Mengapa kita memotong kue saat berulang tahun? Apa sejarah atau warisan budaya dibalik tradisi ini?

Dilihat 1,73 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sebagian sejarawan berpendapat bahwa budaya kue ulang tahun ditunjukkan oleh Yunani kuno, dan mereka melaporkan bahwa kue ulang tahun yang diawali oleh orang-orang Yunani dahulu itu adalah kue-kue madu atau roti.


Romawi kuno merayakan tiga jenis ulang tahun yang berbeda: perayaan privat diantara keluarga dan teman, perayaan ulang tahun kota atau kuil, dan perayaan ulang tahun kaisar atau anggota keluarga kerajaan terdahulu maupun yang sedang berkuasa. Tahun ke-50 dirayakan dengan kue madu yang terbuat dari tepung terigu, keju parut, madu, dan olive oil.


Sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa tradisi kue ulang tahun diawali di Jerman pada era pertengahan, dimana adonan roti manis dibuat dalam bentuk bayi Yesus dengan pakaian popok, dan kue itu digunakan untuk memperingati ulang tahunnya. Kue itu kemudian dimunculkan kembali di Jerman dalam bentuk kinderfest, atau perayaan ulang tahun bagi anak kecil.


Di Inggris, kue ulang tahun dibuat dengan objek simbolis di dalamnya. Pada era pertengahan, objek-objek seperti koin dan tudung jari dicampur ke dalam adonan. Masyarakat percaya orang yang mendapatkan koin akan menjadi kaya, sedangkan yang tidak beruntung mendapatkan tudung jari akan selamanya hidup melajang. Sekarang, patung-patung kecil, koin palsu dan permen-permen kecil lebih sering digunakan. Lilin kue ulang tahun pada mulanya ditaruh di atas kue untuk mengirim permohonan ulang tahun kepada Tuhan. Di jaman nenek moyang, orang-orang berdoa di depan api terbuka. Mereka meyakini bahwa asap dari api tersebut akan menghantarkan keinginan mereka kepada dewa-dewa. Dan sekarang, kita yakin, jika kita meniup semua lilin itu dengan satu hembusan nafas, maka keinginan kita akan terkabul.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang