Mengapa kita merasa kedinginan saat kita mengalami demam?

Dilihat 1,29 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kamu memiliki sebuah setpoin untuk temperatu dalam otakmu. Pikirkan sebagai termostat. Kalau kamu keluar tidak berpakaian di musim dingin, kulitmu akan menjadi dingin dan otak menyadari temperatur dalam tubuhmu menurun. Hal ini membuatmu menggigil untuk meningkatkan temperatur kerja otot. Kamu merasakan dingin. Kamu merasakan demam ketika sistem imun membuat otak mengatur setpoin untuk temperatur yang lebih tinggi. Setelah setpoinnya meningkatkan beberapa derajat, hal ini menyamai dengan tubuh yang beberapa derajat terlalu dingin. Kamu mulai menggigil dan merasakan dingin, bahkan walaupun kamu merasa lebih panas dari sebelumnya (dimana teman atau keluarkan bisa memberi tahumu). Sebaliknya, ketika sistem imun tidak lagi aktif, "termostat" di reset ke temperatur normal. Sekarang, temperatur tubuhmu itu lebih tinggi daripada setpoin nya, dimana hal itu membuatmu berkeringat dan merasa sangat panas. Singkat, rasa dingin atau panas itu tidak ditentukan oleh temperatur obyektif, tapi dengan perbedaan antara suhu tubuh obyektif dan setpoin. Artinya, dalam teori, kalau setpoin mu itu diatur untuk temperatur beku, kamu akan berkeringat dan merasa panas bahkankalau kamu keluar tak berpakaian di musim dingin (walaupun kamu akan mati dengan cepat).

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang