Mengapa fibromyalgia diobati oleh rheumatologist dan bukan oleh ahli saraf?

Dilihat 1,98 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pernahkah anda merasakan sakit di sekujur tubuh saat kelelahan atau depresi? 


Kemungkinan anda terserang fibromyalgia. Memang tidak banyak yang mengetahui soal penyakit ini. Fibromyalgia adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rasa sakit di sekujur tubuh. 


Fibromyalgia bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Tetapi penderita fibromyalgia umumnya berusia di antara 30-50 tahun. Di samping itu, wanita juga berpotensi lebih tinggi untuk terserang fibromyalgia dibandingkan dengan pria.


gejala fibromyalgia

Gejala dan Penyebab Fibromyalgia


Fibromyalgia mirip seperti penyakit rematik. Bisa juga terserang keduanya sekaligus. Gejala utama yang timbul saat terserang fibromyalgia adalah rasa sakit seperti terbakar atau ditusuk-tusuk di sekujur tubuh. Rasa sakit tersebut biasanya akan bertahan lama dan tingkat keparahannya berubah-ubah. 


Gejala-gejala lain yang ditimbulkan ialah:


  • Kelelahan sering dialami penderita fibromyalgia. Pasalnya, penderita fibromyalgia sering terbangun dari tidurnya akibat nyeri yang dirasakan, sehingga kualitas dan jam tidur berkurang untuk jangka waktu yang lama.
  • Gangguan kognitif. Gejala yang biasa disebut sebagai “fibro fog” ini dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk fokus dan berkonsentrasi secara mental, misalnya sulit berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.
  • Tubuh sangat sensitif terhadap rasa sakit. 
  • Otot-otot yang kaku. 
  • Sulit tidur dan kelelahan. Rasa sakit akibat fibromyalgia akan menyebabkan penderita sulit tidur sehingga akan memicu kelelahan. 
  • Sakit kepala. 
  • Depresi. 
  • Kecemasan. 
  • Kram perut.
  • Sindrom iritasi usus.

penyebab fibromyalgia

Penyebab pasti terserangnya fibromyalgia belum bisa ditemukan, tetapi ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab, antara lain :


  1. Genetika. Fibromyalgia berputar dalam silsilah keluarga. Kondisi ini menunjukkan bahwa fibromyalgia diwarisi dari orang tua. Risiko fibromyalgia kemungkinan juga meningkat karena adanya mutasi genetik. 
  2. Infeksi. Beberapa penyakit dapat memicu atau memperburuk fibromyalgia.
  3. Trauma fisik atau emosional. Dalam banyak kasus, fibromyalgia dipicu oleh kondisi fisik atau stres emosional.
  4. Usia. Kondisi ini umumnya dialami oleh orang-orang yang berusia 30-50 tahun. 
  5. Jenis kelamin. Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami fibromyalgia dibandingkan pria. 
  6. Senyawa kimia dalam otak yang tidak seimbang, seperti serotonin atau dopamin. 
  7. Kadar abnormal pada senyawa-senyawa dalam sistem saraf pusat. Perubahan ini dapat menyebabkan reaksi sistem saraf pusat yang lebih sensitif terhadap sinyal-sinyal rasa sakit. 
  8. Penyakit yang berhubungan dengan sendi, otot, dan tulang. Misalnya lupus, rheumatoid arthritis, atau osteoarthritis. 

Fibromyalgia adalah salah satu dari beberapa penyakit yang sulit didiagnosis karena gejala-gejalanya yang cenderung mirip dengan penyakit lain. Proses diagnosis khusus untuk penyakit ini juga belum ditemukan. Dokter umumnya akan menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien sebelum memeriksa kondisi kesehatan pasien. 


Beberapa kriteria yang umumnya bisa digunakan untuk membantu diagnosis meliputi:


  • Pasien mengalami tingkat keparahan gejala yang sama setidaknya selama 12 minggu.
  • Tidak adanya penyebab lain dari gejala tersebut.
  • Pasien mengalami rasa sakit, minimal pada empat hingga enam bagian tubuhnya.

Dokter kemudian akan menganjurkan sejumlah pemeriksaan yang dapat menghapus kemungkinan adanya penyakit lain yang diidap pasien sebelum memastikan ini adalah fibromyalgia. Jenis pemeriksaan tersebut dapat meliputi tes darah atau X-ray.


fibromyalgia

Fibromyalgia vs Rematik


Yang biasa menangani fibromyalgia adalah rheumatologist. Mengapa demikian? 


Sebab utama yang memungkinkan ialah bahwa pada prakteknya, rheumatology bukan hanya terbatas pada kelas-kelas penyakit dengan sebab atau perawatan yang umum (contohnya rheumatoid arthritis). Rheumatology mencakup kumpulan penyakit dengan gejala yang biasa, dan semua penyakit yang menyebabkan rasa sakit yang menyebar dan kronis, atau rasa sakit kronis dan kaku-kaku di sekitar sendi, seperti fibromyalgia. 


Mengapa? 


Penyebab yang bermacam-macam bisa mengakibatkan gejala yang mirip. Contohnya pada pasien yang memiliki gejala yang sama dengan fibromyalgia dan berbagai penyakit lain. Untuk menentukan secara pasti penyakit apa yang diderita bukanlah hal yang mudah. Ini membutuhkan keahlian dan spesialisasi pada bidangnya. 


Spesialisasi ini disebut dengan rheumatology. Bila seorang dokter menangani pasien yang menampilkan gejala tersebut, mereka akan cenderung mereferensikan seorang rheumatologist pada pasien. Saat rheumatologist sudah mendiagnosa masalahnya, mereka akan mereferensikan pada neurolog jika penyebabnya berasal dari masalah neurologikal. 


Namun karena para rheumatologist sudah menjumpai banyak penderita fibromyalgia, tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk memberikan perawatan, mengingat bahwa mereka sudah memiliki keahlian medikal di bidang tersebut (mengingat bahwa ibuku adalah seorang rheumatologist). Sumber lain dari American College of Rheumatology (organisasi profesional untuk rheumatologist) juga merupakan referensi yang cukup informatif, dengan paragraf yang menjawab pertanyaan ini.


"Fibromyalgia bukan merupakan bagian dari artritis (penyakit sendi) dan tidak menyebabkan inflamasi atau kerusakan pada sendi, otot, maupun jaringan lain. Namun karena fibromyalgia bisa mengakibatkan rasa sakit yang kronis dan kelelahan seperti pada artritis, sehingga penyakit ini bisa disalah artikan sebagai rematik. Hasilnya, tidak sedikit rheumatologist yang salah mendiagnosa (dan tidak mempertimbangkan penyakit rematik lainnya). Namun dokter yang merawat anda bisa memberikan perawatan fibromyalgia yang anda butuhkan. Sumber ini juga mempunyai informasi mengenai jenis perawatan spesifik lainnya yang mungkin sudah diketahui secara lebih detail oleh rheumatologist. Tampaknya dokter biasa juga mengetahui ini; diagnosis yang diberikan membutuhkan spesialis yang sudah ahli dalam bidangnya.


cara menangani fibromyalgia


Cara Mencegah dan Mengatasi Fibromyalgia



  • Yoga dan Meditasi

Teknik relaksasi, seperti yoga, tai chi, meditasi dan pernapasan dalam, dapat sangat membantu dalam mengontrol gejala fibromyalgia. 


Menurut sebuah studi 2010 oleh peneliti Oregon Health and Science University, yoga dapat membantu memerangi gejala fibromyalgia seperti nyeri, kekakuan, kelelahan, kurang tidur, lemah ingatan, kecemasan, depresi dan lemah keseimbangan. 


Di tahun yang sama, peneliti Kanada di York University menemukan bahwa 75 menit mengikuti kelas hatha yoga dua kali seminggu selama 8 minggu membantu meningkatkan kadar kortisol pada peserta perempuan dengan fibromyalgia, sehingga mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kesadaran. Mereka yang menderita fibromyalgia cenderung memiliki hormon kortisol yang lebih rendah dari tingkat normal.


 

  • Melakukan Latihan

Mengambil bagian dalam program latihan jangka panjang telah dipercaya untuk mengurangi gejala fibromyalgia secara efektif. Hal ini dapat mencegah kelelahan otot dan mengembalikan keseimbangan neurokimia tubuh yang dapat meningkatkan tingkat bahan kimia yang melawan nyeri yang disebut endorfin. Hal ini juga memicu keadaan emosi yang positif dan mengurangi stres. 


Mulailah dengan latihan ringan sekitar 20 menit selama 3 kali seminggu, kemudian tingkatkan durasi dan frekuensinya. Yang termasuk ke dalam hal ini adalah berjalan, latihan duduk, latihan kekuatan, latihan fleksibilitas, latihan keseimbangan dan aerobik air. Gerakan yang dilakukan seputar, memperkuat dan latihan pengkondisian aerobik yang aman untuk pasien. Disarankan untuk memulai dengan latihan ringan dan pelan-pelan untuk menjaga supaya gejalanya tidak menyebar. 



  • Menggunakan Garam Epsom

Garam epsom magnesium sulfat. Berendam di dalam bak berisik garam epsom membantu tubuh anda menyerap magnesium. Fibromyalgia sering dikatikan dengan kekurangan magnesium. Mandi yang menenangkan ini juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menimbulkan relaksasi. 



  • Akupresur dan Akupuntur

Membantu mengontrol gejala fibromyalgia dengan mengembalikan tingkat energi vital yang mengalir melalui jalur energi di dalam tubuh dan mengubah tingkat neurotransmitter di otak dan sumsum tulang belakang. Selain untuk mengurangi rasa sakit, terapi tersebut juga menimbulkan relaksasi dan mengurangi kecemasan.



  • Melakukan Pijat 

Terapi pijat membantu otot-otot tidak kaku dan meningkatkan jangkauan pergerakan sendi-sendi. Hal tersebut juga membantu mengurangi stres dan merangsang produksi bahan kimia yang bekerja sebagai penghilang rasa sakit alami pada tubuh.  


Sebuah tipe pijat yang dikenal dengan Manual Lymph Drainage Therapy (MLDT) juga bermanfaat untuk fibromyalgia. Hal tersebut mengendurkan penyumbatan getah bening yang dapat berkontribusi pada terhadap rasa sakit. Untuk hasil terbaik, lakukan pijat dengan terapis pijat yang memiliki pengalaman dengan fibromyalgia. 



  • Konsumsi Asam Lemak Omega 3  

Asam lemak omega 3 adalah lemak tak jenuh yang membantu mengurangi peradangan dan nyeri neuropatik. Mereka juga dapat membatasi nyeri sendi dan kekakuan. 



  • Cuka Sari Apel 

Cuka sari apel membantu menyeimbangkan kadar pH tubuh, mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan sirkulasi. Hal ini dapat membantu mengurangi gejala fibromyalgia seperti masalah pencernaan, kelelahan, sakit kepala, nyeri sendi, pembengkakan dan peradangan.



  • Penggunaan Kunyit dan Jahe

Karena sifat anti-inflamasi yang kuat, kunyit dan jahe dapat membantu mengobati fibromyalgia yang disertai dengan penyakit rematik. Hal tersebut mengandung senyama yang disebut curcumin yang juga membantu mengurangi rasa sakit dan kekakuan.



  • Cabe Rawit 

Cabe rawit mengandung senyawa yang disebut capsaicin yang bertindak sebagai pereda rasa sakit alami. Hal tersebut juga baik untuk sirkulasi darah yang tepat.


pengobatan fibromyalgia


Jadi, rheumatologist memang lebih mengetahui bagaimana cara menangani fibromyalgia beserta pengobatan lainnya dikarenakan adanya kemiripan antara kedua penyakit tersebut. 


Jika sudah terlanjur parah, ciri-cirinya adalah rasa sakit yang dirasakan sangat parah meski hanya dengan sedikit sentuhan saja. Karena penyakit itu belum bisa dideteksi secara cepat, alangkah baiknya jika anda pergi memeriksakannya di beberapa dokter untuk memastikan lebih cepat. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang