Mengapa Jepang sangat aman?

Dilihat 485 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1



Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya akan menjelaskan mengenai profil singkat negara Jepang yang berhubungan dengan mengapa Jepang sangat aman. Sebelumnya akan dijelaskan mengenai keadaan alam Jepang, gempa yang pernah terjadi di Jepang dan budayanya. 

Jepang merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 4.000 pulau. Letak Jepang mirip dengan negeri Inggris.

 


Keadaan Alam Di Negara Jepang


Jepang merupakan negara di Asia yang paling maju bidang industrinya. Orang Jepang sendiri menyebut negaranya dengan sebutan Nippon (Negeri Matahari Terbit atau Negeri Sakura).


Dataran Jepang terdiri atas pulau besar dan kecil. Pulau-pulau yang besar, antara lain, Hokkaido (Yesso), Hondo (Honshu), Shikoku, dan Kyushu. Sebagian besar kepulauan Jepang terdiri atas pulau vulkanis (bagian dari rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik).


Keadaan wilayah Jepang bergunung-gunung dengan lereng curam serta banyak terdapat sumber air panas. Jumlah gunung di Jepang diperkirakan 1.500 buah dan 192 di antaranya merupakan gunung berapi. Keadaan alam Jepang relatif labil sehingga Jepang sering mengalami gempa bumi.



Gempa Yang Pernah Melanda Jepang


  • Pada tahun 1891 di Jepang terjadi gempa bumi yang mengakibatkan tanah lekah sedalam 6 meter dan sepanjang 1,2 km. Gempa bumi itu menimpa seluruh Pulau Hondo.
  • Pada tanggal 23 September 1923 terjadi gempa bumi yang menimpa sebagian besar kota Yokohama. Banyak korban berjatuhan dan menghancurkan jutaan harta benda.
  • Pada tanggal 16 Juni 1964 di Jepang terjadi gempa bumi lagi di kota Nigata. Karena gempa bumi itu, 296.000 penduduk kehilangan tempat tinggal.

Gunung berapi yang terkenal di negara Jepang adalah Gunung Fujiyama yang mempunyai tinggi 3.778 m dan terletak di dekat kota Tokyo. Gunung tersebut bagi penduduk Jepang dianggap keramat. Setiap tahun, yaitu pada bulan Agustus, banyak penduduk Jepang berziarah ke puncak gunung.


Karena pengaruh gejala vulkanisme, di Jepang banyak dijumpai sumber air panas. Air itu dapat menyembuhkan penyakit kulit. Di Jepang terdapat tempat pemandian terkenal, yaitu di Beppu dan Unzun.


Sungai di Jepang pendek-pendek dan arusnya deras sehingga baik untuk pembangkit tenaga listrik. Di pantai bagian selatan dan barat Jepang banyak dijumpai teluk yang baik sekali untuk pelabuhan.



Budaya dan Kepercayaan


Kebudayaan bangsa Jepang banyak terpengaruh kebudayaan Cina. Akan tetapi, di antara keduanya terdapat perbedaan. Beberapa budaya Jepang yang khas adalah


  •     Chanoyu (upacara minum teh)
  •     Judo jiujitsu dan karate;
  •     Ikebana (seni tata kebun dan merangkai bunga);
  •     Kabuki (sendratari);
  •     Karakuri (sandiwara boneka)

Di bidang agama Jepang mengenal Shintoisme yang menunjukkan perpaduan antara penyembahan kepada Dewa Matahari (Amaterasu) dan pemujaan arwah nenek moyang. Mayoritas penduduk Jepang menganut agama Shinto.

Di samping agama Shinto, di Jepang terdapat juga agama lain, yaitu Islam, Kristen, dan Katolik. Akan tetapi, penganut agama-agama tersebut relatif kecil.

Budaya-budaya Jepang lain yang melekat di masyarakatnya antara lain: hemat, menjunjung tinggi sopan santun, bekerja keras, berdisiplin tinggi, dan pantang menyerah.


Berbicara tentang kedisiplinan dan komitmen untuk lakukan yang terbaik, budaya kerja bangsa Jepang bisa dijadikan sebagai contoh. Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang disiplin dan tingkat produktivitasnya tinggi. Berkat budaya kerjanya itu maka mereka bisa menjadi bangsa yang tingkat ekonominya sejajar dengan negara-negara maju di Eropa dan Amerika.
Orang jepang terkenal dengan etos kerjanya yang luar biasa. Etos kerja ini memiliki peranan penting atas kebangkitan ekonomi jepang, terutama setelah kekalahan Jepang diperang dunia kedua. Dulu orang Jepang bukanlah orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Mereka tidak disiplin dan lebih senang bersantai dan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang.
Namun kekalahan Jepang pada perang dunia kedua mengubah keadaan yang serba santai dimasa lalu. Ekonomi Jepang kacau balau, pengangguran dimana-mana. Saat itu mereka tidak punya pilihan lain selain bekerja dengan sangat keras agar bisa survive. Kondisi yang serba tidak enak itu secara tidak langsung menempa kedisiplinan mereka dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembentukan etos kerja mereka yang begitu mengagumkan. Etos kerja tersebut menular ke generasi selanjutnya dalam konsep moral yang ditanamkan dengan ketat melalui jalur pendidikan.

Berbagai disiplin bangsa Jepang ditempat kerja mereka akan diuraikan dalam berbagai contoh sbb:

1. Prinsip Bushido
Prinsip tentang semangat kerja keras yang diwariskan secara turun- menurun. Semangat ini melahirkan proses belajar yang tak kenal lelah. Awalnya semangat ini dipelajari Jepang dari barat. Tapi kini baratlah yang terpukau dan harus belajar dari Jepang.

2. Prinsip Disiplin Samurai
Prinsip yang mengajarkan tidak mudah menyerah. Para samurai akan melakukan harakiri (bunuh diri) dengan menusukkan pedang ke perut jika kalah bertarung. Hal ini memperlihatkan usaha mereka untuk menebus harga diri yang hilang akibat kalah perang. Kini semangat samurai masih tertanam kuat dalam sanubari bangsa Jepang, namun digunakan untuk membangun ekonomi, menjaga harga diri, dan kehormatan bangsa secara teguh. Semangat ini telah menciptakan bangsa Jepang menjadi bangsa yang tak mudah menyerah karena sumber daya alamnya yang minim juga tak menyerah pada berbagai bencana alam, terutama gempa dan tsunami.

3. Konsep Budaya Keishan
Perubahan secara berkesinambungan dalam budaya kerja. Caranya harus selalu kreatif, inovatif, dan produktif. Konsep Keisan menuntut kerajinan, kesungguhan, minat dan keyakinan, hingga akhirnya timbul kemauan untuk selalu belajar dari orang lain.

4. Prinsip Kai Zen
Mendorong bangsa Jepang memiliki komitmen tinggi pada pekerjaan. Setiap pekerjaan perlu dilaksanakan dan diselesaikan sesuai jadwal agar tidak menimbulkan pemborosan. Jika tak mengikuti jadwal, maka penyelesaian pekerjaan akan lambat dan menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, perusahaan di Jepang menerapkan peraturan “tepat waktu”. Inilah inti prinsip Kai Zen: optimal biaya dan waktu dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

5. Perusahaan untung besar, saya juga akan untung
Disiplin dan semangat kerja inilah yang membentuk sikap dan mental kerja yang positif. Disiplin juga menjadikan para pekerja patuh dan loyal pada perusahaan atau tempat mereka bekerja. Mereka mau melakukan apa saja demi keberhasilan perusahaan tempat mereka bekerja, bahkan hebatnya mereka sanggup bekerja lembur tanpa mengharapkan bayaran tambahan. Karena mereka beranggapan jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan kompensasi setimpal. Dalam pikiran dan jiwa mereka sudah tertanam keinginan melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Gagal melakukan tugas sama halnya mempermalukan diri sendiri, bahkan harga diri mereka merasa hilang.

6. Malu, kalau pulang lebih cepat
Mereka yang pulang lebih cepat dianggap sebagai pekerja yang tidak penting dan tidak produktif.  Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskan di tempat kerja. Kecintaan orang Jepang pada pekerjaannya, membuat mereka fokus pada pekerjaannya. Tanpa ada pengawas pun mereka bekerja dengan baik, penuh dedikasi, dan disiplin.

7. Kerja ya kerja, istirahat betul-betul istirahat
Ketika jam 8 pagi masuk kerja, tak ada lagi obrolan dan canda, mereka langsung bekerja di komputer masing-masing atau sibuk langsung di depan workstation masing-masing. Baru ketika tiba saatnya hiru gohan no jikan (makan siang) mereka hentikan aktivitas masing-masing dan bercanda ria dengan teman-teman sambil menuju shokudo (kantin).

8. Tidur 30 menit, di waktu jam istirahat
60 menit jam makan siang, rata-rata dibagi 30 menit untuk urusan makan siang, 30 menit untuk tidur sejenak, guna memulihkan energi lagi. Mereka akan sisihkan waktu untuk tidur sambil merebahkan kepala di meja kerja masing-masing. Re-charge energi.

9. Disiplin soal kecil-kecil
* Sampah yang jatuh di area kerja, harus dipungut dengan tangan kosong (sude), tidak boleh memakai alat.
* Jika menemukan puntung rokok atau permen karet, Anda harus segera pungut, tidak peduli siapa yang membuangnya, Anda tidak boleh pura-pura seolah tidak melihatnya.





Mengapa Negara Jepang Sangat Aman?


Setelah profil singkat mengenai negara Jepang di atas, saya akan mencoba menjawab mengapa Jepang sangat aman didasari oleh penjelasan di atas:


  • Jepang sangat aman karena harga diri individunya yang sangat tinggi sehingga apabila seseorang melakukan kriminal akan membuat mereka malu. Seperti yang kita ketahui budaya Harakiri adalah budaya yang mendarah daging di Jepang, intinya daripada mereka melakukan perbuatan merugikan yang memalukan maka lebih baik mereka bunuh diri.
  • Kentalnya budaya Jepang dalam minum teh yang menjunjung sopan santun dan seni tinggi membuat masyarakatnya sangat menghargai sopan santun dalam bermasyarakat. Hal inilah yang membuat orang Jepang sedikit sekali yang mau melakukan kriminalitas.
  • Pelajaran bela diri yang wajib dipelajari semasa sekolah oleh anak-anak di Jepang membuat hampir semua masyarakat Jepang memiliki pertahanan diri yang baik.
  • Alam Jepang yang sering mengalami gempa membuat masyarakat Jepang sangat kompak dan memiliki budaya tolong menolong dalam menghadapi bencana, karena itulah melakukan tindak kriminalitas yang merusak harmoni bersosialisasi sangat tidak dibenarkan disana.

Sekian jawaban yang saya rangkum ini. Semoga bermanfaat!.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang