Mana yang lebih parah? Bronkitis atau Pneumonia?

Dilihat 17,5 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jumlah perokok di Indonesia termasuk banyak, terlebih jika dibanding dengan negara-negara lain harga rokok di sini tergolong murah. Padahal, resiko dari merokok tak sebanding dengan kenikmatan yang dirasakan. Kebiasaan seperti merokok, juga lingkungan tempat tinggal yang tidak baik juga merupakan pemicu munculnya penyakit pada tubuh, terutama bagian pernafasan. Tentunya paru-paru pun rentan terserang penyakit. Ada beraneka ragam penyakit yang dapat menyerang paru-paru dan tentunya karena merupakan salah satu organ vital, penyakit  paru-paru sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Selain kanker, penyakit paru-paru yang sering menjadi penyebab kematian adalah bronkitis dan pneumonia. Berikut saya akan memaparkan mengenai kedua penyakit ini.



Penyakit Paru-Paru: Bronkitis dan Pneumonia


1. Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah sebuah kondisi ketika saluran bronkus yang berfungsi sebagai saluran pernapasan utama di mana udara mengalir sebelum menuju paru-paru mengalami peradangan. Bronkus sendiri adalah sebuah saluran pernafasan berbentuk seperti pipa yang memiliki fungsi untuk membawa udara dan oksigen ke paru-paru. Saat seseorang menderita penyakit bronkitis, biasanya akan muncul gejala seperti batuk-batuk yang biasanya berdahak tebal berwarna kuning kehijauan, sementara gejala lain bisa berupa demam, pusing, kelelahan dan sebagainya. Bronkitis adalah penyakit di mana bronkus meradang dan hal ini mengakibatkan permukaan bronkus menjadi bengkak (menebal) dan disertai dengan meningkatnya pengeluaran dahak yang menyebabkan saluran pernafasan menyempit dan pada akhirnya membuat penderitanya mengalami sesak nafas. Pada umunya, bronkitis merupakan penyakit yang bersifat ringan dan biasanya akan sembuh dengna sendirinya dalam jangka waktu sepuluh hingga empat belas hari. Meski termasuk dalam penyakit ringan, penyakit bronkitis isa menjadi sangat mengganggu di beberapa kesempatan, terlenih jika disertai sesak napas, dada terasa memberat, dan batuk berkepanjangan.




Tergantung dari berapa lama berlangsungnya penyakit ini, bronkitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Ketika peradangan yang terjadi pada bronkus karena terjadi infeksi dan iritasi saluran pernapasan dan muncul gejala batuk-batuk, baik berdahak maupun tidak, yang berlangsung selama kurang dari enam minggu, ini tergolong dalam bronkitis akut. Namun jika peradangan yang terjadi pada bronkus berlangsung dalam waktu yang lama dan berkesinambungan akibat bronkus akut yang sudah berulang kali terjadi atau akibat terpapar partikel gas beracun secara berkelanjutan dan terus-menerus, sehingga penderita mengalami bati berdahak yang berlangsung dalam jangka waktu lebih dari enam minggi, ini termasuk ke dalam bronkitis kronis. Dikarenakan adanya perubahan (proses mutasi) pada jaringan paru, pada bronkitis kronis gejala menjadi lebih parah dan berlangsung lebih lama.


Beberapa gejala bronkitis adalah batuk, demam, sesak napas, dan rasa berat di dada. Pada awalnya penderita akan mengalami batuk tidak berdahak, namun dalam satu atau dua hari akan mulai keluar dahak berwana putih atau berwarna kuning, lalu dahak yang keluar akan terus bertambah menjadi semakin banyak, bahkan tak jarang bisa berubah menjadi batuk berdarah dan kondisi ini berlangsung selama dua hingga tiga minggu. Hal ini terjadi akibat iritasi saluran napas. Sementara demam ringan biasanya terjadi selama tiga hingga lima hari. Ketika terjadi penyumbatan pada saluran pernapasan karena jumlah dahak yang banyak tadi, penderita bisa mengalami sesak napas dan rasa berat di dada. Sesak dapat yang terjadi terkadang disertai bunyi mengi atau “ngik”, terutama setelah batuk.




Pada umumnya, bronkitis adalah penyakit yang terjadi karena adanya infeksi dan iritasi pada saluran napas. Biasanya penyebab bronkitis adalah infeksi saluran pernapasan oleh virus, yang paling umum oleh virus influenza A dan influenza B, RSV, parainfluenza, rhinovirus, adenovirus maupun coronavirus. Sementara bakteri yang biasanya menginfeksi saluran pernapasan dan menyebabkan bronkitis adalah Streptococcus pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, Moraxella catarrhalis, dan Haemophilus influenzae. Perokok baik aktif maupun pasif memiliki kemungkinan yang cukup tinggi untuk terserang bronkitis kronik dikarenakan zat-zat yang dikandung oleh rokok itu sendiri dan juga zat-zat yang terkandung di dalam asapnya. Udara yang terpolusi juga merupakan salah satu faktor yang dapat memicu bronkitis. Tubuh memerlukan udara bersih, namun jika seseorang terus-menerus menghirup udara yang kotor dan tercemar oleh asap kendaraan, asap pabrik, bahan kimia, asap tembakau, atau asap kebakaran hutan resiko terserang bronkitis bagi orang tersebut lebih tinggi.


2. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada salah satu atau kedua paru-paru yang menyebabkan inflamasi pada kantong-kantong udara di dalamnya dan terkadang juga disebut dengan istilah paru-paru basah. Pada seorang penderita pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan di dalam paru-paru mengalami pembengkakan dan dipenuhi cairan. Penyakit ini juga sering disebut bronkopneumonia, pneumonia lobular, dan pneumonia bilateral. Pada umumnya, pneumonia bisa ditandai dengan gejala-gejala yang meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas.




Bakteri yang paling umum menyebabkan pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Namun, masih ada penyebab pneumonia lainnya seperti virus, jamur, dan objek asing. Sebagian virus pemicu flu atau pilek juga bisa menyebabkan pneumonia. Pneumonia ini paling sering dialami oleh balita. Sementara pneumonia akibat jamur paling sering dialami oleh orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun atau penyakit kronis. Selain itu terdapat jenis pneumonia yang disebut pneumonia aspirasi. Ini merupakan jenis pneumonia yang dipicu karena pengidap menghirup objek asing, misalnya makanan atau minuman, muntah, atau ludah. Tempat dan kondisi lokasi penularan juga mampu mempengaruhi jenis kuman penyebab pneumonia karena kuman tersebut bisa bermutasi sesuai dengan lingkungan di mana ia tumbuh. Misalnya, kuman penyebab pneumonia yang didapat dari lingkungan umum berbeda dengan pneumonia yang didapat dari rumah sakit karena kemungkinan mutasi yang terjadi pada kuman tersebut.


Semua orang bisa terserang penyakit ini. Tetapi, pneumonia umumnya ditemukan dan berpotensi untuk bertambah parah pada bayi serta anak-anak di bawah usia 2 tahun, lansia di atas 65 tahun,dan  perokok. Rokok tak hanya meningkatkan risiko pneumonia, tapi juga beragam penyakit lain. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya pengidap HIV atau orang yang sedang menjalani kemoterapi atau pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), juga pasien di rumah sakit, terutama yang menggunakan ventilator rentan terserang penyakit ini.


Gejala pneumonia bisa sangat bermacam-macam, berdasarkan tingkat keparahannya. Perbedaan gejala tersebut bisa terjadi karena adanya perbedaan pada jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Walau begitu, gejala-gejala umum yang muncul normalnya adalah demam, berkeringat dan menggigil, batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau, atau disertai darah, napas terengah-engah dan pendek, rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk, mual atau muntah, dan diare. Diagnosis pneumonia terkadang sulit dilakukan karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala yang dialami serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.



Mungkin yang Anda maksud adalah gejala penyakit apa yang paling atau lebih berbahaya. Kenyataannya , kedua penyakit ini datang dari tempat yang sama, keduanya datang dari saluran pernafasan dan menyebakan batuk-batuk, sakit pada dada, dan mengeluarkan ingus atau cairan yang banyak. Jika imun tubuh anda tidak bisa menghadapi ini , maka virus itu akan menjalar ke paru-paru dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.


Kedua penyakit ini sama berbahayanya. Bronkitis adalah penyakit yang bisa membuat orang tidak bisa bernafas dan menghambat saluran udara dan membuat orang meninggal. Pneunomia sangat berbahaya juga karena dapat membuat orang kekurangan oksigen saat bernafas dan membuat orang tersebut lemas dan akhirnya meninggal. Keduanya membuat penderitanya kesulitan bernafas sehingga mati lemas.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang