Mengapa Indonesia tidak bisa memproduksi cukup beras untuk penduduknya padahal mayoritas penduduknya adalah petani ?

Dilihat 1,26 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kenapa? Karena Kurangnya keinginan berpolitik. Tentu saja. Tidak ada alasan lain selain yang satu ini. Kita berhasil mandiri dalam hal penyediaan beras di era Orde Baru. Pada masa itu, Soeharto yang memiliki latar belakang keluarga petani sangat peduli mengenai kemandirian pangan. Produksi beras Indonesia saat itu lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan kita bahkan bisa mengekspor beras ke luar negeri.


Tapi hal tersebut sudah terhenti sejak 16 tahun yang lalu. Orde baru jatuh dan terjadi reformasi. Indonesia berusaha menjadi negara industri dan mengubah lahan - lahannya yang sangat subur di daerah Cikarang dan Bekasi menjadi pabrik - pabrik. Kelihatannya orang Indonesia mempercayai bahwa industrialisasi merupakan satu - satunya cara untuk meningkatkan PDB. 


Tidak lama setelah itu orang Indonesia lupa dengan "Lahan Gambut Sejuta Hektar" di Kalimantan - Soeharto merencanakan proyek besar ini di tahun 1990an untuk mengubah lahan gambut di Kalimantan menjadi sawah. Sebuah proyek yang ambisius, konyol, tapi juga luar biasa. Kenapa harus mengubah lahan gambut yang tidak subur di Kalimantan dan mengabaikan lahan - lahan yang subur di pulau Jawa? Pulau yang memiliki gunung volcano sudah pasti memiliki tanah yang subur dan setahu saya Kalimantan tidak memiliki satupun gunung volcano. Bagaimanapun juga tidak bisa dipungkiri bahwa Soeharto sangat peduli dengan beras, petani, dan pangan.


Kenyataannya, harga beras itu murah. BJ Habibie "Harga 1 kg pesawat terbang setara 450 ton beras". Jika sebagian besar orang Indonesia menjadi petani, PDB kita tidak akan mengalami pertumbuhan dan kita akan menjadi negara berkembang selamanya. Terlebih lagi produktivitas para petani kita sangat rendah sekali. Seorang petani di Amerika bisa memiliki traktor, sebuah pesawat dan bisa menggarap lahan seluas paling tidak 10 hektar. Petani Indonesia masing menggunakan cangkul dan sekop dan menggunakan tangan mereka untuk menggemburkan tanah. Mungkin seorang petani di Indonesia hanya bisa menggarap lahan sekitar 1 hektar.

Barang olahan selalu dapat memberikan keuntungan yang lebih besar ketimbang barang mentah. Sayangnya sejauh ini Indonesia hanya mengekspor barang mentah seperti bijih besi, kayu, emas, dan minyak. Pemerintah dan para politisi di Indonesia mencemaskan hal ini dan berusahan mengubah Indonesia menjadi negara industri. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia tidak bisa memproduksi beras yang cukup untuk seluruh penduduknya. Tapi menurut saya, industrialisai bukan satu - satunya cara bagi sebuah negara untuk meningkatkan PDB nya.

India contohnya, berhasil meningkatkan PDB nya tanpa industrialisasi dengan menjadi pusat bagi produk IT dengan harga murah. Yang ingin saya katakan adalah, ada berbagai cara yang berbeda untuk meningkatkan PDB melalui petani. Kita bisa menyediakan teknologi yang lebih banyak dan canggih, membuat beras organik, menjadikan sawah sebagai salah satu tujuan wisata, membuat makan olahan seperti buah kering, dan lain sebagainya.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang