Mengapa orang-orang kulit putih yang cerdas cenderung lebih tidak menyukai "clubbing (dugem)" daripada orang-orang cerdas ?

Dilihat 2,55 rb • Ditanyakan sekitar 3 tahun lalu
1 Jawaban 1

Serius, sangatlah sulit menjawab sebuah pertanyaan subyektif seperti ini dengan sebuah jawaban empiris(jika ada), tetapi saya mempunyai banyak teman dan satu orang teman wanita Amerika kulit putih yang sangat akrab dengan saya, jadi saya akan mencoba menjawabnya.

  1. Kebanyakan klub malam memainkan musik disko - Banyak yang tidak menyukai musik disko (terutama pria), dan akhirnya banyak yang tidak suka datang ke tempat tersebut, dimana tempat itu hanya memainkan satu jenis musik saja.
  2. Tingkat keamanan - Banyak yang saya temui sering terlihat sedikit "tidak nyaman" ketika mereka berada di posisi minoritas . Mungkin ada perasaan bahwa keselamatan pribadi mereka menjadi "terancam" karena menjadi salah satu dari sedikit dalam sebuah lingkungan dimana alkohol sedang disajikan. Mungkin juga ada momok yang tidak terucap dari kata-kata rasisme dalam pola pikir mereka.  Mungkin mereka merasa dapat terkena penghinaan secara rasis atau konfrontasi/pertengkaran fisik jika mereka pergi ke klub terutama oleh pelanggan yang bukan kulit putih.
  3. Rasisme - Salah satu unsur yang tidak terucap di dalam hubungan sosial adalah bahwa sebagian besar kelompok tetap tinggal dalam "kelompok" mereka sendiri. Di sebagian besar wilayah, orang yang sehari-harinya bergaul dengan mereka yang bukan dari kelompoknya atau orang yang perhatian terhadap kelompok rasis dipandang dengan penuh kecurigaan oleh yang lainnya. Meskipun kondisi ini perlahan-lahan berubah (bahkan telah berubah sejak saya muda), seseorang yang sering pergi ke tempat dimana minoritas bergaul dipandang sebagai orang yang sangat buruk oleh yang lainnya. 
  4. Hubungan antar perseorangan -  Banyak yang tidak mau berkencan / berpasangan / menikah dengan kelompok rasis. Saya dapat katakan itu, semenjak pergi ke klub merupakan bagian dari pertemuan yang potensial untuk hubungan asmara yang sesaat (atau bahkan bisa untuk hubungan jangka panjang). Jika anda tidak mau berkencan dengan kelompok rasis , anda akan didekati oleh pihak yang berkepentingan, dan anda akan menemukan pengalaman clubbing (dugem) anda.....berkurangnya segala hormat. Anda pastinya akan menemukan ketidak-nyamanan yang akan dengan cepat diketahui oleh orang-orang di klub dan anda akan sedikit di asingkan. Tidak banyak orang yang ingin kembali ke situasi dimana hal yang sama pernah terjadi sebelumnya. 
  5. Tingkat kejahatan -  Sayang sekali, banyak klub malam menjadi tempat konfrontasi/pertengkaran (karena alkohol atau kebodohan) dan yang menyedihkan ada beberapa kejadian terjadinya aksi penusukan, penembakan dan pembunuhan. Pikiran bahwa anda berpotensi menjadi korban selanjutnya dari tindak kekerasan atau harus menyaksikan tindak kekerasan mungkin akan membuat takut banyak pelanggan yang potensial.
  6. Kurangnya pengetahuan mengenai lokasi klub - Anehnya banyak orang yang tidak tahu mengenai banyak hal di kota tempat mereka telah tinggal bertahun-tahun (dalam beberapa kasus - selama hidup mereka).  Saya saat ini bekerja dekat sebuah klub di wilayah distrik dan saya memiliki sebuah pengetahuan yang lebih baik dari wilayah tersebut (saya akui saya telah tinggal di sekitar sini kira-kira 4,5 tahun sendiri) tetapi banyak teman kerja saya mempunyai pengetahuan yang sangat terbatas tentang wilayah ini dimana mereka merasa tidak mempunyai sebuah kepentingan untuk dipelajari. Ini berarti akan sulit bagi mereka untuk menemukan lokasi klub-klub malam, kecuali mereka diberi arahan atau pergi dengan seorang teman yang secara rutin mengunjungi tempat tersebut

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang