Mengapa orang-orang dengan gangguan bipolar memiliki harapan hidup lebih pendek dibandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai gangguan bipolar ?

Dilihat 687 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Gangguan bipolar memiliki salah satu morbiditas dan mortalitas tertinggi di antara gangguan - gangguan psikiatrik lainnya. Faktor terbesarnya adalag resiko kematian karena bunuh diri yang meningkat pada orang - orang yang menderita penyakit yang serius dan kronis ini. Tingkat mortalitas yang disebabkan karena bunuh diri tersebtu menurunkan harapan hidup kelompok orang dengan gangguan bipolar.


Lebih banyak kejadian bunuh diri yang terjadi pada orang - orang yang mengidap gangguan bipolar dibandingkan dengan, misalnya depresi mayor untuk alasan yang kontra-intuitif. Individu - individu yang mengalami depresi mayor yang kronis mengalami kerusakan fungsi kognitif yang signifikan yang membuat mereka memiliki kemungkinan yang lebih kecil dalam merencanakan dan melakukan bunuh diri dengan berhasil. Motivasi dan rasa ketertarikan mereka juga sangat kurang, termasuk terkait dengan mengakhiri penderitaan mereka.


Ketika bunuh diri terjadi pada seseorang yang sangat depresi, hal tersebut biasanya terjadi ketika seseorang sudah mulai bangkit dari depresinya. Ketika seseorang sudah memiliki ketajaman mental dan motivasi yang lebih baik secara signifikan dan pengalaman dari mengalahkan rasa sedih dan tidak berdaya masih sangat dekat dengan kesadaran mereka, bahaya dari kematian karena bunuh diri menjadi sangat tinggi. Individu - individu yang menderita gangguan bipolar klasik lebih sering menemukan dirinya berada pada skenario di atas dibanding mereka yang mengalami depresi unipolar atau bipolar 2 karena faktor siklus antara fase manik dan keadaan depresi.


Yang terakhir, banyak dari orang - orang yang menderita gangguan bipolar memiliki hubungan ketergantugan terhadap fase manik. Sebagian orang yang menderita gangguan bipolar meratapi tidak adanya fase manik dan menyesuaikan suasana hati mereka sehingga menyerupai fase manik dengan gejala fisik. Bukan yang yang tidak umum bahwa orang - orang yang mengalami tingkat ketidaknyamanan seperti itu pada akhirnya memilih melakukan bunuh diri untuk mengakhiri rasa sakitnya.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang