Mengapa kita tidur lelap setalah kita mengkonsumsi obat batuk? Apakah itu hanya mitos atau karena bahan kimia?

Dilihat 566 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Banyak obat batuk AS (tapi tidak semua) mengandung bahan yang disebut sebagai Diphenhydramine. Dulu, bahan itu ditemukan sebagai anti-histamin. Itu adalah penemuan yang bagus, karena masih pilihan obat untuk reaksi alergi ringan. Pada bulan September, aku mengkonsumi Morfin (waktu itu aku di ER dengan migrain yang bentuknya seperti gondok -- biar kuberitahu seberapa menyenangkannya RASA itu), dan hal pertama yang rumah sakit lakukan adalah menyuntikku Diphenhydramine dengan dosis tinggi (alias, "Benadryl" di AS). Dan juga dengan Doxylamine

Bahan-bahan ini ada dalam obat batuk Tylenol, obat batuk NyQuil punya Vick dan obat batuk lainnya. Obat-obat batuk merupakan anti-histamin sekaligus obat penenang. Bekerja dengan mirip dan dilabel ulang pada banyak obat. Sewaktu ditemukan ketika obat-obat ini diciptakan, Dyphenhydramine dan Doxylamine merupakan obat tidur yang lumayan efektif juga. Pengguna biasanya akan lebih ingin tidur seletah mengkonsumsi obat ini untuk alergi. 

Jadi, selama beberapa tahun, obat ini telah muncul dalam berbagai label . Kalau kamu membeli Unisom atau obat OTC lainnya untuk membuatmu cepat tidur di AS, kamu terlalu banyak mengeluarkan uang. Belilah botol generik Benadryl. Simpan buat berjaga-jaga kalau kamu kurang tidur atau ada reaksi alergi yang ringan. Semuanya sama, kok.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang