Mengapa dulu pada tahun 1970an Indonesia menggabungkan Timor-Leste?

Dilihat 3,85 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Motivasinya tercetus oleh ketegangan Perang Dingin. Pada saat era Suharto (tidak seperti Sukarno) tak ada yang namanya "kebijakan ekspansionis", jadi keputusan ini dulu sedikit aneh dari sudut pandang Indonesia.

Awalnya, dulu ada coup Portugis di tahun 1974. Hal itu menyebabkan kerusuhan politik di Timor Leste sebagai salah satu koloni Portugis. Pada saat itu, ada tiga kekuatan dalam politik Timor Leste: Partai Fretilin, menginginkan kemerdekaan Timor Leste serta berpaham komunis. Partai UDT, menginginkan Timor Leste status-quo di bawah Portugis. Partai Apodeti, menginginkan Timor Leste bergabung dengan Indonesia. Namun kemudian Fretilin, partai komunis Timor Leste, tumbuh kuat dan nyaris sukses mendorong kemerdekaan. Mengalahkan kedua rivalnya dengan selisih yang cukup besar.


Penyerangan Indonesia ke Timor Timur - Motivasi Indonesia

Amerika Serikat khawatir bahwa kemenangan Fretilin berarti mereka akan mendirikan negara Komunis diantara Indonesia dan Australia. Situasi seperti itu akan merugikan bagi Amerika Serikat. Indonesia khawatir kemerdekaan Timor Leste dari Portugis bisa memercikkan gejolak yang sama bagi Aceh dan Maluku (yang mencoba memerdekakan diri juga dari Indonesia). Dan juga, Indonesia baru saja pulih dari konflik Komunis 1965, masih memiliki pola pikir anti-komunis dalam kebijakan nasionalnya.


Timor Timur Ditinjau Ulang - Ford, Kissinger, dan Serangan Indonesia

Amerika Serikat dan Indonesia memiliki tujuan yang sama: menghentikan Timor Leste merdeka dan menjadi negara Komunis. setelah pertemuan singkat antara Suharto dan Gerald Ford, diambil sebuah tindakan. Amerika menyetujui serangan Indonesia ke Timor Timur tahun 1975. Amerika Serikat kemudian menyediakan dukungan penuh bagi militer Indonesia untuk menghentikan Fretilin. Untuk melakukan hal ini, militer Indonesia membantu Apodeti, atas dukungan aspirasinya untuk bergabung dengan Indonesia dan menyediakan dukungan militer. Kemudian situasinya semakin buruk. Militer Indonesia didukung oleh Amerika Serikat mengerahkan operasi militer besar-besaran dan Timor Leste akhirnya kemudian digabungkan oleh Indonesia menjadi propinsi ke-27. Para pimpinan Apodeti kemudian diberi kuasa untuk memimpin propinsinya. Arnaldo dos Reis Araujo, pemimpin partainya, ditunjuk menjadi Gubernur, melaporkan langsung kepada presiden Indonesia dan memiliki pemerintahan "semi-otonom". Dan sisanya adalah sejarah.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang