Mengapa merokok lebih lazim ditemui di Eropa daripada di Amerika Serikat, meski sudah tahu akan bahaya merokok?

Dilihat 481 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Rokok, benda yang satu ini sangat populer di seluruh penjuru bumi. Membuat penikmatnya kecanduan dan tidak ingin berhenti meskipun sedang sakit keras merupakan salah satu dari berbagai akibat menghisap rokok. Meskipun banyak sekali kajian mengenai bahaya benda yang satu ini, tidak lantas mampu menyurutkan populasi penikmat rokok dunia yang kian lama semakin menjamur dan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi banyak kalangan.


Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah dan dicampur dengan berbagai bahan kimia. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lainnya. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, serangan jantung dan rokok adalah nominasi pertama dari penyebab kanker paru-paru yang paling berbahaya (walaupun pada kenyataannya pesan tersebut sering diabaikan).




Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, mereka merokok sebagai bentuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh yang dihormati. Pada abad ke 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke benua Eropa. Mulai dari situ kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya semata-mata hanya untuk kesenangan belaka.



Kebiasaan bangsa Eropa dalam mengkonsumsi rokok menjadikannya sebuah budaya baru yang sulit ditinggalkan masyarakatnya. Kenikmatan yang distimulasi oleh zat aditif dari rokok membuat orang kecanduan dan ingin menikmatinya setiap saat. Padahal tehnologi kedokteran di Eropa telah banyak membuktikan bahaya besar akibat menghisap rokok, namun hal tersebut tidak serta merta mampu menghentikan kebiasaan buruk yang telah menjadi gaya hidup di tengah masyarakat.


Tingginya Tingkat Kesadaran Warga Amerika Terhadap Bahaya Rokok


Ketika kebiasaan merokok telah menjadi budaya yang sulit dibendung di Eropa, akan tetapi hal tersebut tidak berlaku di Amerika. Meskipun menurut sejarah, awal mula rokok ditemukan oleh bangsa Indian yang kemudian dibawa ke belahan bumi lain oleh penjelajah Eropa. Kesadaran sosial mengenai gaya hidup sehat adalah faktor utama rendahnya konsumsi rokok disana. Bahkan penerapan edukasi terhadap bahaya besar akibat menghisap rokok telah ditanamkan sejak dini dan diikuti sebagai norma positif yang harus dijalankan.




Di negara Amerika, kampanye mengenai bahaya merokok seringkali dilakukan. Upaya tersebut ditujukan sebagai bentuk penanggulangan kebiasaan buruk masyarakat yang membahayakan kesehatan. Sebagaimana yang dikutip dari WHO, tembakau dalam rokok merupakan penyebab kanker paru-paru terbesar di dunia dan juga penyakit kronis lainnya. Oleh karenanya, kebiasan merokok di negara tersebut dianggap sebagai kebiasaan buruk yang harus dihindari dan diasingkan dari pergaulan masyarakat (terutama remaja).


Selain itu salah satu konsekuensi utama yang bisa Kita dapatkan dari rokok adalah menderita penyakit jantung. Diperkirakan, sebanyak 20% kematian akibat penyakit jantung terkait langsung dengan kebiasaan merokok. Lihat saja kandungan yang terdapat pada sebatang rokok. Lebih dari 4000 bahan kimia terdapat di dalamnya. Ratusan di antaranya zat beracun dan sekitar 70 bahan di dalamnya bersifat kanker. Bahan-bahan berbahaya pada sebatang rokok, antara lain:


  • Karbon monoksida. Zat yang kerap ditemukan pada asap knalpot mobil ini bisa mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga menghalang penyediaan oksigen ke tubuh. Hal tersebut membuat Kita cepat lelah.
  • Tar. Ketika merokok, kandungan tar di dalam rokok akan ikut terisap. Zat ini akan mengendap di paru-paru kita dan berdampak negatif pada kinerja rambut kecil yang melapisi paru-paru. Padahal rambut tersebut bertugas untuk membersihkan kuman dan hal lainnya keluar dari paru-paru Kita.
  • Gas oksidan. Gas ini bisa bereaksi dengan oksigen. Keberadaannya pada tubuh lebih meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung akibat penggumpalan darah.
  • Benzene. Zat yang ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak ini bisa merusak sel pada tingkat genetik. Zat ini juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukimia.

Selain bahan-bahan di atas, masih banyak kandungan beracun pada sebatang rokok seperti arsenic (digunakan dalam pestisida), toluene (ditemukan pada pengencer cat), formaldehyde (digunakan untuk mengawetkan mayat), hydrogen cyanide (digunakan untuk membuat senjata kimia), dan cadmium (digunakan untuk membuat baterai).


Ketika kita merokok, kita akan lebih mungkin terkena serangan jantung. Perokok berisiko dua hingga empat kali lebih tinggi menderita penyakit jantung. Risiko lebih tinggi lagi jika kita perokok wanita yang sedang mengonsumsi pil KB.


Saat merokok, Kita akan turut memasukkan zat-zat berbahaya yang bisa berdampak buruk tubuh, khususnya jantung. Contohnya zat nikotin. Ketika nikotin masuk ke tubuh, zat itu bisa mengurangi kadar oksigen yang akan masuk ke darah. Zat yang bersifat candu ini juga bisa mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dalam jantung, dan mempercepat pembekuan darah yang bisa memicu serangan jantung. Begitu juga dengan akibat-akibat buruk terhadap organ tubuh yang lainnya.


Memang tidak semua perokok akan meninggal karena penyakit jantung, kanker paru-paru, atau stroke, namun kebiasaan merokok bisa sangat mengganggu dan mengurangi kualitas hidup kita sehari-hari. Efek rokok yang bisa Kita rasakan sehari-hari adalah batuk-batuk, sesak napas, lebih mudah lelah, lebih rentan terhadap infeksi, atau mengalami gangguan tidur yang ditandai dengan sulit bernapas pada malam hari kemudian merasa kelelahan di pagi hari.


Kesadaran publik Amerika mengenai bahaya rokok dan sumbangsinya sebagai penyebab kanker paru-paru yang mematikan, membuat penduduknya hidup lebih sehat. Penerapan nilai moral mengenai bahaya merokok tersebut sangat efektif menekan jumlah perokok disana. Hal tersebut terjadi karena ada kesinambungan yang positif dari usaha pemerintah yang didukung masyarakat untuk membentuk lingkungan hidup yang sehat dan berkualitas.


Edukasi yang dilakukan dengan optimal antara pemerintah dan juga masyarakat membuat warga disana lebih menjaga diri dari bahaya merokok. Selain itu penanaman nilai moral dalam sebuah pergaulan tentang bahaya mengkonsumsi rokok sudah dicanangkan sejak dini. Serta himbauan dan juga percontohan gaya hidup sehat sangat dikampanyekan melalui berbagai macam cara dan juga media agar masyarakatnya sadar akan pentingnya menjaga kesehatan (baik jasmani maupun rohani).


Maka dari itu, sepatutnya kita mengaplikasikan hal yang serupa pada setiap individu yang mengerti. Agar tercipta lingkungan yang sehat dan bersih dari asap rokok yang mematikan. Memulai pencegahan dari diri sendiri adalah satu langkah sukses menjadikan negeri ini bebas asap rokok dan memiliki sumber daya manusia yang sehat jasmani maupun rohani.


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang