Mengapa madu digunakan sebagai masker wajah? Secara intuitif, bukankah kandungan gula dalam madu justru memberi makan bakteri pada kulit anda dan memperparahnya?

Dilihat 2,08 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pentingnya madu sebagai obat telah didokumentasikan di berbagai literatur medis tertua di dunia, dan sejak jaman dahulu, madu dikenal memiliki kandungan anti mikroba sekaligus berkhasiat menyembuhkan luka. Kandungan obat dalam madu adalah akibat aktifitas antibakteria yang dimilikinya, menjaga kondisi lembab dari luka, dan viskositasnya yang tinggi membantu menyediakan penghalang protektif untuk mencegah infeksi. Kandungan imunomodulator-nya relevan dalam menyembuhkan luka juga. Aktifitas anti mikroba di dalam madu kebanyakan karena produksi enzim dari hidrogen peroksida. Akan tetapi, madu jenis lainnya, yang dinamakan madu non-peroksida (semisal, madu manuka), menunjukkan efek antibakteria yang signifikan meski aktifitas hidrogen peroksida nya terhambat.


Mekanismenya mungkin ada kaitannya dengan kadar pH yang rendah dari madu itu dan kandungan gulanya yang tinggi (osmolaritas tinggi) yang cukup untuk menghalangi pertumbuhan mikroba. Madu untuk tingkatan medis memiliki potensi aktifitas bakterisida di dalamnya yang melawan bakteri-bakteri resisten-antibiotik penyebab infeksi-infeksi berbahaya bagi manusia. Namun, ada variasi yang besar dalam aktifitas antimikroba dari beberapa madu alami, yang disebabkan oleh variasi spasial dan temporal dalam sumber nektarnya. Oleh karenanya, identifikasi dan karakterisasi dari prinsip aktifnya bisa memberikan informasi yang berharga tentang kualitas dan potensi terapeutik dari madu (melawan banyak gangguan kesehatan pada manusia), dan karenanya juga kita mendiskusikan kandungan obat dari madu dengan penekanan pada aktifitas antibakteri nya. Sebagai tambahan, banyak resep-resep dengan madu juga menggunakan produk asam seperti cuka, atau kayu manis.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang