Mengapa kita tidur?

Dilihat 1,5 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pertanyaan ini sungguh dalam sampai saya harus memikirkannya setidaknya 2 hari (tanpa mengorbankan tidur) sebelum memutuskan untuk menjawab.


Jika “kita” di sini maksudnya adala “kita para homo sapien”, maka dasar pertanyaannya sudah salah (sebagaimana yang diterangkan Joshua Hardy). Kita tidak bisa mengatakan: kita bisa tidur setelah berevolusi sebagai manusia. 


Sebaliknya, tidur adalah salah satu mekanisme biologis yang membuat evolusi itu memungkinkan terjadi. Tidak ada penjelasan di biologi yang masuk akal tanpa dikaitkan dengan evolusi. Mari kita memutar kembali evolusi dan mengamati kehidupan uniseluler yang sederhana tanpa menjadi terlalu teknis.


Untuk dapat disebut materi evolusi, sel harus bisa bertahan menghadapi lingkungan yang berubah cepat. Dalam jangka waktu yang pendek, sel harus bisa menyerap energi dari lingkungan dan menggunakan eneri tersebut untuk membentuk protoplasm dan melawan ancaman yang ada. Sel ada karena kemampuan metabolismenya. 


Tapi ada syarat lain lagi. Sel harus mempunyai cara efisien untuk membuang sisa metabolismenya.


Penumpukan zat sisa bisa menjadi beracun sehingga semua zat sisa harus dilepaskan ke lingkungan. Menyerap, proses metabolism, pembersihan dan bertahan hidup! Namun hanya untuk sebentar dan solusi jangka pendek tidak cukup. Sel harus mempunyai mekanisme reproduksi dan inilah solusi jangka panjangnya. Hanya metabolisme dan pembuangan zat sisa yang relevan dengan pertanyaan maka kita tidak akan membicarakan reproduksi. Sel akan tetap melakukan proses metabolisme dan bertahan hidup jika punya akses ke substansi yang tepat di lingkungan. Dan selama mereka tetap mengeluarkan zat sisa.


Di dunia nyata, persediaan tidak selalu terjamin. Mekanisme penghematan energy dan kemampuan menyimpan substansi akan menambah daya tahan hidup. Sel dengan sistem metabolism yang responsif akan bisa bertahan hidup lebih mudah. Mengubah rate metabolism untuk menyesuaikan persediaan substrat energi dan kemampuan mengeluarkan air adalah kunci penting dalam biologi. 


Meskipun demikian, hal ini juga salah satu prinsip yang paling sering dilupakan dalam diskusi tentang evolusi. Apa yang telah ditulis di sini adalah omong kosong jika kita tidak bisa menghubungkan metabolisme dengan tidur. Tapi kita bisa dan tidak perlu seorang jenius untuk mengerti hubungannya. 


Metabolisme Homeostasis adalah dasar primer dari tidur.


Hampir semua makhluk hidup termasuk organisme uniseluler yang primitif telah mengembangkan mekanisme metabolism homeostatic. Mekanisme paling sederhana yaitu pengaturan ulang metabolism sebagai respon penimbunan zat sisa metabolism seolah-olah sel mengatakan “saatnya membersihkan diri”. Pada mulanya prosesnya agak berantakan tapi kemudian menjadi semakin terorganisir seiring dengan evolusi fungsi seluler lainnya termasuk kemampuan menyimpan substrat sebagai sumber energi cadangan, kemampuan menyimpan zat sisa metabolisme dan kemampuan mengatur waktu metabolism dan proses seluler.


Pada titik tertentu, sel menghasilkan siklus istirahat ultradian. Ini bisa disebabkan oleh adanya jam genetic dan produknya yaitu jam protein. Jam protein mengatur proses seluler sehingga ada kegiatan metabolisme tinggi dan kegiatan metabolism rendah (periode istirahat).


Seiring dengan evolusi organisme seluler, molekul penghasil ritme serta rasa pun berevolusi. Ini menyebabkan sinkronisasi periode aktivitas –istirahat sel dan periode gelap lingkungan. Siklus periode-istirahat homeostatic mulai memperoleh masa circadian. Semua ini telah terjadi sebelum evolusi manusia, primate, mamalia dan binatang-binatang lainnya. Siklus kegiatan-istirahat terjadi saat struktur biologi berkembang dan berevolusi secara kompleks.


Perlu ditekankan lagi pentingnya prinsip ini: Fungsi istirahat binatang terevolusi tapi inti dasarnya – siklus istirahat homeostatik – sudah ada sejak dahulu kala. Pada tingkat neural, siklus istirahat mengambil bentuk siklus tidur-bangun. Di luar dari peranan homeostatik, tidur juga berevolusi dengan fungsi lainnya seperti kesadaran, kognisi, pengaturan autonomik dan pertahanan imunitas.


Sehingga, tidur itu terkait dalam fungsi-fungsi biologis lainnya termasuk konsolidasi ingatan dan reaksi imunologi. Anda harus membaca jawaban Paul King yaitu tidur adalah seperti bernapas, minum dan makan. Tidur adalah proses yang mendasar dan berbanding lurus dengan metabolisme seluler dan homeostasis. Tanpa tidur, homo sapiens dan bentuk makhluk hidup lainnya tidak akan ada.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang