Mengapa ibu hamil yang tervaksinasi tidak mewariskan imunitasnya ke bayinya, melalui rahimnya atau kolostrum?

Dilihat 977 • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Dia melakukannya, tetapi hanya sementara dan tidak efisian untuk jangka waktu yang sangat terbatas. Untuk memahami ini, kita terlebih dahulu harus mengerti bagaimana sistem imun kita bekerja. Dan Saya bukanlah orang yang tepat akan hal ini, Saya yakin ahli imunologi dapat memberikan penjelasan yang lebih bagus, tapi saya akan mencoba menjawabnya. 


Kita memiliki 2 tipe imun. Pertama, sistem ketahanan tubuh kita yang disebut "sistem pertahanan bawaan atau nonspesifik". Itu terdiri dari kulit, mukosa membran dan sel-sel tertentu. Mereka akan bereaksi pada apapun yang mereka anggap tidak normal, dan itu tidak spesifik. Responnya akan sama terlepas dari patogen yang dihadapi. Lalu, kita memiliki seperti database, yang disebut "Adaptif atau ketahanan yang spesifik". Sistem ini sangat tidak berguna ketika Anda lahir. Sistem kekebalan tubuh Anda belum matang, tapi yang satu ini khususnya tidak ada. Mengapa? karena kekebalan tubuh belum bekerja sampai Anda memberikan patogen yang akan mereka akui, dan mereka melakukan ini jika mereka sudah bertemu dengan patogen sebelumnya. 


Jadi begini cara kerjanya. Patogen yang ada di dalam tubuh tidak pernah bertemu sebelum datang dan membuat infeksi. Tubuh menggunakan respon yang tidak dikenal yang berisikan infeksi, dan respon yang spesifik akan memasuki medan perang, berkolaborasi setengah hati, mengambil beberapa sampel patogen kemudian pergi. Sampel ini yang akan digunakan untuk membuat sel yang akan mengawasi saluran darah untuk berjaga-jaga jika mereka menemukannya. Jika Anda menghadapi patogen lagi, respon yang tidak spesifik tidak akan diperlukan, karena respon adaptif Anda yang akan bekerja. Sesekali kekebalan tubuh kita, akan mengakui patogen, dan tidak akan melupakannya. Dan respon adaptif akan lebih efisien dan bekerja sangat cepat dan efektif, yang nantinya akan diajarkan dan dibentuk untuk menyelamatkan hidup Anda. 


Bagaimana caranya? Dengan vaksin. Vaksin adalah patogen mati atau yang nyaris hidup yang memiliki satu fungsi yang amat dasar: Meningkatkan database dan mempersiapkan kekebalan tubuh untuk menghadapi medan perang yang sangat berbahaya. 


Bagaimana caranya? Dengan menciptakan paparan yang bisa dikendalikan untuk patogen ringan atau hanya mati yang hanya ada dalam kondisi normal yang mungkin saja akan membunuh Anda. Jadi, kita mengekspos sistem kekebalan tubuh kita untuk tuberkulosis, cacar air, difteri, dan campak, sehingga mereka dapat mengenali mereka, dan membuat seluruh strategi yang akan menendang dengan kekuatan penuh, jika Anda menghadapi mereka dalam keadaan normal. Dengan jalan itu, penyakit-penyakit ini tidak akan membunuh Anda. Tubuh Anda akan siap untuk membasmi ancaman. Sekarang, mengapa kita tidak memberikan jalan pada sel-sel ini dengan semua informasi tersebut kepada anak-anak kita selama kehamilan dan menyusui? Jawabannya sangat sederhana. Plasenta adalah seperti filter atau dinding. Darah janin akan berjalan di satu sisi, darah sang ibu berjalan di jalur lain. Dalam kondisi normal, darah masing-masing tetap di sisinya, dan plasenta menggunakan difusi untuk bentuk lain dari transportasi untuk jalan dari satu sisi ke sisi lain. Tidak ada yang besar sebagian sel bisa melewati plasenta, oleh karena itu, sel-sel kekebalan tubuh tidak dapat ditransfer. 


Hal yang sama terjadi dengan ASI. Kelenjar susu menghasilkan susu dengan mengambil nutrisi dan lainnya "bahan" langsung dari aliran darah Anda. Tapi dalam keadaan normal, tidak ada sel yang bisa melewati karena ukurannya. Kelenjar susu menggunakan digusi, pori-pori sangat kecil di kapiler yang sangat tipis dan mekanisme tertentu untuk mengambil sesuatu dari darah dan menggunakannya untuk produksi susu. Tapi kita mentransfer antibodi. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh adaptif kita. Mereka memiliki 2 fungsi yang sangat spesifik. Salah satunya adalah untuk menonaktifkan patogen dengan menutup mereka sepenuhnya, membuat kandang disekitar mereka, atau bersatu menjadi 2 biji lebih patogen dan menggumpal. Sinyal sel-sel lain dalam sistem kekebalah tubuh kita, antibodi akan menempel pada patogen dan ini menjadi tanda untuk sel-sel lain. Tanda itu mengatakan "Saya tidak berada disini dan Saya berbahaya" dan sistem kekebalan tubuh nantinya akan berkolaborasi dan membunuhnya. Setiap antibodi memiliki hal yang spesifik. Itu tidak akan mengakui sesuatu tetapi ada porsi dari membran sebagai patogen yang spesifik. (Seperti membuka kunci tunggal). Jadi, bukankah ini sama dengan melewati sel kekebalan tubuh untuk bayi anda? Tidak. antibodi memiliki umur pendek, tidak dapat memreproduksi atau merangsang sistem kekebalan tubuh adaptif, dan solusi sementara untuk masalah yang sangat serius. Bayi meminjam mereka tapi itu tidak dapat menghasilkan mereka. Jadi sekali antibodi mati, maka tubuh tidak akan siap untuk menghadapi tanggapi terhadap patogen yang sama. 


Kita membutuhkan banyak anitbodi untuk membuat alarm yang tepat untuk sistem kekebalan tubuh kita. setelah respon imun adaptik kita diaktifkan, setiap sel putih dapat memproduksi hingga 2000 antibodi perdetik selama 4 sampai 5 hari. ASI tidak bisa lewat banyak antibodi bahkan jika Anda menghasilkan 1 liter. Dan bayi akan tumbuh, jumlah yang lebih kecil dari antibodi tidak akan efektif, sehingga ASI perlindungan menawarkan menjadi cukup. Itu sebabnya ASI dianjurkan sebagai sumber ekslusif nutrisi untuk bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Setelah itu, bayi harus divaksinasi dan respon kekebalan tubuh mereka harus dipasang cukup untuk diambil alih. Menyusui memberikan bonus tambahan untuk sistem kekebalan tubuh aktif, tetapi tidak ada cara menggantikannya. Itu sebabnya - gerakan vaksin sangat berbahaya. Anda pada dasarnya membuat sistem kekebalan tubuh anak Anda lemah, dan konsep "Imunitas alami tidak ada lagi". Tidak ada cara alami untuk mengekspos patogen seseorang dengan pasti bahwa orang tersebut akan bertahan, terutama dengan orang-orang yang menyebabkan penyakit yang diketahui mengancam nyawa.


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang