Mengapa daging babi dianggap haram dalam Islam

Dilihat 710 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Seorang muslim didalam hidupnya selalu berikhtiar untuk mendapatkan cinta Tuhan (Allah) dengan memuja , serta mematuhi hukum-hukum dan peraturanNya. Salah satu aturannya adalah : dilarang memakan dan memelihara babi. Pada awalnya, banyak orang bertanya-tanya, apa bahayanya dari daging babi, sedangkan daging babi tersebut banyak di makan di seluruh dunia. Dan faktanya daging babi banyak mengandung parasit dan penyakit berbahaya bagi manusia, dan hal tersebut yang dijadikan alasan untuk tidak memakannya. Tetapi ternyata itu bukan merupakan alasan yang utama, alasan utama yang sebenarnya bagi seorang muslim untuk tidak memakan daging babi atau mengkonsumsi produknya adalah karena Allah melarang hal tersebut. Hal ini ditegaskan dalam Qur'an surat surat Al-Baqarah ayat 173 (Quran 2 : 173) "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama ) selain Allah"

Terkadang, kita tidak pernah tahu pasti atau mengerti akan ketetapan Allah dan juga larangan-Nya. Tetapi dalam kasus ini (pelarangan makan babi) ada satu ayat dalam Qur'an yang jelas mengacu pada daging babi (Quran 6:145) yang menyatakan bahwa "..sesungguhnya semua itu kotor..". Seorang muslim harus tunduk kepada perintah Allah dengan penuh keikhlasan tanpa perlu tahu alasan dibalik itu. Disamping itu Allah juga dengan tegas menyatakan dalam Qur'an bahwa seorang muslim harus patuh pada perintah Nya "...kami mendengar dan kami patuh. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung" (Quran 24:51) " Apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tenang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata" (Quran 33:36)

Seorang Muslim yakin bahwa Allah Maha Bijaksana dan Maha Adil. Ketetapan- Nya dirancang untuk kebaikan umat-Nya secara fisik, emosional maupun spriitual. Sang Pencipta maha Mengetahui yang terbaik bagi ciptaan -Nya, itulah mengapa Allah melarang mengkonsumsi daging babi dan hanya diperbolehkan hanya dalam keadaan terpaksa (jika memang tidak ada lagi makanan lain yang dapat kita makan).

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang