Mengapa operasi plastik sering gagal dan membuat seseorang jadi kelihatan sangat aneh?

Dilihat 306 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Jawabannya: Sebenarnya tidak. Hanya saja orang umumnya menganggap berita buruk lebih menarik untuk dibaca daripada berita baik. Jadi, media merespon dengan memberikan berita buruk. Mana dari cerita ini yang lebih menarik perhatian anda: ahli bedah penyedot uang dengan humas yang hebat, namun hanya bekerja demi uang dan akhirnya mengacaukan wajah orang, atau ahli bedah kosmetik profesional yang diam-diam bekerja dan mencapai hasil yang fantastis? Yang pertama lebih mungkin membuat anda lebih emosional, dan anda pasti akan ingin terus membacanya.

Memang, salah satu alasan terjadi kesalahan dalam operasi adalah karena ahli bedahnya tidak cukup berpengalaman. Bahkan, orang yang melakukan operasi tidak perlu punya sertifikasi bedah plastik, bisa saja dia spesialis ENT, dokter kulit, bahkan dokter gigi anda! Mengejutkan melihat jumlah negara dimana hal ini sah-sah saja. Dioperasi oleh praktisi yang tidak punya keahlian itu beresiko karena mereka mungkin tidak mampu mengatasi komplikasi unik yang muncul dari prosedur bedah dan menyediakan perawatan pasca-operasi. Sangat penting untuk melakukan riset sendiri untuk mencari tahu apa yang benar sebelum melakukan prosedur bedah. Tapi, malpraktek bukan alasan satu-satunya dari kegagalan operasi plastik: ini bukan selalu kesalahan dokter. Profil beragam yang dimiliki pasien sendiri juga kuat mempengaruhi hasil dari prosedur bedah kosmetik. Misalnya, bekas luka merupakan salah satu hal yang tidak diinginkan dari operasi plastik. Prosedur serupa yang dilakukan oleh ahli bedah yang sama bisa saja meninggalkan bekas luka samar di satu orang, namun meninggalkan luka menganga di orang lain. Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan luka dan penyembuhan adalah:

Genetik: Riset menunjukkan bahwa orang berkulit gelap lebih besar kemungkinannya untuk menderita luka keloid, yakni luka yang terbuat dari jaringan kulit yang menebal dan terlalu banyak tumbuh.

Aktivitas pasien selama masa penyembuhan: luka operasi bisa membutuhkan lebih dari setahun untuk sembuh, jadi hal-hal yang anda lakukan selama masa ini dapat mempengaruhi kesembuhan. Merokok dapat mencegah luka untuk sembuh dengan baik. Nikotin menahan aliran darah ke tempat luka, membuat oksigenisasi jaringan kulit menjadi sulit. Ini dapat menyebabkan jaringan kulit mati di sekitar bekas luka. Merokok juga mengarah ke masalah lain, seperti respon sel darah putih yang lebih lamban terhadap patogen. Ini meningkatkan kemungkinan infeksi luka. Keteganan mekanik dari pergerakan yang terlalu banyak (misalnya berolahraga terlalu cepat setelah operasi) juga dapat menyebabkan jahitan terbuka dan menunda penyembuhan. Masalah lain yang terjadi saat operasi plastik adalah kulit yang melar/kendur secara tidak alami. Ini menjelaskan kebanyakan operasi wajah berhasil, sementara operasi lain membuat kulit pasiennya terlihat terlalu kencang, dan sebab mengapa operasi pembesaran payudara membuat payudara pasien terlihat kendur, sementara yang lain tidak. Ini juga bisa menjelaskan mengapa sejumlah orang memiliki kulit yang kendur dan melar di tempat bekas lemak setelah operasi sedot lemak

Beberapa faktor yang mempengaruhi elastisitas kulit:

- jenis kolagen dan serat elastin dalam kulit anda

- Nutrisi

- Sinar matahari

- Kerusakan kulit

- Usia

Semakin kulit tidak elastis, semakin sulit adaptasinya dalam merespon prosedur bedah kosmetik. Ketiga, ada pertimbangan lain seperti struktur tulang. Jelas, tidak semua orang memiliki tulang wajah dan garis rahang seperti Angelina Jolie, tapi saya rasa banyak orang yang mulai percaya bahwa face-lift atau prosedur lain seperti implan pipi akan membuatnya mirip dengan Angelina. Mereka disadarkan secara kasar saat mereka mendapat hasil wajah yang mengerikan dan terlihat lebih buruk dari wajah cantik asli yang sudah mereka miliki. Tambahi itu semua dengan persepsi tidak masuk akal tentang arti kecantikan (body dysmorphic disorders dll.) dan anda pasti akan mendapat hasil yang gila. Jadi sekarang anda tahu mengapa operasi plastik bisa berakhir sangat buruk.

Tapi tunggu! Saya masih belum menjawab bagian kedua pertanyaan anda. Mengapa orang jijik dengan operasi plastik? Jika anda belum menangkap maksud referensi di awal jawaban ini, salah satu teori yang mungkin bisa menjelaskan reaksi ini adalah the Uncanny Valley Effect. Efek ini adalah ‘sisipan’ dalam respon emosional yang ditunjukkan manusia saat menemui entitas yang mirip manusia, tapi tidak terlalu. Awalnya efek ini dijelaskan oleh ahli robot Jepang Masahiro Mori untuk menjelaskan mengapa robot yang mirip manusia terlihat imut, namun selanjutnya akan menakuti orang-orang. Ini juga digunakan untuk menjelaskan mengapa kita menganggap boneka dan zombie menyeramkan, dan sekarang, mungkin juga operasi plastik.


Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang