Kenapa populasi penduduk Indonesia sangat padat?

Dilihat 695 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
2 Jawaban 2

Di Indonesia, atau lebih tepatnya di Jawa, ada pepatah yang mengatakan “banyak anak banyak rejeki” yang artinya “makin banyak anak makin banyak rejeki”.

Saya yakin pepatah ini asalnya dari cara hidup agraris dan maritim. Karena untuk bekerja di sawah dan mengarungi wilayah laut Indonesia yang luas, akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Oleh karena itu mempunyai banyak anak akan dapat memberikan banyak tenaga kerja. Selain itu, ada pertikaian antar suku yang terjadi di masa lalu dan harapan untuk hidup makmur pun perlu dipikirkan sehingga orang dapat menjaga garis keturunannya. Selain itu poligami di sini masih diterima secara wajar.


Walaupun saya tidak yakin apakah ini merupakan penyebab yang signifikan. Tapi untuk sejumlah komunitas patrilinial, memiliki keturunan laki-laki adalah harga diri keluarga. Pada komunitas semacam ini, keturunan laki-laki akan melanjutkan nama keluarga. Saya pribadi sudah melihat beberapa kasus di mana keluarga tetap mencoba untuk mendapatkan anak laki-laki setelah anak yang lahi sebelumnya adalah perempuan.


Setelah kemerdekaan Indonesia dan karena meningkatnya kualitas kesehatan, populasi penduduk pun meledak sehingga membuat pemerintah harus menjalankan program untuk mengontrol populasi yang disebut dengan “keluarga berencana”. Program ini mengimbau setiap keluarga untuk memakai alat kontrasepsi atau pil anti kehamilan, dan diharapkan tiap keluarga paling banyak memiliki dua anak saja dengan rentang waktu jeda yang relatif panjang di antara keduanya.


Saat saya di SMA dan kuliah, saya banyak berinteraksi dengan populasi kelas bawah, baik di kota besar maupun di daerah pedesaan. Saya mengamati bahwa banyak keluarga yang ada pada populasi kelas bawah lebih memiliki banyak anak. Hal ini membuat saya depresi saat melihat keluarga tersebut mengalami kesulitan dalam memberikan pendidikan ke anak-anaknya terlebih lagi kesulitan dalam memberikan penghidupan yang layak. Ada sedikit gurauan antara saya dan teman-teman bahwa orang-orang ini tidak memiliki hiburan sehingga menjadikan seks sebagai daftar kegiatan nomor 1. Walaupun sudah satu dekade berlalu namun jumlah keluarga kelas menengah tidak tumbuh secepat sekarang ini dan TV masih menjadi suatu kemewahan untuk daerah pedesaan terpencil. Namun ketika saya pikir-pikir lagi, hal itu adalah gurauan yang sarkastik dan tidak menghormati meskipun kalau dipikirkan hal tersebut sebenarnya masuk akal juga.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu

Demografi Indonesia menempati peringkat empat besar dunia soal kepadatan penduduk. Hingga sekarang jumlah penduduk Indonesia sudah hampir mencapai angka tiga ratus juta. Bandingkan dengan Australia yang daratannya jauh lebih luas hanya memiliki beberapa puluh juta saja. Lalu apa penyebab Indonesia memiliki penduduk yang padat?


Di antara jawaban yang paling rasional adalah Kepulauan Nusantara atau Indonesia ini dianugerahi dengan tanah yang sangat subur. Sektor pertanian sudah berkembang sejak berabad-abad yang lalu berkat debu vulkanik dari rentetan gunung berapi yang berfungsi menyuburkan setiap jengkal tanah di Indonesia. Sebagai bangsa agraris, memiliki banyak tenaga untuk mengolah lahan pertanian merupakan suatu keuntungan tersendiri. Mungkin dari sinilah muncul pepatah yang sangat terkenal yaitu “Banyak Anak Banyak Rejeki” sehingga berdampak pada besarnya jumlah penduduk Indonesia.


penduduk indonesia


Selain kekayaan alam di daratan, Indonesia yang memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia ini juga dilimpahi dengan kekayaan laut yang beraneka ragam. Jadi sumber makanan bukan masalah bagi bangsa Indonesia karena mulai dari muara sungai di tepi pantai hingga ke tengah lautan yang dalam beraneka bahan makanan lezat dan bergizi tersedia.


Meski demikian, kepadatan penduduk di setiap daerah berbeda-beda. Faktor utama yang mempengaruhi kepadatan penduduk ini antara lain letak strategis secara sosial dan terutama potensi ekonomi suatu kawasan yang menarik bagi para pendatang untuk tinggal dan mengadu nasib. Ambil contoh ibukota negara Indonesia. 


Secara resmi jumlah penduduk Jakarta sekitar 10 juta lebih belum lagi mereka yang tidak tercatat secara resmi ber-KTP Jakarta. Selain itu, tingkat kesadaran dari sebagian besar masyarakat untuk ber-KB masih kurang, sehingga dalam satu keluarga memiliki banyak anak adalah hal yang lazim ditemui di berbagai wilayah.


indonesia agraris

 

Kepadatan Penduduk dan Kesempatan Memperoleh Pekerjaan


Kepadatan penduduk di masa kini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi bangsa Indonesia. Di satu sisi kita memiliki banyak sumberdaya manusia untuk membangun negara menjadi lebih kuat tapi di sisi lain kepadatan penduduk ini menimbulkan masalah-masalah sosial dan ekonomi yang harus ditangani dengan strategis dan cermat. Masalah yang paling nampak adalah kesempatan untuk memperoleh pekerjaan.


Kita sama-sama tahu bahwa persaingan memperoleh pekerjaan saat ini semakin sengit di mana ketersediaan lapangan kerja tumbuh tidak secepat pertambahan penduduknya. Jika di masa lalu orang-orang bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang enak sekarang ini hampir semua perusahaan menerapkan sistem kontrak. 


Artinya, tidak ada jaminan seseorang bisa tetap nyaman di dalam pekerjaannya hingga pensiun. Jumlah penduduk Jakarta yang cukup banyak misalnya, menjadi pasar yang potensial bagi setiap orang untuk membuka usaha.


Oleh karena itu kemandirian dan kewirausahaan menjadi salah satu solusi yang didukung oleh pemerintah guna mengatasi masalah pengangguran. Masih banyak kekayaan alam baik tanah dan air yang bisa dikelola untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Jadi, jika kita mau kreatif dan bekerja keras maka lapangan pekerjaan itu akan terbuka dengan sendirinya. Meski jumlah penduduk Indonesia cukup besar, ketersediaan sumberdaya alam kita masih cukup melimpah. 


Mindset orang sekarang sudah berbeda. Jika dulu PNS atau militer menjadi posisi yang sangat diidam-idamkan, sekarang ini keberhasilan para wirausahawan muda yang mampu meraup ratusan juta hingga miliaran rupiah dari usaha sendiri membuat dunia bisnis semakin bergairah.


kepadatan penduduk indonesia



Hubungan Kepadatan Penduduk dengan Kesempatan Indonesia Menjadi Negara Maju



Populasi penduduk merupakan modal penting bagi suatu negara untuk tumbuh menjadi sebuah negara yang maju. Tak terkecuali bagi negara berkembang seperti Indonesia. Saat ini dilaporkan bahwa populasi Indonesia yang cukup besar ini tersusun sebagian besar atas angkatan muda. Ini tentu menjadi berita positif karena SDM yang produktif baik dalam hal tenaga dan pikiran membuat kita memiliki masa depan yang cerah.


Saat ini banyak negara maju mencemaskan masa depan mereka sebagai sebuah negara karena kekurangan angkatan muda. Sebut saja negara seperti Swedia, Jepang, Prancis atau Jerman. Mereka bahkan memberi insentif khusus kepada warganegaranya agar mau memiliki lebih banyak anak guna mendukung keberlangsungan hidup bangsa. Suatu saat nanti para pemuda dan pemudi Indonesia inilah yang akan mengubah sejarah sehingga kita tidak lagi menjadi sekadar negara berkembang. Jumlah penduduk Indonesia yang banyak ini juga harus diimbangi dengan pemerataan populasi di setiap wilayah. 


Jadi, program transmigrasi sepertinya masih tetap dibutuhkan.


Namun di sisi lain kepadatan penduduk yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah yang besar. Kita coba lihat Bangladesh misalnya. Negara yang kira-kira hanya seluas tak sampai separuh pulau jawa ini memiliki penduduk hampir dua ratus juta jiwa. 


Padat sekali di sana dan negara harus mengatasi masalah-masalah sosial seperti konflik antar kelas, antar pendukung partai politik dan juga masalah-masalah kesehatan dan ekonomi. Sekalipun Indonesia memiliki luas wilayah yang luar biasa, jika tidak ditangani dengan hati-hati maka kita bisa juga mengalami kasus yang serupa.


Jadi bisa disimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan populasi yang produktif untuk bisa membangun Indonesia menjadi negara maju di masa depan. Angkatan produktif inilah yang nanti akan mengisi pos-pos baik di pemerintahan, politik, militer, ekonomi, kebudayaan dan lain-lain.



penduduk indonesia asli


Kontribusi Norma Sosial dan Budaya Terhadap Produktivitas dan Inovasi Kerja


Norma sosial dan budaya tentu berperan penting bagi peningkatan produktivitas dan perkembangan inovasi kerja. Kita coba bercermin dari bangsa Jepang yang memiliki etos kerja tinggi bahkan sejak era sebelum restorasi Meiji. Bagi mereka menyempurnakan pekerjaan merupakan sebuah tanggung jawab di dalam hidup. 


Sementara itu di Indonesia kita memiliki beraneka adat istiadat dan agama yang di dalamnya ada banyak norma sosial yang berperan penting dalam membentuk kepribadian seseorang.


Norma-norma sosial dan budaya tersebut mampu mendisiplinkan seseorang hingga ia mampu mencapai hasil terbaik dari setiap apa yang ia kerjakan. Nusantara sangat kaya akan hasil-hasil kerajinan bernilai tinggi mulai dari Aceh hingga Papua. 


Jumlah penduduk Jakarta yang banyak dan juga beragam menjadi contoh betapa bangsa Indonesia sudah sedemikian produktif dan inovatif sejak dulu kala. Demikian pula, inovasi kerja akan terus berkembang dan memperkaya khasanah budaya kita. Di sisi lain secara ekonomi dan sosial kehidupan masyarakat akan semakin dimajukan oleh peningkatan produktivitas dan inovasi kerja ini.


Oleh karena itu, sebenarnya ada banyak faktor yang membuat Indonesia memiliki banyak sekali penduduk, yang bahkan masuk peringkat empat besar dunia dalam hal kepadatan penduduk. Dan salah satu faktor utamanya adalah karena suburnya negeri ini, sehingga membuat sektor pertanian menjadi sendi utama kehidupan masyarakat, yang mana sektor ini membutuhkan banyak sekali tenaga kerja. 


Selain itu, letak strategis secara sosial dan ekonomi suatu kawasan menarik bagi sebagian besar orang untuk tinggal dan mengadu nasib di kawasan tersebut. Meskipun kepadatan penduduk Indonesia saat ini menjadi permasalahan yang menuntut tindakan komprehensif namun di sisi lain hal ini merupakan sumber kekuatan bangsa apabila SDM yang ada dikelola dan dididik dengan baik dan berdaya saing tinggi. 


Semoga bahasan singkat ini cukup memberi pencerahan.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang