Mengapa kita jatuh cinta?

Dilihat 648 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Cinta adalah ciri khas emosi manusia dan sifat yang cenderung ada pada manusia. Saya sungguh meragukan jika ada hewan lain yang pernah merasakan cinta seperti yang pernah dirasakan manusia. Hanya manusia saja yang jatuh cinta dan juga berkali-kali jatuh cinta dalam hidupnya. Kita jatuh cinta untuk memuaskan kebutuhan kita. Pada tahun 1943, Maslow menyatakan bahwa orang-orang termotivasi untuk meraih kebutuhan-kebutuhan tertentu. Saat satu kebutuhan terpenuhi, orang itu akan berusaha memenuhi yang berikutnya, dan seterusnya. Defisiensi kebutuhan memotivasi orang-orang untuk meraih tujuan sesuai keinginan mereka.


Jatuh Cinta

Kita semua butuh makanan, air dan udara untuk hidup. Untungnya bagi kebanyakan dari kita, semua kebutuhan ini terpenuhi cukup baik. Mari kita bayangkan saat anda kehilangan makanan untuk beberapa jam. Anda akan sangat-sangat lapar akibat tidak makan selama beberapa jam. Makanan ada di depan anda tapi anda dilarang untuk memakannya. Anda bisa dengan mudah membayangkan bahwa keinginan anda akan makanan akan meningkat setiap bertambahnya menit. Anda akan lupa tentang segala hal dan mulai membayangkan makanan saja hingga rasa lapar anda terpenuhi. Kita sebagai manusia juga memiliki jenis kebutuhan lainnya seperti Persahabatan, Keluarga, Kedekatan Seksual, Harga Diri, Kehormatan, Kreatifitas.

Kebutuhan fisik/seksual orang-orang dikodekan secara genetik dalam biologis mereka. Akan tetapi, aturan dari masyarakat beradab membuatnya tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan itu secara legal/bermoral hingga anda menikah. Keinginan dari tubuh itu mulai muncul ketika jam biologisnya mulai berjalan di usia yang tepat. Hasilnya adalah peningkatan kontinyu dari keinginan tersebut untuk dipenuhi hingga kebutuhan itu terpuaskan. Cinta didefinisikan dalam kamus Merrium Webster (http://www.merriam-webster.com/d...) sebagai perasaan kasih sayang yang kuat atau konstan terhadap daya tarik seseorang yang melibatkan gairah seksual : kasih sayang yang kuat yang dirasakan oleh orang-orang yang memiliki hubungan romantis dengan seseorang yang anda cintai dengan romantis. Kita jatuh cinta untuk memuaskan kebutuhan kita.


Jatuh dari Cinta

Apa yang terjadi ketika perut anda dipenuhi dengan makanan? Apakah anda masih memiliki gairah terhadap makanan? Itulah yang terjadi pada kebanyakan orang-orang yang jatuh cinta untuk memuaskan kebutuhan fisiknya. Mereka kehabisan cinta lebih cepat daripada saat mereka jatuh cinta. Ambrose Bierce oleh karenanya mendefinisikan cinta sebagai "Cinta: Kegilaan temporer yang bisa disembuhkan oleh pernikahan". Saat cinta itu bersifat fisik, anda akan kehilangan semua perasaan terhadap kekasih anda saat kebutuhan fisik anda terpuaskan. Setelah anda kehabisan cinta, hidup bersama orang yang sama menjadi begitu sulit sehingga anda ingin menceraikannya meski itu bertentangan dengan petunjuk agama anda. Inilah yang dikatakan di Kitab Injil tentang perceraian. "Setiap orang yang menceraikan istrinya dan menikahi perempuan lain, ia berbuat zina. Dan, orang yang menikahi perempuan yang diceraikan suaminya, juga berbuat zina." (Lukas 16:18 Versi Standar Inggris). Masih saja lebih dari 50% orang-orang di negara berkembang di barat menceraikan orang yang mereka percaya bahwa mereka mencintainya.


Mengapa Cinta Bertahan?

Cinta masih merupakan hubungan yang paling penting antara dua manusia, khususnya diantara pasangan. Akan tetapi, cinta itu jauh dari kata romantis seperti yang digambarkan dan seringkali dipercaya oleh muda-mudi. Saat cinta didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang praktis, ia akan bertahan seumur hidup. Mihaly Zsikszentmihalyi menyajikan pandangan praktis dari sebuah tradisi keluarga dalam bukunya "Flow: Hingga beberapa dekade yang lalu, keluarga-keluarga cenderung tetap bersama karena orangtua dan anak-anak dipaksa untuk melanjutkan hubungannya karena alasan ekstrinsik. Jika pada jaman dulu perceraian itu langka, itu bukan karena suami dan istri lebih saling mencintai satu sama lain di usia tuanya, tapi karena suami membutuhkan seseorang untuk memasak dan menjaga rumah, istri membutuhkan seseorang untuk membawakan daging, dan anak-anak membutuhkan kedua orangtua supaya bisa makan, tidur dan mengawali hari di dunia. "Nilai keluarga" yang ditanamkan oleh para tetua kepada para pemuda adalah suatu refleksi dari kebutuhan sederhana ini, meskipun hal itu dibungkus dalam pertimbangan-pertimbangan agama dan moral". Cinta hanya bertahan ketika pasangan terus melanjutkan pemenuhan kebutuhan (seperti persahabatan, keluarga, kehormatan) di tingkat yang lebih tinggi dari satu sama lain.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang