Mengapa cat minyak lebih dipilih pada saat melukis?

Dilihat 2,85 rb • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Memang benar bahwa cat minyak merupakan cat yang paling sering digunakan dalam menciptakan sebuah lukisan. Bisa dibilang hampir seluruh lukisan profesional diciptakan menggunakan cat minyak dan ada alasan yang tepat dibalik hal tersebut. Kalau dilihat dari kelebihannya yang paling menonjol, lukisan cat minyak lebih tahan dibanding lukisan dibanding lukisan yang dibuat dengan cat lain. Buktinya saja lukisan cat minyak tertua yang dibuat sekitar abad ke tujuh di dalam gua di Afghanistan masih ada sampai sekarang. Nah, selain dari segi ketahanan, saya akan menjabarkan beberapa hal yang membuat lukisan cat minyak sangat populer.


Jenis Cat Yang Umum Digunakan Untuk Membuat Lukisan

Ada tiga jenis cat yang umum digunakan untuk menghasilkan sebuah lukisan baik pada media kertas maupun kanvas, yaitu cat air, cat akrilik, dan cat minyak. Pertama - tama, mari kita lihat dulu karakteristik dari masing - masing jenis cat ini.


1. Cat Air

Cat air, seperti namanya, menggunakan air sebagai pengencernya. Cat air umum digunakan untuk membuat lukisan pada kertas. Cat air sangat cocok digunakan untuk membuat lukisan dengan menggunakan teknik sapuan yang mengutamakan ketebalan, ketipisan, dan transparansi warna. 


lukisa dengan cat air

Kekurangan dari cat air adalah lukisan cat air gampang luntur karena medianya air, sehingga lukisan mudah rusak jika bersentuhan dengan air


2. Cat Akrilik

Berbeda dengan cat air, cat akrilik tidak benar - benar membutuhkan pelarut untuk digunakan. Tapi cat akrilik juga dapat dilarutkan dengan air, sama seperti cat air.


lukisa cat akrilik

Meski begitu, berbeda dari cat air yang biasanya digunakan pada media kertas, cat akrilik dapat digunakan untuk membuat lukisan pada media kertas maupun kanvas. Selain itu cat akrilik juga cepat kering dan tidak memiliki bau tidak sedap. Kekurangan dari cat akrilik adalah, karena sifatnya yang cepat kering, cat ini kurang cocok untuk digunakan melukis dengan teknis sapuan yang mengandalkan transparansi gambar. Selain itu cat akrilik juga lebih cepat pudar jika terkena panas sinar matahari.


3. Cat Minyak
Sesuai namanya, cat minyak menggunakan media minyak sebagai pengencernya. Lukisan cat minyak pada umumnya dibuat di atas media kanvas dan cat minyak sendiri merupakan cat yang sangat populer digunakan di kalangan para pelukis terkenal.


lukisan cat minyak

Lukisan yang dibuat dengan cat minyak memiliki ketahanan yang sangat bagus dan tahan selama puluhan tahun. Selain itu, cat minyak sangat disukai oleh para pelukis karena warnanya yang tajam dan hasil lukisanpun tidak mudah luntur. Kekurangan dari cat minyak adalah bau tidak sedap yang dikeluarkan. Selain itu, cat minyak membutuhkan waktu pengeringan yang cukup lama, terutama jika lukisan juga dibuat dengan menggunakan teknik timbul, pengerjaannya bisa memakan waktu berminggu - minggu bahkan berbulan - bulan, termasuk untuk sebuah lukisan potret realis


Lukisan cat minyak sendiri mulai pertama kali digunakan sejak abad ke-7. Lukisan ini mulai populer sekitar abad ke-14 pada saat seniman mulai melihat kegunaannya, dan akhirnya menjadi trend pada abad ke-17. Ada beberapa alasan mengapa lukisan cat minyak menjadi 'mode', namun alasan yang paling utama adalah hasilnya yang fenomenal, terutama bila dikerjakan oleh tangan-tangan terampil. 


Suatu lukisan dapat menceritakan kisah tanpa batas. Lihatlah sendiri! 


Lukisan Monalisa Karya Leonardo Da Vinci,



lukisan Wistler's Mother

Lukisan Wistler's Mother karya James McNeill Whistler



lukisan corner of the garden at montgeron

Lukisan Corner of the Garden at Montgeron karya Claude Monet


Kelebihan Lukisan Cat Minyak

Selama ribuan tahun, lukisan sudah digunakan sebagai media ekspresi ataupun untuk mendokumentasi momen - momen tertentu. Meskipun saat ini sebuah gambar sudah dapat diabadikan melalui jepretan kamera, lukisan tetap tidak kehilangan daya tariknya

Dilihat dari jenis cat yang umum digunakan, cat minyak memang jenis cat yang paling banyak digunakan oleh pelukis profesional. Di bawah ini saya akan menjabarkan beberapa ciri khas yang membuat lukisan ini sangat digemari oleh banyak seniman:

  • Lukisan cat minyak mengering secara perlahan. Pigmen cat minyak terdiri dari partikel-partikel kecil yang tersuspensi dalam minyak pengering, sehingga memperlambat proses pengeringan. Meskipun hal ini terkadang mengganggu beberapa seniman, banyak juga yang mengganggap sifat ini sebagai keunggulan.
  • Menyelesaikan satu lukisan bisa memakan waktu beberapa minggu. Selain dari segi kreatifitas, mungkin hal ini juga yang menyebabkan harga sebuah lukisan cukup mahal. Lukisan cat minyak bisa terkena udara tanpa mengering selama beberapa minggu. Proses ini memang menambah waktu pengerjaan, namun terkadang di satu sisi juga menyulitkan para seniman untuk melanjutkan ke tahap lukisan selanjutnya.
  • Cat minyak mampu menghasilkan warna mengkilap yang menawan. 
  • Lukisan cat minyak cenderung tahan lama dan awet. Kualitasnya tetap terjaga dari generasi ke generasi. Lukisan cat minyak tertua ditemukan dari Afghanistan pada abad ke-7 (Ratusan tahun sebelum cat minyak digunakan di Eropa). 
  • Lukisan cat minyak menghasilkan campuran warna yang luar biasa. Sangat sulit untuk menggunakan medium lain demi memperoleh goresan dan perpaduan warna yang diciptakan oleh cat minyak. Proses pengeringan yang lama juga mendukung untuk menghasilkan perpaduan yang halus.
  • Transisi warna yang halus bisa diperoleh melalui pengerjaan lukisan dengan kondisi pengeringan yang perlahan. Hal ini merupakan hal yang penting terutama saat melukis potret, dimana peninjauan kembali dan pengaturan sangat diperlukan. Walaupun demikian, proses ini bisa menjadi halangan jika warna yang dikehendaki menjadi tercampur secara alami. Memperoleh tepian warna yang jelas bisa menjadi sangat sulit. Untuk pemula, pencampuran warna secara tidak sengaja bisa menghasilkan warna yang 'belepotan'.

Kendati demikian, ada beberapa kelemahan terkait dengan lukisan cat minyak. Persiapan kanvas melukis harus dilakukan secara seksama, sebab cat minyak mempunyai sifat yang cenderung korosif. Untuk menghindari dampak ini, papan kanvas yang sudah dilapisi telah tersedia di beberapa toko. Selain itu, perpindahan warna pada kanvas tidak terjadi secara seketika. Pada saat minyak meresap ke dalam kanvas, terjadi perpindahan warna yang tidak langsung tampak jelas. Beberapa area akan tampak lebih mengkilap daripada area lainnya pada saat proses pengeringan, sehingga penambahan minyak perlu dilakukan untuk area lainnya. 


Penyerapan dan penggunaan thinner yang berlebihan bisa menyebabkan lukisan menjadi datar. Gunakan turpentin dan spiritus mineral untuk membersihkan kuas (keduanya beracun). Istilah "menguning" adalah proses menguning yang terjadi. Seperti halnya minyak zaitun, cat minyak memiliki sedikit sentuhan warna kuning yang disebabkan oleh minyak itu sendiri. Seiring dengan oksidasi, proses menguning akan terjadi lebih jauh. Level oksidasi bergantung dengan senyawa pengikat yang digunakan. Jika lukisan dikerjakan di dalam ruangan, gas yang dihasilkan dari tinner, spiritus dan turpentin bisa terkumpul dan menjadi racun. Selain menyebabkan iritasi, lap yang terkena turpentin juga mudah terbakar. Jauhkan anak-anak dan peliharaan dari senyawa-senyawa ini karena sifatnya yang beracun. 


Jika dilihat dari segi harga, cat minyak memang lebih mahal dibandingkan dengan cat air atau cat akrilik. Tapi hal ini tentunya sebanding dengan keindahan dan ketahanan yang ditawarkan oleh cat minyak. Kalau kamu tertarik untuk belajar melukis menggunakan cat minyak, kamu bisa melihat tutorial singkat cara melukis dengan cat minyak. Mulailah dengan membuat lukisan yang tidak terlalu sulit seperti lukisan pemandangan.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang