Mengapa kompatibilitas transfusi darah tidak komutatif?

Dilihat 615 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Benar kalau fraksi darah yang ditransfusi tergantung pada kebutuhan pasieen belakangan ini. Ini mungkin terjadi karena mesin modern di bank darah memisahkan komponen darah yang berbeda seperti plasma, kepng, sel darah merah, d.l.l. Tapi sampai beberapa tahun lalu dan bahkan sekarang banyak kasus dimana seluruh darah ditransfusikan. Sebelum transfusi darah selalu dicek apakah cocok dengan darah resipien yang menerima. Satu alasan penting adalah tidak hanya sistem ABO Rh yang ada tapi juga ada banyak kelompok darah yang bisa menyebabkan masalah.


Untuk menjelaskan pertanyaan, penting untuk tahu kalau reaksi dari ketidakcocokan transfusi darah bisa disebut reaksi antigen antibody. Saat protein asing masuk ke tubuh antibody akan menghancurkannya dengan cara menyerangnya, jadi saat kelompok darah seseorang masuk ke orang lain yang beda, antibodi di tubuh resipien akan menyerang sel darah merah dari donor yang membawa antigen/protein yang lain dan menghancurkannya, yang menyebabkan kerusakan di organ lain. (ini contoh saat efek dari mekanisme proteksi bisa merusak organ)


Sel darah merah dari donor universal tidak membawa antigen seperti A atau B atau Rh jadi mereka tidak diserang oleh sel resipien. Sehubungan dengan antibody di darah -mereka kecil di kuantitas yang mana membesar. Sehingga antigen yaitu protein di sel darah merah resipien sangat tinggi dan antibody tidak cukup untuk merusak. Juga kuantitas mereka terbatas karena batasan kuantitas darah yang ditransfusikan jadi antibody baru akan terbentuk tidak seperti peristiwa sebaliknya.


Ini bukan penjelasan yang lengkap berhubungan dengan pertanyaan ini. Fungsi imun di tubuh lebih rumit.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang