Mengapa gigitan seekor laba-laba membuat memar ?

Dilihat 241 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Sebuah pertanyaan yang menarik, sayangnya  saya tidak mempunyai jawaban yang bagus - untuk informasi saja, bahwa saya tidak pernah digigit oleh laba-laba, saya pernah mempunyai memar, tetapi tidak sering. Saya juga pernah memiliki benjolan merah seperti jerawat, agak sedikit sakit pada awalnya, kemudian sedikit gatal, tetapi hal itu tidak berarti apa-apa dalam keseharian, dan hal yang lebih buruk pernah terjadi  pada saat saya terkena sengatan lebah dan tawon. 


Pada umumnya memar adalah suatu jenis cedera pada jaringan tubuh karena kerusakan kapiler darah yang menyebabkan darah merembes pada jaringan sekitarnya,  yang biasanya ditimbulkan oleh tumbukan benda tumpul, jadi adanya zat beracun pada jaringan saraf (neurotoksik) akibat gigitan laba-laba tidak diharapkan menimbulkan terjadinya memar. 


Tentu saja, banyak dari laba-laba yang tidak berbahaya hidup di sekitar kita, tetapi ada juga di antara mereka yang memiliki bisa (racun) yang dapat merusak sel (karena racun mengandung protein yang berlebih atau karena ezim pencernaan kita tidak bisa menyesuaikan adanya racun dalam tubuh).


Itu tidak akan membuat saya terkejut pada akhirnya jika ada pemburu laba-laba atau pemburu lainnya mempunyai beberapa memar di area bekas gigitan.  Saya tidak berharap banyak, tentu saja, karena gigitan laba-laba tidak banyak mengandung banyak racun.


Laba-laba pertapa (Recluses), merupakan jenis laba-laba yang paling berbahaya, mempunyai komponen racun yang sangat khusus (dan berpotensial menyebabkan kematian  ) , berbeda dengan jenis laba-laba lainnya.  Untungnya laba-laba pertapa tampaknya sangat segan untuk menggigit. 



Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang