Apakah pegawai restoran makan makanan sisa?

Dilihat 1,13 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

makanan sisa di restoran


Hampir semua orang pasti pernah makan di restoran, benar tidak? Makan di restoran memang sudah seperti kebiasaan atau gaya hidup bagi kebanyakan pemuda milenial. Ditambah lagi saat ini ada banyak kafe atau tempat makan yang unik dan kekinian, pasti rasanya wajib untuk mencoba bersama teman atau keluarga.


Terkadang, porsi di restoran atau tempat makan tersebut tidak sesuai dengan porsimu dan kamu tidak dapat menghabiskannya. Atau terkadang kamu memesan makanan bukan karena lapar, namun hanya karena 'ingin' saja, iya kan? :D


Nah, apa yang biasanya kamu lakukan dengan makanan sisa di restoran tersebut? Sebagian orang membungkusnya dan membawanya pulang untuk dimakan lagi lain waktu. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar orang meninggalkannya begitu saja.


Apakah makanan sisamu itu akan dibuang oleh pegawai restoran? Tentu saja hanya para pegawai yang tahu apa yang akan mereka lakukan dengan sisa makanan tamu restoran tersebut.


Mungkin kamu saat ini penasaran, apa yang dilakukan dengan makanan sisa di restoran karena sering kita lihat bahwa terkadang makanan sisa itu bukan 'sisa' sampah, namun makanan yang baru dimakan beberapa suap dan langsung ditinggalkan begitu saja.


Saya mengenal beberapa orang yang bekerja di restoran, di bawah ini saya telah merangkum pengalaman mereka untuk menjawab pertanyaanmu!



Pegawai Restoran dan Makanan Sisa Tamu


sisa makanan tamu restoran


Tidak ada jawaban yang pasti untuk menjawab rasa penasaranmu ini karena setiap restoran, manajer, dan pemilik restoran memiliki kebijakan yang berbeda mengenai makanan sisa di restoran mereka.


Untuk franchise makanan cepat saji seperti McDonald's, KFC, dan PizzaHut, mereka memiliki kebijakan yang sebagian besar sama di seluruh area, tergantung pada apakah mereka bisa mengadaptasinya atau tidak. 

KFC di Inggris memberikan makanan sisa di restoran mereka kepada komunitas setempat (Hunger Bank) yang kemudian menyalurkannya pada gelandangan. Hal ini tentu tak bisa dilakukan di Indonesia karena kita belum memiliki gerakan serupa.


Dari pengalaman saya makan di sebuah kedai dumpling di salah satu mall besar di Bandar Lampung, saya melihat ketika seorang pegawai membereskan meja pengunjung yang baru pergi. Sang pengunjung meninggalkan setengah gelas susu, sang pegawai mengambil gelas itu, mengganti sedotannya dan meminumnya sambil berjalan ke belakang.


Saya agak kaget karena ia menghabiskan sisa makanan tamu restoran, tapi mungkin kebijakan pemilik kedai mengizinkan pegawai melakukan apapun terhadap makanan sisa pengunjung.


Lain tempat lain pula kebijakannya.


Seseorang yang dulu bekerja di restoran di Disney Land Florida pernah bercerita tentang pengalamannya sebagai seorang pelayan. Disney Land disebutkan sebagai tempat yang sangat ketat peraturannya, lho!


sisa makanan tamu restoran


Ia menceritakan pengalamannya ketika melayani segerombolan pengunjung dari Arab, ada 8 orang jumlahnya. Semua orang ini memesan makanan steak t-bone yang merupakan makanan dengan harga termahal di sana.

Namun tanpa sengaja mereka melihat seekor kecoa di lantai (ini adalah restoran terbuka dan serangga di Florida adalah hal umum), mereka merasa jijik dan pergi tanpa menyentuh makanan mereka sama sekali.


Nah, apa yang dilakukan oleh para pegawai?


Kebijakan Disney Land adalah membuang semua makanan yang telah keluar dan tidak boleh dimakan pegawai meskipun belum disentuh sama sekali oleh tamu!


Dengan berat hati mereka terpaksa membuang makanan super mahal itu, karena jika melanggar, mereka bisa dipecat. Sebelumnya pernah ada pegawai yang memakan sebuah kentang goreng dan langsung dipecat. Mungkin ada penyebab lain, tapi kentang goreng inilah yang menjadi alasan pemecatannya.


Tapi kentang goreng memang sangat menggoda, apalagi makanan Indonesia yang enak-enak :D


Lain lagi dengan kebijakan di restoran kecil yang tidak disebutkan namanya,


Restoran tidak memiliki kebijakan yang mengatur soal makanan sisa di restoran dan membebaskan pegawai untuk melakukan apa saja, asal tidak menjualnya kembali.


Sumber lain menceritakan pengalamannya ketika bekerja sebagai koki di sana ketika ia berkuliah dan kesulitan uang. Para pelayan rekan kerjanya biasa menyisihkan sisa makanan tamu yang masih bersih agar ia bisa mendapatkan makan siang dengan gratis.


Jijik? Tentu tidak, karena mereka hanya mengambil sisa makanan yang bersih dan disisihkan ke piring lain. Selain itu desakan ekonomi membuat mereka tidak memiliki pilihan lain, tidak bisa memilih makanan yang sehat dan seimbang.


Dunia kuliner memang unik, namun tidak semua pegawainya pernah mencicipi apa yang mereka jual dan tidak semua memiliki cukup uang untuk membeli makanan.


Orang lain bercerita, ia senang 'menyelundupkan' sisa makanan pengunjung yang kering dan berupa gorengan ke kantongnya ketika membersihkan meja dan bersembunyi di suatu tempat untuk memakannya sambil beristirahat sejenak. Hidup ini keras sekali, kan?


Meskipun demikian, sebagian besar restoran mewajibkan pegawai untuk membuang makanan sisa di piring tamu, karena tidak layak untuk dimakan dan bisa jadi berbahaya karena kita tidak tahu apa yang dilakukan tamu dengan makanan di piringnya tersebut.



Pegawai Restoran dan Makanan Sisa di Dapur



Lain lagi perlakuan untuk makanan yang tersisa di dapur. Makanan sisa di dapur adalah masakan koki yang tidak bisa diberikan kepada tamu, biasanya karena gosong, terlalu banyak, salah pesanan, dan rasanya gagal.


Di restoran dengan bintang Michelin, makanan sisa jenis apapun harus dibuang, tidak ada yang boleh memakannya. Harga makanan di sana sangat mahal, dan hal ini dimaksudkan untuk menjaga koki agar tidak melakukan kesalahan saat memasak.


Tapi di restoran biasa seperti kafe kecil atau kedai, biasanya mereka membebaskan pegawainya untuk makan makanan yang tidak bisa dijual karena lebih baik dimakan, toh makanan itu juga akan berakhir di tempat sampah.


Namun jangan salah, ada juga restoran kecil yang tetap tidak mau memberikan makanan sisa di dapur kepada para pegawainya. Seseorang bercerita, pemilik restoran memecat manajernya karena memberikan makanan sisa kepada seorang pegawai. Si pemilik beranggapan lebih baik makanan tersebut dibuang daripada diberikan kepada pegawainya.


makanan sisa di restoran


Untuk restoran cepat saji seperti KFC atau McDonald's, hampir tidak ada kejadian makan makanan sisa dari piring tamu karena tamu makan menggunakan tangan, tidak ada sisa makanan bersih. Namun, mereka memiliki banyak sisa di dapur.


Kenapa demikian? Karena KFC selalu menggoreng ayamnya per batch, jadi ketika restoran sudah mendekati waktu tutup dan datang seseorang memesan ayam goreng, maka koki harus menggoreng seluruh batch yang berisi sekitar 20 potong ayam meskipun si pelanggan hanya ingin beli sepotong.


Seorang mantan manajer KFC bercerita mengenai kebijakan KFC soal sisa makanan di restoran atau dapur. Ada 4 hal yang akan dilakukan pada makanan tersebut, misalnya:


  1. Disuwir-suwir atau dipotong untuk dicampur di masakan lain seperti cream soup atau chicken fillet.
  2. Dibekukan lagi dan didonasikan ke tuna wisma.
  3. Diberikan kepada staf yang bertugas hari itu.
  4. Dibuang begitu saja.

Lagi-lagi tidak ada jawaban pasti untuk hal ini, karena setiap tempat benar-benar menanganinya dengan cara yang sangat berbeda.


--


Bagaimana, apakah ini menjawab rasa penasaranmu?


Cerita setiap orang sangat berbeda, karena peraturan tiap tempat dan kisah hidup masing-masing yang sangat berbeda. Ada beberapa orang yang kurang beruntung, harus mencari cara untuk berhemat dan terpaksa makan makanan sisa di restoran.


Namun itu semua adalah bagian dari perjuangan hidup, maka bersikap baiklah pada semua orang!

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang