Mengapa beberapa obat tekanan darah tinggi menyebabkan batuk kering kronis?

Dilihat 6,47 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1


Sebelum menjawab pertanyaan, sebelumnya akan dijelaskan mengenai apa itu penyakit tekanan darah tinggi atau yang akrab disebut dengan Hipertensi dan kemudian akan dibahas mengenai obat penurun darah tinggi.


Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi dan dapat mengakibatkan penyakit lain seperti penyakit jantung. Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong melawan dinding arteri, dari jantung yang memompa darah melalui arteri. Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah.

Tekanan darah terbagi menjadi dua angka. Tekanan sistolik adalah angka atas, dan tekanan diastolik adalah angka bawah. Keduanya tercatat sebagai mm Hg (milimeter merkuri), yang memberi tahu tinggi kolom merkuri yang meningkat karena tekanan. Tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah antara kontraksi (jantung beristirahat).

Tekanan darah normal biasanya adalah 120/80. Seseorang disebut mengidap hipertensi atau memiliki darah tinggi jika angkanya sekitar 140 mm Hg sistolik atau lebih, dan/atau 90 mm Hg diastolik atau lebih.


Seberapa umumkah hipertensi (tekanan darah tinggi)?


Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun mencapai 25,8 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, penderita hipretensi perempuan lebih banyak 6 persen dibanding laki-laki. Sedangkan yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan hanya mencapai sekitar 9,4 persen. Ini artinya masih banyak penderita hipertensi yang tidak terjangkau dan terdiagnosa oleh tenaga kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Hal tersebut menyebabkan hipertensi sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.


Hampir semua orang dapat mengalami tekanan darah tinggi. Ini adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mempengaruhi 31% populasi Indonesia. Hipertensi juga disebut “pembunuh diam-diam” karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang tapi mungkin mengakibatkan komplikasi yang mengancam nyawa macam penyakit jantung.

Jika tidak terdeteksi dini dan terobati tepat waktu, hipertensi dapat mengakibatkan penyakit arteri koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan banyak penyakit berbahaya lainnya.



Penyebab hipertensi


Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90 persen kasus yang ada. Dalam kasus di mana sama sekali tidak ada penyebab atau faktor jelas, hipertensi dikenal sebagai hipertensi primer. Ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

  • Usia. Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Faktor keturunan. Orang dengan anggota keluarga yang mengidap hipertensi memiliki risiko tinggi untuk mengalami kondisi yang sama.
  • Merokok. Rokok dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus menyempitkan dinding arteri.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Kadar oksigen dan nutrisi yang dialirkan darah akan diukur oleh tubuh sesuai dengan berat badan. Berat badan yang berlebihan akan membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, sehingga volume darah dibutuhkan lebih banyak. Volume darah yang meningkat akan meningkatkan tekanan darah.
  • Kurang olahraga. Orang yang jarang berolahraga cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat, sehingga jantung akan bekerja lebih keras. Kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.
  • Kadar garam yang tinggi dalam makanan. Kadar garam yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian akan meningkatkan tekanan darah.
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras. Kandungan alkohol dalam minuman keras dapat memicu kerusakan pada organ jantung.
  • Stres. Tingkat stres yang tinggi berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.

Sementara hipertensi yang disebabkan oleh kondisi dasar tertentu disebut hipertensi sekunder. Secara keseluruhan, 10 persen dari kasus hipertensi merupakan jenis sekunder. Beberapa penyebab di balik kondisi ini umumnya meliputi:

  • Diabetes.
  • Penyakit ginjal.
  • Kondisi yang memengaruhi jaringan tubuh, misalnya lupus.
  • Penyempitan pembuluh darah (arteri) yang mengalirkan darah ke ginjal.
  • Gangguan hormon, khususnya tiroid.
  • Obat-obatan tertentu, misalnya pil kontrasepsi, analgesik atau obat pereda sakit, obat pilek, serta dekongestan.

Penggunaan Obat Tekanan Darah Tinggi


Dalam beberapa kasus hipertensi, pasien kadang perlu mengonsumsi obat-obatan seumur hidup. Namun, jika tekanan darah telah terkendali dalam bertahun-tahun, Anda mungkin boleh menghentikan pengobatan.

Ada juga sebagian penderita yang harus mengonsumsi lebih dari satu jenis obat. Kombinasi ini biasanya diperlukan untuk mengatasi hipertensi yang lebih sulit dikendalikan. Beberapa jenis obat penurun darah tinggi yang umumnya diberikan adalah:

Dengan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, obat-obatan ACE inhibitor – penghambat enzim pengubah angiotensin – akan menurunkan tekanan darah.
Efek samping obat ini adalah batuk kering berkelanjutan. Jika efek samping ini sangat mengganggu, ada obat lain dengan fungsi sama seperti Antagonis reseptor angiotensin-2 yang kemungkinan akan disarankan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun selama mengonsumsi ACE inhibitor.


  • Calcium channel blockers

Calcium channel blockers atau obat amlodipine adalah untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Amlodipine bekerja melebarkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah. Obat amlodipine ini dapat digunakan sebagai kombinasi dari obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi atau digunakan mandiri. Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Obat ini juga mencegah kalsium tidak memasuki sel-sel otot jantung dan pembuluh darah. Obat ini akan mengendurkan arteri dan menurunkan tekanan darah. Risiko efek samping calcium channel Blockers akan meningkat jika Anda minum jus grapefruit selagi mengonsumsi.

Bagaimana dosis penggunaan obat Amlodipine ?


Dosis Dewasa Biasa untuk Angina Pektoris: 5-10 mg secara oral sekali sehari.

Dosis Dewasa Biasa untuk Penyakit Arteri Koroner: 5-10 mg secara oral sekali sehari.

Dosis Anak-anak Biasa untuk Hipertensi: 6-17 tahun: 2,5-5 mg oral sekali sehari. Catatan: Dosis lebih dari 5 mg sehari belum diteliti pada pasien anak.

  • Diuretik

Diuretik juga dikenal sebagai “pil air” yang berfungsi untuk membuang sisa air dan garam dari dalam tubuh melalui urine.


  • Beta-blockers

Jantung akan berdetak lebih lambat dan dengan tenaga lebih sedikit jika Anda mengonsumsi obat-obatan jenis beta-blockers (penghambat beta) sehingga akan mengurangi tingkat tekanan darah.

Senantiasa bicarakan dengan dokter Anda sebelum berhenti mengonsumsi beta-blockers. Efek samping yang berbahaya bisa muncul jika konsumsi dihentikan secara tiba-tiba. Contoh efek sampingnya adalah peningkatan tekanan darah atau serangan angina (angin duduk).


  • Alpha-blockers

Alpha-blockers (penghambat alfa) digunakan untuk melemaskan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah dalam pembuluh darah. Efek samping yang umumnya muncul meliputi pingsan saat penggunaan pertama, sakit kepala, pusing-pusing, kelelahan, serta pergelangan kaki membengkak.


Pada penjelasan obat pertama ACE inhibitor dijelaskan bahwa obat penurun darah tinggi ini akan memiliki efek samping berupa batuk kering yang berkelanjutan. Berikut ini penjelasannya:


Enzim ACE adalah kininase II. Penghambat ACE akan mencegah degradasi bradikinin sehingga akan meningkatkan kadar zat tersebut pada endotel vaskuler lokal (saluran napas atau paru-paru). Proses tersebut melibatkan jalur kalikrein-bradikinin-prostaglandin.Bradikinin bekerja lokal pada reseptor BK2 di sel endotel dan menstimulasi produksi nitrit oksida (NO) dan prostaglandin. Prostaglandin sendiri memiliki efek vasodilator. Dengan demikian, akumulasi bradikinin yang terus menerus akan menyebabkan angioedema: mukosa tampak agak edema dan pada faring posterior tampak sedikit sekret mukoid jernih. Bradikinin juga merangsang kemoreseptor pada saluran napas dan menimbulkan rasa tergelitik dan gatal. Oleh karena itu, refleks batuk akan terangsang. Melalui saraf aferen N. Vagus impuls diteruskan menuju pusat batuk di otak (nukleus traktus solitarius pada medula batang otak) hingga akhirnya terkoneksi dengan generator pernapasan pusat (medulla oblongata). Setelah itu impuls akan meninggalkan medula melalui saraf eferen N. Vagus menuju laring dan daerah trakeobronkial. Melalui saraf motorik phrenicus C3-S2, impuls akan disampaikan menuju m. intercostalis, dinding abdomen, dan diafragma. Mula-mula udara akan diinspirasi secara cepat (2,5 L). Epiglotis menutup erat-erat untuk menjerat udara dalam paru-paru. Otot-otot abdomen berkontraksi dengan kuat mendorong diafragma. Otot-otot ekspirasi seperti m. intercostalis internus juga berkontraksi dengan kuat. Tekanan dalam paru-paru akan meningkat secara cepat sampai lebih dari 100 mmHg. Pada akhirnya, pita suara dan epiglotis tiba-tiba membuka lebar dan udara bertekanan tinggi dalam paru-paru pun meledak ke luar. 


Sebelumnya juga dijelaskan agar obat ACE inhibitor tidak menimbulkan batuk kering maka digunakan obat lain seperti seperti Antagonis reseptor angiotensin-2. Jenis-jenisnya contohnya adalah Losartan, valsartan, kandesartan, olmesartan, telmisartan, eprosartan dan irbesartan. Sifatnya mirip dengan penghambat ACE, tetapi obat golongan ini tidak menghambat pemecahan bradikinin dan kinin-kinin lainnya, sehingga tidak menimbulkan batuk kering persisten yang biasanya mengganggu terapi dengan penghambat ACE. Karena itu, obat golongan ini merupakan alternatif yang berguna untuk pasien yang harus menghentikan penghambat ACE akibat batuk yang persisten. Antagonis reseptor angiotensin II digunakan sebagai alternatif dari penghambat ACE dalam tatalaksana gagal jantung atau nefropati akibat diabetes.

Nah kira-kira begitulah penjelasannya. Semoga bermanfaat!

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang