Mengapa ibuku mengalami anemia? Apa penyebabnya?

Dilihat 3,95 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Anemia merupakan sebuah gejala, dan dapat disebabkan oleh banyak masalah. Hal ini harus didiagnosa terlebih dahulu, setelah itu barulah dapat dicari pengobatan apa yang dibutuhkan. Ia perlu menemui seorang dokter yang dapat menemukan masalahnya tanpa adanya ikatan emosional, dan punya otoritas yang cukup untuk memberitahukannya dan keluargamu bagaimana caranya untuk memprosesnya lebih lanjut, ternyata seluruh keluarga medismu tidak dapat melakukannya, mungkin Ibumu tidak ingin mendengarkan saran merka, atau secara emosional mereka dekan dengan obyektifnya, jadi lihatlah lebih lanjut, mereka semua yang menjadi dokter dapat mempermudahmu unutk mencari dokter yang kompeten untuk merawat Ibumu.

Aku akan mulai dengan seorang spesialis penyakit dalam (internis), mungkin seorang hematologis (seseorang yang super-spesialis dalam obat-obatan dalam). Banyak wanita yang umurnya masih muda (masih mengalami menstruasi) itu mengalami anemia karena zat besi yang hilang saat mengalami menstruasi berat, dalam kasus seperti ini, angka hemoglobin akan lebih rendah dari sel darah merah = jumlah eritrosit. 

Kalau pendarahan pada vagina baru-baru ini terjadi atau jadi lebih berat, tumor ginekologi seperti kanker endometrial harus dikecualikan. Banyak orang mengalami kekurangan darah yang tak terlihat selagi defisiensi zat besi anemia sering memiliki kanker rekto-kolon, biasanya bagian kanan, dimana dalam tahab penyembuhan biasanya tidak menunjukkan gejala apapun, jadi dia butuh mencari orang yang kompeten untuk mengecualikan penyakit mematikan atu didiagnosa, dan diobati secepatnya. 

Makan lebih sedikit biasanya tidak menyebabkan anemia, tetapi bisa jadi gejala lain dari kanker dasar, atau dalam bberapa kasus masalah inflamasi sistemik yang bisa juga menyebabkan anemia (tapi bukan kekurangan zat besi). 

Pasien terakhirku waktu itu mengalami kehilangan berat badan, cepat lelah dan anemia yang penyebabnya tidak diketahui dalam pemeriksaan portmortem setelah mengalami serangan jantung yang fatal sampai poliarteritis nodosa yang langka, inflamasi dasar pada pembulu darah kecil. 

Aku mengharapkan yang terbaik untuk ibumu! 


PS: aku menulis ini sebagai dokter yang sudah pensiun yang selama anak-anak kami berada dirumah, aku mengurus kebutuhan obat mereka dengan apa yang sudah kualami sendiri, dari hal parah seperti anak laki-laki kami yang memiliki asma yang sangat parah dan sulit dikontrol dimasa kanak-kanaknya, sampai ke hal kecil seperti memperlambat periode menstruasi anak perempuanku; untuk hal-hal yang dilular pengalamanku, kami mengkosultasikannya dengan spesialis medis. 

Kurasa mereka membutuhkan orang yang aku benar-benar kenal dan percayai. Karena almahrum Ayahku dulu juga adalah seorang dokter yang bekerja dalam negara dunia ketiga, ia melakukan hal yang sama kepada kami juga. 

Tidak masalah kalau seseorang dapat melangkah mundur dan melihat masalah tanpa perasaan, yang dapat aku lakukan, termasuk memutuskan kapan untuk memberhentikan pengobatan pada anak bayi kami yang sakit secara fatal beberapa dekade lalu. Kebanyakan dokter tidak dapat memahami, mengerti masalah kita, jadi biarkan urusan medis keluarga mereka ke rekan-rekan yang dapat dipercaya. 

Dimulai dari Keluarga Dokter. Dalam kasus Ibumu, hal itu mungkin cara yang terbaik untuk dicoba.

Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang