Mengapa ada tengkorak di lukisan: "Pemandangan Jatuhnya Icarus"? Apakah artinya?

Dilihat 1,17 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Arti Simbol Tengkorak


Rasanya sebagian besar orang-orang pasti pernah melihat symbol tengkorak. Dalam Legenda Yunani Kuno, Simbol tengkorak awalnya digunakan pada bendera kapal bajak laut oleh para perompak pada abad 13. Umumnya para bajak laut tersebut akan menaikkan bendera tengkorak dengan dasar warna hitam. Tujuannya adalah agar kapal korban bisa bersiap-siap lebih dulu dan menyerah baik-baik. Apabila kapal korban menyerah baik-baik, maka bajak laut tidak akan melakukan kekerasan terhadap kapal korbannya.


Kemudian seiring berjalannya waktu, pada saat perang dunia II, simbol tengkorak meluas ke dunia militer. Mulai dari kapal perang sampai pesawat. Penggunaan bendera tengkorak di dunia militer diartikan sebagai tanda makna dari bendera tengkorak itu adalah sebagai lambang keberanian, ketabahan dan keteguhan hati setelah menyelesaikan misi di medan perang. Misi yang dijalankan umumnya adalah misi yang berbahaya dan menantang maut sehingga ketika kembali ke pangkalannya, kapal-kapal perang mengibarkan bendera tengkorak sebagai tanda keberhasilan menjalankan misi mereka.


Lalu dewasa ini Penggunaan bendera tengkorak sering digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari komunitas dan beberapa digunakan sebagai kreasi seni. Kebanyakan gambar tengkorak digunakan sebagai lambang grup musik oleh grup band beraliran thrash metal semacam: Megadeath, Sepultura, Metallica, dan lainnya.


Bukan hanya kreasi seni musik, para pelukis pun tak ketinggalan menggunakan tengkorak pada lukisannya. Contohnya pelukis terkenal di dunia asal Spanyol yang mengenalkan aliran kubisme, Pablo Picasso.


Dalam dunia seni, simbol tengkorak mempunyai mitos tersendiri. suatu mitos adalah kisah suci yang biasanya menjelaskan bagaimana dunia maupun manusia dapat terbentuk seperti sekarang. Masing- masing mempunyai perbedaan lukisan tersendiri. Sebagaimana mitologi Yunani kuno yang menceritakan dewa-dewa pembentuk dunia beserta kejadian-kejadian penting di kerajaan dewa tersebut sebelum menciptakan dunia ini. Mitologi yang digambarkan dalam cerita tersebut sangatlah realistis, meskipun dalam pengertian yang sangat luas istilah tersebut dapat mengacu kepada cerita tradisional.


Mitologi adalah sebuah kajian tentang mitos ataupun cerita legenda yang tersebar di lingkungan masyarakat ataupun sebuah himpunan atau koleksi mitos-mitos dari cerita masyarakat tertentu. Dalam sebuah kepercayaan,. Sebagaimana legenda Yunani kuno, pelaku-pelakunya adalah manusia dan meskipun kejadiannya dianggap benar-benar terjadi, dapat mengandung kisah makhluk supranatural (dewa, setan, dan lain-lain) dan kejadian luar biasa (kutukan, keajaiban, dan sebagainya) seperti pada mitologi. Biasanya latar pada legenda adalah masa-masa pada saat manusia sudah ada dan dikaitkan dengan sejarah dan asal mula suatu tempat.


Kebanyakan dewa bangsa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya, yang mungkin lebih dari satu. Dewa-dewi ini kadang-kadang membantu manusia, dan bahkan menjalin hubungan cinta dengan manusia yang menghasilkan anak, yang merupakan setengah manusia setengah dewa. Anak-anak itulah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan. 


Semua cerita tersebut merupakan legenda Yunani kuno yang disampaikan dari masa-kemasa dan diabadikan sebagai karya sastra dan juga artistik.

Mitologi Yunani kuno secara eksplisit terdapat dalam kumpulan cerita dan karya seni Yunani Kuno, seperti pada lukisan, vas dan benda-benda ritual untuk dewa lainnya. Mitologi Yunani menjelaskan asal mula dunia serta menceritakan kehidupan dan petualangan berbagai dewa, dewi, pahlawan, dan makhluk-makhluk mitologi. Mitologi Yunani pada awalnya disebarkan melalui tradisi lisan yang diceritakan secara turun-temurun kemudian dideskripsikan menggunakan karya sastra yang melegenda. Saat ini sebagian besar informasi mengenai mitologi Yunani diperoleh dari sastra Yunani.



Dalam cerita legenda Yunani kuno dikenal sosok Icarus, manusia yang memiliki sayap dan mampu terbang seperti burung elang. Menurut keterangan mitologi Yunani, Icarus adalah putra dari seorang pengrajin ahli bernama Daedalus. Kisah tersebut menceritakan bahwa Icarus berusaha melarikan diri dari Kreta (sebuah kota dalam mitologi yunani kuno) dengan cara terbang menggunakan sayap terbuat dari bulu dan lilin yang diciptakan oleh ayahnya.


Mengenai legenda ini, seorang seniman menggambarkan peristiwa jatuhnya Icarus melalui sebuah lukisan. Dalam lukisan tersebut tergambar sebuah pemandangandari sudut pandang sebuah pulau yang memiliki peradaban berkembang. Pada lukisan tersebut terlihat sebuah peristiwa jatuhnya seorang manusia yang memiliki sayap terjatuh diantara sebuah kapal besar dan tepian pantai. Jika dilihat sekilas lukisan tersebut menunjukkan adanya beberapa orang yang sedang beraktifitas seperti berladang, berternak dan menggembalakan domba. Namun konon katanya, pada lukisan tersebut juga terdapat gambar tengkorak yang menjadikannya sebuah misteri bagi sebagian orang.


Penjelasan Arti Tengkorak Pada Lukisan Pemandangan Jatuhnya Icarus


Dalam lukisan tersebut digambarkan ada beberapa orang yang sedang melakukan kegiatan seperti membajak, menggembala dan dan memancing disebuah pulau yang dekat dengan pemukiman. Pada sudut kanan bawah lukisan tersebut terlihat sesosok manusia yang tercebur kedalam laut dengan posisi tertelungkup dan meninggalkan bulu-bulu angsa yang berterbangan 

dibelakangnya. Kemudian terlihat ada seorang yang menyadari kejadian tersebut dan berusaha melihat dari balik semak-semak yang menghalangi pandangannya.


Lukisan pemandangan jatuhnya Icarus ini telah menginspirasi setidaknya tiga penyair untuk menulis tentang hal itu. Dalam cerita tersebut tersirat suatu kejadian yang tidak disadari, Icarus tenggelam dalam baris terakhir sebuah puisi karya William Carlos Williams, meringkas suasana keputusasaan. Kematian tragis seorang manusia yang tidak diketahui oleh seluruh dunia. "Pemandangan Kejatuhannya Icarus" menyentuh pada tragedi mitos dari Icarus.


Seperti yang kita ketahui Icarus (Putra Daedalus) melakukan penerbangan dari penjara mengenakan sayap rapuh ayahnya yang kuno baginya. Dalam penerbangannya tersebut dia melalaikan peringatan ayahnya untuk menjaga jarak terbangnya ke tengah laut dan menghindari kedekatan dengan matahari. Namun melambungnya rasa bahagia Icarus membuatnya terbang terlalu dekat dengan matahari yang membara, kemudian sengatan panas matahari tersebut melelehkan sayapnya sehingga Icarus meluncur dengan cepat ke laut dan meninggal.


Menurut Brueghel, kematian Icarus terjadi pada musim semi ketika tahun itu muncul pada semua arak-arakan tersebut. Ironinya kematian Icarus selalu menjadi lambang untuk kenaikan penyair atas penerbangan dalam akhir tragedi. Penjelasan dalam gambar ini menunjukkan bahwa kematiannya terjadi tanpa diketahui di musim semi, hanya diketahui sebuah percikan di laut. Ketakutan semua penyair yang akan melewati "cukup diperhatikan" adalah sebagai puisi kuno dan tema luas. Williams menegaskan kembali tema penting dalam kehidupan seorang penyair yang selalu merasa dunia tidak pernah sepenuhnya diakui pencapaiannya.


Dari penalaran lukisan pemandangan jatuhnya Icarus diatas bisa kita simpulkan, lukisan tersebut menggambarkan kematian seseorang yang tidak dianggap. Kematian tragis sosok yang mengagumkan dengan hasil karya dan pencapaian yang tinggi. Menggambarkan sebuah kesedihan yang mendalam melihat sosok yang piawai dalam bidangnya harus tenggelam dan mati dengan tidak diketahui. Dari penjelasan tersebut semoga kita bisa memahami berbagai pesan moral yang terkandung didalamnya. Sebuah pesan moral yang mengajarkan kita untuk selalu mengapresiasi sebuah hasil karya ataupun usaha seseorang yang berjasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dunia.


Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang