Mengapa Indonesia sangat baik di badminton dangan sangat buruk di sepakbola?

Dilihat 507 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Acara olahraga merupakan salah satu acara yang diminati ketika orang menonton televisi, terutama jika memiliki hobi akan olahraga tersebut. Biasanya terdapat negara yang terkenal hebat pada satu cabang olahraga. Misalnya, MotoGP, dimana para pemenangnya didominasi oleh pembalap Spanyol dan Itali. Contoh yang lainnya adalah sepak bola, yang mana para juara dunia adalah Jerman, Inggris, Itali, atau bahkan Spanyol. Liga yang paling banyak diminati pun adalah liga-liga negara dengan gelar juara dunia tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada badminton. Negara di benua Asia terkenal dengan para atlit badminton yang hebat dan Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki pemain badminton terhebat. 


Colin Brown dari Universitas Curtin, berargumen mengapa olahraga badminton Indonesia sangat baik? Faktornya adalah karena badminton banyak digemari oleh etnis minoritas yang ada di Indonesia, etnis minoritas (kebanyakan etnis cina). Hal ini berujung ke banyaknya atlit yang berpotensi (persentase besar dari atlit badminton Indonesia yang sukses adalah kaum minoritas) dan aktif di keterlibatan dari bisnis Cina yang kaya yang mempromosikan olahraga ini. Sejalan dengan perkembangannya olahraga badminton juga banyak diminati oleh seluruh masyarakat Indonesia tidak hanya orang cina saja tapi sudah menyebar ke pelosok Indonesia baik minoritas maupun mayoritas.


badminton Indonesia


Jika dibandingkan dengan bagaimana sepakbola di Indonesia  badminton selangkah lebih maju hal ini karena orientasi sebagian masyarakat Indonesia beranggapan bahwa olahraga ini belum bisa menjanjikan dan membanggakan untuk dijadikan sebagai karier. banyak orang melihat sebelah mata kalau olahraga hanya sekedar hobi saja. 


sepak bola Indonesia

Dunia Badminton Indonesia didominasi oleh etnis Cina?

Dari awal sampe sekarang memang didominasi oleh etnis Cina. Namun, akhir-akhir ini memang banyak generasi baru berasal dari keturunan Indonesia asli. Berikut ini adalah beberapa bukti etnis Cina lah yang mendominasi dunia badminton di Indonesia :

  • Iklan peralatan badminton di press medan, dari 1932 Brown berargumen kalau kunci dari perkenalan badminton di Indonesia ada di Medan, di mana pemain badminton dari Pinang (contoh Yan Eng Hoo) sering mengikuti permainan. Sebelum kemerdekaan, Cina adalah etnis yang banyak di Medan. 
  • Di awal 1930, 2 organisasi badminton terbesar di Jakarta (Batavia Badminton Bond dan Bataviasche Badminton League) dipimpin oleh pemain etnis cina.
  • Pemenang + nomor dua di kompetisi Semarang di Desember 1939 memiliki nama etnis cina 
  • Badminton tidak dibicarakan di olahraga indie yang diterbitkan di akhir 1930(yang mendaftarkan 20 asosiasi olahraga di jawa, termasuk tenis) - bukti kalau badminton tidak begitu dimainkan oleh orang belanda. 
  • Formasi dari badan serikat yang memimpin badminton sebagai olahraga, PERBAD (sekarang PBSI), memasukkan banyak etnis cina di kepemimpinan. Sampai 1961, pusat dari PBSI dilokasikan di tempat yang sama di pusat Sin Ming Hui, asosiasi sosial etnis Cina.

Sejarah Badminton Indonesia

Mengapa ini merupakan hal yang aneh? Ada ketegangan terus-menerus antara penduduk asli dan etnis Cina di Indonesia, kembali ke era pergerakan nasionalis (sebelum kemerdekaan). Kasus yang disoroti: di 1918, Sarekat Islam (pergerakan nasionalis terorganisir yang pertama) kekerasan masal diatur ke etnis cina di Kudus. Relasi etnis yang susah ini berkelanjutan sampai setelah kemerdekaan di 1945. Di 1959, peraturan presiden 10 melarang layanan ritel untuk non pribumi di daerah desa. Peraturan anti-cina lebih berlaku saat itu. Singkatnya: Cina Indonesia tidak pernah sepenuhnya terasimilasi / dianggap sebagai orang Indonesia sampai, beberapa dekade kemudian. Dengan demikian luar biasa kalau Cina Indo berhasil memiliki keterlibatan yang besar di badminton di jaman dulu. Kata-kata dari Ferry Sonneville, satu dari pemain badminton Indonesia yang sukses di internasional: 

"Dari awalnya, badminton Indonesia dikarakterkan sebagai tradisi nondiskriminasi. Jadi anda bisa mengerti mengapa badminton disini sangat kuat. Tradisi dari non diskriminasi dan memiliki tujuan tertentu untuk diraih adalah contoh spesifik dari bagaimana anda bisa meraih tingkat tinggi, dan alasan untuk kelanjutan yang signifikan dari permainan kita."


Mengapa ini bisa terjadi? Brown berargumen kalau bagian dari keterlibatan Cina Indonesia di awal badminton Indonesia adalah karena badminton (dibandingkan ke olahraga populer lainnya, seperti sepakbola) tidak sedekat korelasi ke nasionalisme dan pergerakan.  Badminton berbeda dari tenis dan bukan permainan Eropa yang menyebabkan Belanda tidak pernah memiliki peran signifikan di situ, jadi mengalahkan Belanda tidak akan memiliki kepentingan simbolis. Sebagai perbandingan, sepakbola dulunya dipakai secara politik oleh pergerakan nasionalisme untuk mendapat dukungan untuk alasan nasionalisme (“The politics of Indonesian Football”). Kurangnya politik badminton berujung kepada lebih inklusifnya orang nonpribumi. Langkah penting lainnya adalah kesuksesan Soedirman (Presiden PBSI pertama yang pribumi) untuk membuat PBSI inklusif.


Setelah kemerdekaan di 1945, presiden Soekarno mendirikan PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia), dipimpin oleh Soedirman, yang mana hampir ekslusif pribumi. Begitu juga dengan divisi badmintonnya. Soedirman bisa menggabungkan divisi badminton dengan PERBAD, organisasi badminton yang didominasi oleh cina.  Tentunya hal ini sangat sulit, mengingat sentimen anti-cina diantara pemerintah nasionalis, tapi esensial dalam mengasimilasi antusiasme orang - orang dari etnis cina terhadap badminton. Langkah ini pastinya kritis kalau mau melanjutkan keterlibatan di badminton indonesia sampai hari ini.


Awal Kejayaan Badminton Indonesia

Bagaimana substansial awal keterlibatan etnis cina di badminton membuat perubahan? Pemain badminton Indonesia yang sukses dulu didominasi oleh cina: Tan Joe Hok, 1959 All England Champion. Ferry Sonneville (Indonesia keturunan Eropa Asia) juara dua ⅗ dari anggota Indonesia yang menang thomas cup 1968 (kemenangan pertama pada thomas cup), Cina Indonesia. Hanya Eddy Yusuf yang pribumi. Single laki-laki Rudy Hartono dan Liem Swie King, keduanya etnis Cina,  mendominasi permainan dari 1968 sampai 1982  - 15 all england final antara 1968 sampai 1982 ada salah satu dari mereka.


pemain badminton terhebat


Kesuksesan ini, khususnya Rudy Hartono dan Liem Swie King pastinya menjadi batu peringatan di pertumbuhan popularitas badminton di Indonesia. Inilah pertama kali  Indonesia mendominasi olahraga secara internasional dan membawa kebanggaan nasional seperti sebelumnya. Antusiasme negara di olahraga di titik ini menjadi terkemuka:


130 Juta orang Indonesia memiliki keinginan untuk melihat Rudy Hartono memenangkan kejuaraan All-Egland 8 kali. Keinginan ini merupakan sesuatu yang tidak bisa diabaikan. ~ Suharso Suhandinata. Sebagaimana hukum melawan etnis Cina menjadi lebih gila di bawah kepemimpinan Suharto, kesuksesan awal ini oleh etnis Cina sangat penting untuk dalam sejarah badminton Indonesia yang membuat banyak hal menjadi lebih gampang bagi pemain badminton Indonesia yang berasal dari etnis Cina. Contoh Ivana Lie, satu dari pemain terbaik perempuan di tahun 80an, yang tidak bisa keluar negeri karna butuh 4 tahun untuk mendapat KTP dan passport. Bahkan ini, dia bilang, hanya bisa karena dia bisa berbicara langsung dengan presiden.  Akses seperti ini harusnya mustahil untuk keturunan cina di olahraga tanpa sejarah sukses di badminton. Ini membuat jalan untuk peraih medali emas Susi Susanti, Alan Budikusuma, Candra Wijaya, dan Tony Gunawan.


Bandingkan ini ke bagaimana diskriminasi Suharto yang berkelanjutan yang terus menekan perwakilan dari etnis cina di sepakbola Indonesia (warga tionghoa dan sepak bola Indonesia - BBC Indonesia), meski perwakilan yang sehat (dan sukses) awalnya. Inklusivitas kepemimpinan PBSI awalnya dan kemenangan publik awal oleh etnis cina secara relatif melindungi pemain badminton dari dampak rezim ini.


Keterlibatan Pengusaha Dalam Membesarkan Badminton Indonesia

Dampak langsung lainnya dari inklusivitas badminton dari kelompok etnis minoritas di Indonesia adalah keterlibatan pebisnis Cina kelas berat yang kaya  dan antusias. Dua klub badminton yang terbesar di Indonesia, Djarum Kudus dan tangkas, dipimpin oleh keluarga Hartono dan Suhandinata, yang keduanya merupakan etnis cina (Hartono memiliki Djarum yang sukses, perusahaan rokok kretek yang sukses, yang berkembang menjadi kerajaan bisnis yang besar). Keluarga ini menyukai badminton sebagai olahraga, dan memiliki dampak besar di badminton Indonesia dengan membiayai dan memajukan fasilitas latihan dan methodologi di Indonesia.

Djarum:

  • Menyediakan beasiswa pelatihan badminton.
  • Asrama untuk pemain badminton nonlokal.
  • Mensponsori Indonesia open secara internasional, Djarum SuperLiga (liga nasional). 
  • Mendorong badminton melebihi jangkauan di setiap bagian dari Indonesia.

Yang manjadi sorotan: Juara Liem Swie King ditemukan saat bermain di lapangan badminton yang dibuka Budi Hartono (CEO Djarum) di 1969 sebagai karyawan Djarum untuk main. Kesuksesan King menginspirasi Hartono untuk membuka Djarum Kudus, Klub badminton.


Kontribusi mereka ke olahraga pastinya lebih dari alasan ekonomi. Saat seorang pebisnis yang paling kuat di negaramu sangat bergairah tentang olahraga seperti Victor Hartono, kamu tahu kamu memiliki dukungan yang kuat yang mendorong inisiatif untuk terjadi.


Ini bukan untuk mengambil segala hal dari atlit pribumi yang juga sukses di dunia. Intinya adalah: jika jaman dulu badminton tidak inklusif dan jika Soedirman tidak membuat PBSI inklusif, kita mungkin tidak akan: 

  • Memiliki Rudy Hartono dan Liem Swie King, yang membuat indonesia mendominasi badminton selama era yang mendiskriminasi Cina Indonesia; ataupun
  • Memiliki keluarga yang mendukung seperti Suhandinata dan Hartono, yang mana klub badminton yang menyediakan sebanyak setengah dari kejuaraan dunia Indonesia selama 5 dekade. 

Tanpa dua hal itu, bahkan jika badminton Indonesia mungkin masih hebat, kecil kemungkinan kita dapat meraih kesuksesan dan popularitas yang dinikmati sekarang. Dengan adanya dukungan dari para pengusaha tersebut, para atlet badminton Indonesia dapat mulai berlatih sejak usia muda dengan fasilitas yang dukungan yang baik.


kehebatan pemain badminton Indonesia


Saat ini badminton Indonesia sudah semakin berkembang dan pemain - pemain Indonesia terus menorehkan prestasi di kancah internasional. Kamu pun bisa menjadi pemain badminton profesional Indonesia jika kamu serius dan tekun berlatih.


Jadi badminton Indonesia dapat sangat berjaya karena adanya inklusifitas yang memungkinkan atlet dari berbagai kalangan terlibat dalam badminton, temasuk etnis Cina. Hal ini pada akhirnya juga menggerakkan pada pengusaha yang memiliki dana yang besar untuk turut memfasilitasi olahraga badminton dan menjadikan badminton Indonesia besar seperti saat ini.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang