Mengapa kalangan menengah ke atas dari Indonesia membenci dangdut?

Dilihat 440 • Ditanyakan 12 bulan lalu
1 Jawaban 1

Itu sama benarnya dengan memiliki kulit yang lebih gelap,  atau memiliki seorang petani cokelat. Hal ini dianggap sebagai suatu sifat dari kelas bawah (terutama salah satu yang terendah). Dangdut adalah aliran musik rakyat,  sehingga dikatakan,  dangdut menarik lebih banyak orang-orang miskin karena itulah sebaik mereka bisa mendapatkan hiburan (musik dengan wanita menggoyangkan pinggul mereka (atau yang lebih baru,  memantulkan payudara mereka) menyanyikan sindiran seksual atau sekedar meratap). 


Dangdut tersedia hampir gratis,  karena anda tidak perlu membayar untuk melihat mereka menggoyangkan aset mereka. Ditambah dengan fakta bahwa sebagian besar pertunjukan Dangdut adalah pertunjukan hiburan di mana orang berkumpul (kampanye politik,  pernikahan) itu lebih sering daripada disebabkan oleh gangguan orang menengah atas saat panggung bisa meloncat keluar di tengah jalan,  menyebabkan kemacetan lalu lintas,  dan sistem suara yang mengerikan bisa mengaum lewat tengah malam (bagi mereka yang sayangnya tinggal di dekat daerah kumuh daerah di mana setiap akhir pekan tampaknya seperti pernikahan akhir pekan),  anda memiliki alasan yang sangat sah untuk membenci dangdut. Saya tahu yang saya lakukan. Tapi ini yang bersifat anekdot. 

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang