Mengapa makalah-makalah yang ditulis sangat sulit untuk diakses?

Dilihat 9,01 rb • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Makalah akademis tidaklah ditulis untuk para pembaca, melainkan ditulis untuk peninjau buku. Kalau makalah anda tidak melewati peninjau, tulisan anda tidak akan dipublikasikan, dan tak ada seorangpun yang akan membacanya. Para peninjau sering meminta hal-hal yang tidak ingin anda tuliskan-mereka menginginkan berbagai rincian-rincian tambahan dan hal-hal tambahan untuk disebutkan. Kadang-kadang akan ada dua atau tiga peninjau yang masing-masing menginginkan hal yang berbeda-beda, sehingga anda berusaha menyenangkan mereka semua. Tetapi bila anda melakukannya, anda akan berakhir dengan kekacauan. Hal itu bukanlah hal yang buruk-ketika saya membaca sebuah karangan dan anda membaca sebuah karangan, kita mungkin sedang mencari hal yang berbeda. Saya sangat jarang sekali membaca diskusi tentang tulisan-tulisan, saya hanya tertarik pada hasil-hasilnya, dan saya sering menganggap diskusi tersebut sebagai spekulasi anda, dan saya tidak tertarik dengan hal itu, saya dapat berspekulasi sebaik anda. Orang lain tidak membaca hasilnya. Saya juga ingin untuk bisa mengevaluasi analisa anda, dan untuk itu, saya menginginkan rincian-rincian dari contoh-contoh, metode-metode dan seterusnya. Banyak (sebagian besar?) orang tidak tertarik pada hal tersebut, tetapi apabila saya meninjau atau mengedit tulisan, saya yakin bahwa hasil-hasilnya akan masuk rekor yang ilmiah, sehingga saya ingin agar tulisan tersebut dapat dipertahankan, bahkan jika tak ada seorangpun lagi yang akan membaca detail-detail tersebut. Andrew Gelman (profesor di bidang politik dan statistik) pernah menulis hal ini dalam blognya (saya tidak dapat menemukan catatan di blognya saat ini). Dia berkata (dan saya setuju dengannya) bahwa menulis buku-buku lebih menyenangkan daripada menulis makalah-makalah, karena ketika anda menulis sebuah buku, anda menulisnya untuk pembaca, bukan peninjau-peninjau. Apalagi adanya batasan jumlah kata-kata yang ketat. Para editor (hampir) selalu menginginkan makalah-makalah yang lebih pendek, yang berarti pemotongan berbagai macam penambahan maupun penjelasan. Saya telah memiliki makalah-makalah yang diterima oleh para peninjau., dam kemudian para peninjau itu memaksakan pemotongan yang banyak yang (menurut saya) menjadi tidak bisa dipahami isinya. Hal ini juga menyebabkan sintaksis yang rumit, karena jika saya dapat mengatakannya dengan jumlah kata yang lebih sedikit, saya akan sering - akan menghemat tempat. Pertanyaan mengatakan bahwa artikel-artikelnya panjang-memang, tetapi panjang tentang hal-hal yang membosankan, dan pendek dalam hal-hal yang menarik yang membuatnya lebih mudah dibaca. Saya tidak yakin setuju bahwa mereka mengulang-ulang, setidaknya bukan dengan pengalaman saya. Kemudian ada fakta bahwa menulis dengan jelas tentang sesuatu yang rumit itu sangatlah sulit, sebagian besar ornag tidak bisa melakukannya, dan sangat, sangat sedikit yang bisa menuliskannya dengan baik.

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang