Mana yang lebih baik untuk kulit, krim perontok bulu atau waxing?

Dilihat 2,34 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pada tubuh kita tentunya ada bulu-bulu atau rambut-rambut yang tumbuh di kulit, fungsi sebenarnya adalah untuk melindungi kulit kita, namun tak sedikit orang yang malah ingin menghilangkannya, terutama bulu kaki. Alasannya bermacam-macam mulai dari kecantikan hingga alasan kebersihan karena bagaimana pun kaki yang mulus tanpa bulu lah yang dianggap bersih dan cantik oleh mayoritas orang. Ada banyak cara menghilangkan bulu kaki tersebut dan metode yang cukup umum digunakan adalah waxing dan penggunaan krim atau obat perontok bulu. Tentu keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun yang manakah yang lebih ramah kepada kulit kita? Sebelum saya menjawabnya, saya akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan keduanya.





Perbedaan Waxing dan Penggunaan Obat Perontok Bulu


1. Waxing

Waxing adalah salah satu jenis perawatan kulit yang paling sering dilakoni oleh banyak orang. Untuk mendapatkan kulit yang mulus dan bersih, waxing merupakan saah satu cara yang praktis. Banyak orang masih belum benar-benar memahami atau mengetahui fakta dan informasi mengenai waxing walaupun ini merupakan salah satu metode perawatan tubuh yang cukup umum. Walaupun terdengar sepele, pengetahuan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum dan setelah waxing, juga prosedur waxing yang benar seharusnya dipahami oleh setiap orang, terutama jika orang tersebut ingin melakukan metode ini. Waxing adalah metode penghilangan rambut semi permanen dengan teknik mencabut rambut dari akarnya. Rambut yang telah di-wax memerlukan dua hingga sembilan minggu untuk tumbuh kembali. Beberapa bagian tubuh yang biasanya menjadi are yang di-wax adalah alis, wajah, bikini, ketiak, lengan, punggung, perut dan kaki.




Cara kerjanya: Lilin panas (tapi tidak terlalu panas) dioleskan pada area tubuh yang ingin dihilangkan bulunya lalu ditarik pada arah yang berlawanan dari arah tumbuhnya bulu untuk menarik bulu sampai ke akarnya. Cara ini sangat baik untuk area kaki, ketiak dan paha dan sangat cocok bagi mereka dengan bulu yang lebat dan gelap yang biasanya sulit untuk disingkirkan.


Kelebihan: Dibanding dengan memotong atau mencukur rambut di tubuh Anda dengan alat cukur, cara waxing lebih cepat dan menghemat waktu. Jika Anda mencukur dengan alat cukur, rambut yang tumbuh berikutnya menjadi lebih kaku dibanding sebelumnya dan hal ini pasti ana membuat Anda kesal dan merasa tidak nyaman. Dengan proses yang cepat, metode ini menghilangkan rambut di tubuh Anda hingga ke akar-akarnya, bahkan rambut-rambut halus dan kecil pun dapat ikut terangkat dengan efektif. Karena akarnya tercabut, bagian tubuh Anda akan mulus bebas bulu untuk jangka waktu yang relatif lebih lama dibanding dengan mencukur. Proses pertumbuhan rambut baru nanti akan sangat lambat karena lapisan kulit harus menumbuhkannya dari akar lagi. Tak hanya cepat dan efektif, waxing juga mampu mengangkat sel-sel kulit mati. Kulit kering dan juga kotoran-kotoran yang menempel pada kulit akan ikut terangkat sehingga kulit akan terasa begitu halus dan bersih setelahnya.


Kekurangan: Agar efektif, rambut harus tumbuh setidaknya seperempat inchi agar dapat melekat pada lilin. Jenis perawatan ini dapat terasa sangat menyakitkan, karena bulu benar-benar dicabut sampai ke akarnya, tapi kalau sering dilakukan, lama-lama sakitnya akan berkurang. Resiko iritasi juga selalu ada karena bisa saja kulit Anda tidak cocok dengan wax yang digunakan atau kulit Anda sangat sensitif. Ada pun resiko waxing lainnya adalah bisa membuat bulu tumbuh ke dalam. 


Biaya yang dibutuhkan: Biaya untuk waxing profesional sekitar empat ratus hingga sembilan ratus ribu rupiah, tergantung area mana yang mau dihilangkan bulunya dan salon yang Anda pilih. Namun, Anda juga bisa membeli wax atau waxing strip yang umum dijual di pasaran mulai harga delapan puluh lima ribu rupiah.


Tips: Noemi Grupenmager, pendiri dan CEO dari Uni K Wax Center mengingatkan, "Jangan minum dan waxing. Beberapa orang melakukan waxing setelah minum alkohol karena mereka berpikir alkohol akan mengurangi rasa sakitnya, namun alkohol mengecilkan pori-pori dan membuat waxing terasa semakin sakit."

Minuman stimulan seperti kopi juga dapat meningkatkan sensitifitas kulit. Grupenmager juga mengatakan untuk memilih salon yang menggunakan lilin yang berkualitas. Semakin baik kualitas lilinnya, rasa sakitnya akan semakin berkurang. Selain itu, pastikan metode waxing yang benar-benar cocok dengan kulit karena bisa terjadi resiko iritasi pada kulit jika kulit Anda sensitif atau wax Anda pilih ternyata tidak cocok dengan kulit Anda. Karena rasa sakit yang harus dialami ketika melakukan waxing, banyak wanita lebih memilih cara menghilangkan bulu kaki yang lebih tradisional yakni mencukur bulu daripada melakukan metode ini. Selain itu ada baiknya sebelum menjalani waxing, pastikan rambut halus sudah tumbuh minimal satu sentimeter. Jangan lupa, bagian tubuh yang hendak di waxing tidak dalam keadaan iritasi atau luka.  Sesungguhnya tidak ada larangan khusus untuk wailayah kulit yang ingin di-waxing. Tapi lebih baik, Anda tidak memakai pelembap, moisturizer atau body lotion sebelum melakukan prosedur waxing. Kalau pun sudah terlanjur dipakai, sebaiknya dibersihkan dahulu sebelum proses waxing.


2. Obat Perontok Bulu

Obat atau krim perontok bulu menggunakan bahan kimia untuk melemaskan akar rambut jadi Anda bisa mencabut bulu dengan efektif. Cara menghilangkan bulu kaki ini sangat baik bagi mereka yang ingin untuk menyingkirkan bulu dengan cepat, mudah, dan tanpa rasa sakit. Cara ini paling sering digunakan untuk menyingkirkan bulu di area wajah, paha, dan ketiak.




Cara kerjanya : teteskan obat atau oleskan krim pada daerah yang bulunya ingin Anda hilangkan. Setelah beberapa saat, bulu-bulu tersebut akan rontok dengan sendirinya atau dapat disingkirkan dengan mudah.


Kelebihan: Dapat dilakukan di rumah dan menghilangkan bulu sampai ke bawah permukaan kulit, yang membuat pertumbuhan bulu baru menjadi lebih lembat dan lebih sedikit dibanding bercukur. Harganya pun relatif lebih murah jika dibandingkan dengan waxing.




Kekurangan: Bahan kimia yang ada dalam produk - produk ini dapat menimbulkan iritasi pada kulit yang sensitif, terutama di area-area yang lembut. Krim ini memiliki bau yang tidak enak dan dapat menyebabkan bulu tumbuh ke dalam.


Biaya yang harus dikeluarkan: sekitar 60-130 ribu per botol.


Tips: Pilihlah krim atau obat yang dibuat untuk area tertentu yang ingin Anda hilangkan bulunya - Anda juga bisa menyalakan aroma terapi di kamar mandi untuk mengurangi bau tidak sedap dari produk ini. Selain itu, lebih aman jika Anda memilih produk yang sudah diakui pemerintah atau menggunakan produk berbahan herbal untuk mengurangi resiko iritasi.


Pada akhirnya, mana yang lebih baik dari kedua metode ini sangat tergantung dari Anda sendiri. Waxing memang lebih mahal, apalagi jika dilakukan oleh tenaga profesional, namun hasil yang Anda dapatkan tentunya maksimal dan resiko tak diinginkan pun sedikit, walau memang menyakitkan. Sementara penggunaan obat atau krim perontok bulu memang tidak menyakitkan dan biayanya pun lebih murah, tapi jika Anda tidak teliti dalam memilihnya, Anda bisa membahayakan kulit Anda sendiri karena zat kimia di dalam produk seperti ini cukup riskan jika diaplikasikan pada kulit tanpa mengetahui betul sensitivitas kulit Anda.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang