Mana yang lebih baik, kacamata atau lensa kontak ?

Dilihat 3,47 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1



Tidak dapat dipungkiri, penggunaan soflens mata atau kacamata saat ini bukan hanya sebagai alat bantu ketika mata terdiagnosa mengalami gangguan (seperti mata minus, plus, silinder dan lain-lain), namun fungsinya sudah lebih dari itu, yaitu menjadi bagian dari penunjang penampilan seseorang. 


Yup, ketika menggunakan kacamata atau softens, seseorang justru dapat terlihat lebih percaya diri. Dulu, banyak orang enggan dan merasa malas ketika harus menggunakan kacamata, karena kacamata dianggap mengganggu penglihatan dan penampilan, membuat seseorang terlihat tua, terlihat tidak menarik atau bahkan dianggap kutu buku. 


Namun, dengan semakin banyaknya model kacamata yang tersedia saat ini maka penggunaannya semakin dilirik, bukan hanya oleh kaum wanita namun juga kaum pria. Begitupun dengan softlens, dengan tersedianya warna-warna softlens yang menawan, banyak wanita saat ini menggunakan softlens untuk tujuan kecantikan dan menambah daya tarik penampilan, bukan karena ada gangguan minus atau plus semata ya..


Harus diakui, ketika menggunakan softlens mata akan terlihat lebih besar, lebih menarik dan terlihat berbeda. Itulah mengapa –para wanita umumnya- lebih memilih menggunakan softlens dibandingkan dengan kacamata. 


Namun, tahukan Anda resiko yang mengintai pemakai softlens jika tidak digunakan secara benar? 


Pada dasarnya pemakaian kacamata dan softlens memang memiliki risiko masing-masing. Pastinya setiap orang tentu akan memilih risiko yang lebih kecil demi kesehatan matanya. Sebelum memutuskan ingin menggunakan kacamata atau softlens, tidak ada salahnya Anda mencari tahu terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan kedua alat bantu penglihatan ini. Anda harus mengetahui cara memakai softlens yang benar, cara menggunakan kacamata yang tepat, bagaimana pemeliharaan softlens dan sebagainya. 


Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, simak yuk ulasan artikel di bawah ini. Dibaca sampai habis ya...





Kelebihan dan Kekurangan Softlen




Penggunaan soflens mata yang saat ini menjadi trend tidaklah mengherankan, karena sekarang softlens hadir dengan berbagai varian warna dan model yang menarik. Praktis, tidak mengganggu aktivitas dan dapat menunjang penampilan - itulah tiga alasan utama yang mendasari sebagian besar orang yang menggunakan softlens. 


Namun, di samping itu ada beberapa kelebihan softlens lainnya yang patut Anda ketahui, di antaranya adalah:


  • Menambah rasa percaya diri - Seperti yang telah dijelaskan di atas, wanita yang kurang memiliki kepercayaan diri jika harus menggunakan kacamata, akan beralih pemakaian ke softlens. Dengan memakai softlens apalagi jika dipadukan dengan tampilan fashion yang tepat, maka penampilan Anda akan semakin menarik. 


  • Membuat Penglihatan menjadi lebih baik - Softlens meminimalisasi jarak mata dengan lensa hingga ketajaman mata menjadi lebih baik. Selain itu, sudut penglihatan pun menjadi lebih luas karena lensa menempel langsung pada mata. 


  • Baik untuk penderita mata silendris (cylinder) - Bagi pemakai kacamata silendris, softlens mengoreksi kekurangan akurasi kacamata hingga titik terendah, sehingga penglihatan pun menjadi lebih akurat. 


  • Lebih aman - Tidak seperti kacamata, ketika menggunakan soflens mata, pengguna tak perlu takut lensa akan jatuh atau pecah, tidak takut terganggu dan tetap bisa bergerak bebas. Oleh karena itu, penggunaannya relatif lebih aman.


  • Softlens tidak meninggalkan bekas pada hidung, tidak ada tekanan yang dirasakan pada telinga atau pangkal hidung dan tidak ada benda yang mengganjal di bagian wajah. 



Adapun kekurangan softlens antara lain:

  • Ketika memakai softlens biasanya muncul rasa kering. Ini diakibatkan karena kadar air pada softlens Anda berkurang. Hal ini dapat memicu terjadi peradangan dan iritasi pada mata, seperti mata merah, terasa perih, sulit membuka kelopak mata, penglihatan buram atau mata terasa mengganjal.


  • Kekurangan oksigen - Terlalu lama atau terlalu ketat memakai Softlens bisa membuat mata kekurangan oksigen. Oksigen tidak dapat masuk pada kelopak mata karena terhalang oleh softlens yang digunakan. Akibatnya bisa menyebabkan iritasi dan komplikasi pada mata. 


  • Relatif mahal - Memang tidak bisa dipungkiri, untuk mendapatkan kualitas softlens dengan tingkat keamanan yang baik , maka harga yang dibayarkan akan semakin mahal. Jangan sembarang memilih softlens atau terkecoh dengan harga yang murah. Pastikan menggunakan softlens yang memiliki kualitas UV, dan sebaiknya pilih softlens yang memiliki kadar air yang tinggi dan lembut, hindari softlens yang kaku. 


  • Softlens harus dilepas sebelum tidur dan sebelum berenang untuk mengurangi risiko iritasi dan infeksi. 


  • Softlens memerlukan perawatan khusus agar tidak cepat rusak dan tidak terkena bakteri. Anda tidak dapat melepas softlens di sembarang tempat dan menaruhnya begitu saja. Perlengkapan softlens harus dibawa kemanapun Anda pergi, seperti tempat softlens, obat tetes mata, dan cairan khusus softlens. 


Kelebihan dan kekurangan Kacamata




Adapun beberapa kelebihan kacamata dibanding softlens adalah:

  • Perawatan kacamata jauh lebih mudah, Anda bisa melepasnya langsung dimanapun Anda mau. Cara membersihkannya pun tidaklah sulit. Jika kotor, Anda bisa langsung melepasnya dan membersihkannya dengan kain bersih atau tisu. 


  • Berbeda dengan softlens, menggunakan kacamata sangat minim risiko terkena iritasi. Sebab, kacamata hanya dibiarkan menggantung di bagian wajah sehingga tidak mengganggu aliran oksigen ke kornea. Anda akan terhindar dari resiko mata kering. 


  • Lebih hemat


  • Dengan beragamnya frame kacamata dan bentuk lensa kacamata saat ini, maka penggunaan kacamata juga dapat menunjang penampilan Anda. Anda bisa bereksplorasi dengan warna-warna frame kacamata, atau bereksplorasi dengan bentuk lensa kacamata yang semakin modern. 


Namun tidak dapat dipungkiri, penggunaan kacamata juga memiliki kekurangan dibanding softlens. 


Efek buruk yang biasa terjadi dari pemakaian kacamata adalah:

  • Timbulnya kantung mata 
  • Timbulnya flek di penyangga hidung atau tulang hidung 
  • Mata akan terasa berat apabila tidak dipakaikan kacamata  
  • Terkadang timbul rasa pusing. Rasa pusing ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Penyebab yang paling sering adalah kacamata Anda memiliki nilai minus yang terlalu tinggi. Perbedaan minus antara mata kanan dan mata kiri yang terlalu besar juga dapat menyebabkan rasa sakit kepala.
  • Penggunaan kacamata juga tidak sebebas softlens yang bisa dipakai kapan saja dalam aktivitas apapun. Terkadang Anda harus melepaskan kacamata yang Anda pakai ketika ingin melakukan aktivitas tertentu 


Lantas, Lebih Aman Memakai Softlens atau Kacamata?


Softlens memang memiliki keunggulan karena lebih praktis dari sisi desain. 

Namun, banyak hal yang harus Anda ketahui dan pelajari ketika menggunakan softlens. 


Biasanya dokter akan lebih menyarankan untuk menggunakan kacamata dibanding penggunaan softlens. Alasannya memang tidak berlebihan, karena faktanya penggunaan kacamata jauh dari resiko terkena iritasi dan penyakit mata lainnya, meskipun terkadang kacamata terasa kurang nyaman jika digunakan. 


Sementara softlens memang memiliki resiko yang cukup tinggi terhadap terjadinya iritasi dan infeksi mata, apalagi jika softlens tersebut dipakai dan disimpan dengan cara yang tidak benar.



Namun, jika Anda memang benar ingin menggunakan softlens sebaiknya Anda harus memahami cara memakai softlens yang baik dan benar. 


Berikut langkah-langkahnya:



  • Sebelum memakai softlens, sebaiknya cuci tangan dengan sabun anti-septik untuk membersihkan tangan dari kuman dan bakteri, lalu keringkan. Sebaiknya Anda tidak menggunakan body-lotion sebelum memakai softlens.


  • Perhatikan terlebih dahulu apakah softlens dalam keadaan terbalik atau tidak, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan ketika memasang softlens. Pastikan juga softlens tidak dalam kondisi rusak, tidak robek, dan tidak ada kotoran yang menempel.   


  • Letakan softlens pada ujung jari telunjuk Anda lalu dekatkan pada mata, kemudian gunakan jari tengah Anda untuk menarik kebawah kelopak mata. Selain cara tersebut, ada juga beberapa orang ketika memasang softlens menggunakan tangan yang lain untuk mengangkat kelopak mata ke atas.


  • Kemudian setelah mata terbuka, lihat keatas, lalu tempelkan secara perlahan-lahan softlens yang ada pada ujung jari telunjuk tadi secara perlahan dan hati-hati. 



Anda juga harus memperhatikan dan mengganti cairan pembersih dan cairan penyimpan secara berkala, karena jika tidak rutin diganti kuman atau bakteri dapat berkumpul di softlens. Selain itu perhatikan juga batas waktu pemakaian softlens. Karena penggunaan softlens secara terus menerus tanpa memperhatikan batas pemakaian dapat menyebabkan iritasi mata atau infeksi kornea.


Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, maka banyak yang berpendapat bahwa penggunaan kacamata jauh lebih aman daripada pemakaian softlens. Selain itu ketika menggunakan kacamata tidak tejadi kontak langsung dengan kornea, sehingga terjadinya iritasi atau infeksi kornea sangatlah kecil. Namun, semua pilihan ada di tangan anda. 


Apapun yang Anda pilih, baik itu menggunakan kacamata atau memakai softlens semuanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilih dengan bijak, bukan karena terbawa dengan lingkungan sekitar atau sekedar ikut-ikutan saja. Saya yakin Anda cukup cerdas untuk memilih yang terbaik bagi kesehatan mata Anda sendiri. Selamat Mencoba!


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang