Mengapa kolesterol LDL 'buruk' dan kolesterol HDL "baik" ?

Dilihat 276 • Ditanyakan 7 bulan lalu
1 Jawaban 1

Lipoprotein sebenarnya adalah gabungan lemak dan protein yang memungkinkan lemak untuk dapat dibawa melalui aliran darah tanpa terpisah. Ada lima jenis utama lipoprotein. Chylomicrons (yang berarti 'lemak kecil) disintesis oleh usus untuk membawa lemak yang sudah dicerna ke liver. VLDL (very low density lipoprotein) disintesis oleh hati untuk mengangkut lemak ke jaringan tubuh. IDL (intermediate-density lipoprotein) cenderung kurang padat dibandingkan dengan LDL, namun lebih padat daripada VLDL. IDL lebih tidak stabil di dalam tubuh dan jarang 'dimengerti'. IDL dibentuk saat VLDL mengeluarkan sebagian isi lemaknya. LDL  cenderung mirip dengan IDL dan dibentuk dengan cara yang sama. Partikel HDL disintesis oleh liver untuk mengangkut kolesterol dari jaringan non-liver dan mengembalikannya ke liver agar diproses menjadi hormon dan fungsi lain. Molekul kolesterol sendiri kurang lebih sama, namun rasio lemak terhadap protein lebih rendah pada HDL daripada LDL, yang menyebabkan HDL cenderung lebih padat. Partikel tersebut bisa dibedakan dengan apolipoprotein, yang merupakan bagian dari kerangka protein, yang berfungsi untuk menyimpan lemak dan melarutkan partikel ini di dalam darah. HDL dan LDL memiliki lipoprotein yang berbeda, LDL bisa melekat pada reseptor dinding pembuluh darah. Pada primata (termasuk manusia), proses ini bisa menyebabkan penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh (pada area yang disebut tunica intima). Penimbunan ini akan diserang oleh sel imun yang disebut makrofag, dan penumpukan makrofag yang terjadi akan menyebabkan pembentukan ateroma. Belum diketahui mengapa primata cenderung mengalami pembentukan ateroma pada intima, sedangkan spesies lain seperti anjing pada umumnya tidak. Ateroma pernah ditemukan pada anjing pada permukaan luar pembuluh darah, dan biasanya tidak menyebabkan penyakit. Ateroma adalah penyebab sebagian besar penyakit jantung koroner. Fungsi HDL dan LDL yang berbeda mengarah pada teori bahwa penyakit jantung koroner berhubungan dengan rendahnya HDL dan tingginya LDL.Bukti klinis dan epidemiologi (seperti contohnya http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19302897) menunjukkan berkurangnya resiko penyakit jantung dan mortalitas yaitu sebesar 10% dengan mengurangi level LDL pada plasma sebanyak 25mg/dL. Investigasi HDL sebagai target pengobatan masih berlanjut, tapi saya kurang tahu apakah ada rekomendasi lain untuk meningkatkan HDL selain menjaga kesehatan secara garis besar. 

Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang