Mengapa injeksi diberikan hanya pada vena bukan di arteri?

Dilihat 3,9 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Vena lebih mudah diakses, banyak yang tidak terlalu dalam, tidak bertekanan tinggi jadi tak ada risiko darah mengalir masuk ke atas cairan infusi yang akan justru mengalahkan tujuannya, dan setelah mencabut jarumnya tak perlu menekan lembut selama 5 menit untuk mencegah pendarahan terjadi. Namun dalam situasi khusus kita menginjeksi substansi ke dalam arteri, melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan misalnya mencegah tumpahnya darah atau pendarahan setelahnya, misalnya menginjeksi obat-obatan dilatori pada pembuluh darah seperti Methyldopa pada kondisi dimana kejang urat arteri menyebabkan kurangnya darah terutama pada tangan/kaki jari tangan/jari kaki di http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/raynauds-disease/basics/definition/con-20022916, pada tumor yang tak bisa dioperasi kadangkala sumbatan darah atau zat padat lainnya diinjeksikan ke dalam arteri yang memberi makan tumornya, akibatnya tumor tersebut (sebagian) mati karena kekurangan darah yang dimakannya sehingga memperlambat pertumbuhannya dan membuatnya lebih sensitif terhadap kemoterapi dan perawatan radiasi, lihat http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=cathembol, dan kemudian dalam kasus langka kemoterapi diberikan ke dalam arteri yang memberi makan tumor yang bisa berada pada pankreas, hati, otak, mata, lihat http://www.cancercenter.com/treatments/intra-arterial-chemotherapy/

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang