil ini dapat memecahkan masalah yang sesungguhnya?





Pengobatan Impotensi




Impotensi bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Pengobatan impotensi akan sangat bergantung kepada faktor-faktor penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan seputar gejala yang dirasakan, riwayat kesehatan serta kondisi fisik dan psikologis pasien. 


Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko impotensi:


  • Olahraga – Lakukanlah berbagai jenis olahraga ringan secara rutin. Dengan berolahraga dapat melancarkan aliran darah yang menjadi faktor penting terjadinya ereksi.  
  • Atur pola makan agar berat badan Anda tidak berlebihan – Pilihlah makanan yang kaya akan serat, seperti sayur-mayur; kaya akan protein, seperti ikan; konsumsilah gandum serta buah-buahan. Kurangi konsumsi daging merah dan olahan biji-bijian. 
  • Berhenti merokok dan tidak mengonsumsi alkohol 
  • Tidak tidur terlalu larut - Pola tidur yang baik, teratur serta cukup akan membantu tubuh menghasilkan hormon yang baik. 
  • Hilangkan semua masalah yang bisa menyebabkan stress, menimbulkan rasa cemas dan takut. 
  • Terapi herbal dengan menggunakan ginseng merah dan jus delima 

Jadi, sekali lagi dapat ditarik kesimpulan bahwa impoten adalah gangguan yang bisa disembuhkan baik dengan menjalani terapi di bawah bimbingan ahli atau melalui pengobatan. 


Beberapa hal yang bisa kita catat adalah: Jangan pernah menganggap Viagra adalah satu-satunya solusi bagi masalah Anda, jangan menjadi dokter bagi diri sendiri, merasa bisa menangani suatu masalah yang seharusnya ditangani oleh ahlinya dan jangan merasa malu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gangguan ini. 


Segera datang dan berkonsultasilah dengan ahlinya, katakanlah dengan jujur dan detail mengenai gangguan yang Anda alami, percayalah Anda akan diberikan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Tetap semangat yaa….


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang