Kenapa jantung atau dada terasa sakit saat sedang sedih dan marah?

Dilihat 11,4 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Banyak orang yang sering merasakan nyeri pada bagian dada ketika teramat sedih atau sangat marah, biasanya terjadi padi orang tua. Pada umumnya, kita mengetahui bahwa nyeri dada yang timbul tiba-tiba bisa menjadi salah satu indikasi penyakit jantung apalagi bila sakit dada terasa di bagian sebelah kiri. 

 

Sakit pada bagian dada sebenarnya adalah tanda bahwa ada beberapa bagian tubuh anda yang sedang dalam kondisi tidak stabil. Bagian tubuh seperti dada dan jantung akan terasa sakit saat anda benar-benar sedih atau depresi. Ada alasannya mengapa hal itu disebut sebagai heartbreak


Rasa sedih yang mendalam dapat menyebabkan nyeri pada bagian dada dengan gejala mirip serangan jantung. Tapi apa yang menyebabkan dada sakit apabila anda sedang marah dan sedih?


Mari simak penjelasannya berikut ini!

            nyeri dada 

Mengapa jantung terasa sakit ketika kita sedih?


Hasil penelitian yang mengejutkan dari para peneliti dari University of Arizona dan University of Maryland akhir-akhir ini mengungkap bahwa terdapat hubungan antara pikiran dan tubuh dan telah mempublikasikannya hasil penelitian tersebut pada tahun 2009. 


Menurut mereka, bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol reaksi emosi (anterior cingulate cortex) menjadi lebih aktif ketika kita sedang mengalami tekanan emosi yang berat ataupun marah. 


Hal ini bisa menyebabkan berbagai reaksi, yang paling sering muncul adalah stimulasi dari saraf-saraf vagus (yang terdapat pada bagian dada dan daerah abdomen) yang mengakibatkan sensasi rasa sakit di area ini.


Menurut para peneliti di Brown University, wanita berisiko terkena gejala nyeri dada (Takotsubo Cardiomyopathy) lebih sering dibandingkan dengan pria. 


Gejala nyeri dada ini pada dasarnya meniru serangan jantung dengan melemahkan otot-otot jantung ketika sedang mengalami tekanan emosi yang parah atau stress. 


sakit dada saat marah


Para peneliti telah membuat hipotesa bahwa dalam situasi seperti itu, hormon stress dalam jumlah besar seperti metanephrine dan normetanephrine dilepaskan secara berlebihan dengan tambahan protein seperti neuropeptide Y, natriuretic peptide otak, dan serotonin. 


Hal ini langsung dapat melemahkan jantung, menyebabkan jantung berhenti berfungsi sesaat. Ini adalah salah satu bentuk emosi yang paling serius yang diartikan ke dalam rasa sakit fisik yang juga telah membunuh banyak orang. 


Salah satu pasien yang sedang diteliti meninggal. Fakta lainnya adalah 95% yang terkena Takotsubo Cardiomyopathy adalah wanita, yang menunjukkan bahwa hubungan antara emosi dengan rasa sakit fisik itu berbeda bagi lawan jenisnya.


Nyeri dada yang sering terjadi saat anda sedang marah atau ketika sedang dalam tekanan yang berat ternyata bisa menimbulkan penyakit jantung dikemudian hari. 


Maka dari itu, anda perlu segera memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui lebih pasti penyebab dada sakit dan agar mendapat perawatan pencegahan lebih cepat. 


Jika frekuensi dada sakit yang anda rasakan terbilang sering, anda wajib mengetahui beberapa hal yang bisa memicu penyakit jantung salah satunya adalah kolesterol. Kolesterol penyebab penyakit jantung bisa sangat mengerikan, untuk itu perbaikilah pola makan dan gaya hidup anda.


Pola makan yang baik akan mempengaruhi kesehatan tubuh, dengan mengendalikan kolesterol anda akan selangkah lebih dini untuk menyelamatkan diri dari penyakit jantung.



sakit dada saat sedih

Hal yang terpenting adalah,


Jika anda mengalami depresi, anda bisa melakukan terapi depresi yang akan bermanfaat baik untuk mengendalikan emosi dan amarah anda. Anda perlu untuk mengetahui cara menjaga emosi dan diharapkan bisa mengendalikan diri saat stres berat terjadi. 


Kedua penelitian di atas membuktikan bahwa terdapat hubungan bentuk sakit fisik pada tubuh dan emosi kita, salah satunya adalah anda rasa nyeri dada yang timbul saat sedang marah. 


Saya sendiri pernah merasakan nyeri dada beberapa kali saat saya sedang di bawah tekanan emosi yang berat atau depresi berat. Hal ini tidak boleh dianggap remeh dan bagi mereka yang sering merasakannya memiliki kemungkinan yang lebih tinggi terkena masalah jantung di masa depan.


Meskipun jalur medis yang menjadi pokok dari hubungan antara fisik dengan penderitaan mental ini belum dipahami dengan baik, penelitian semacam ini mengungkap betapa rumitnya menentukan hubungan di antara keduanya dan betapa nyata rasa sakitnya.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang