Mengapa para dokter menjentikkan jarum suntik sebelum memberikan injeksi?

Dilihat 255 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Jawaban Viola sedikit melenceng, milik Sarah tepat sekali. Saat mengambil suatu obat atau bahan injeksi lainnya dari reservoir (botol obat, kantung IV, apapun itu), udara nyaris SELALU masuk ke alat suntik. Ini biasanya akibat udara di reservoir tempat anda mengambil obat ATAU udara luar yang masuk melalui perangkat kunci-Luer dari jarum ke alat suntik (meski rapat, tapi tidak kedap udara). Sebagaimana yang ditunjukkan Sarah, gelembung-gelembung udara di dalam alat suntik menyebabkan inkonsistensi dengan dosis. Pertimbangan yang lebih minor adalah menginjeksi udara. (Sedikit udara, baik diinjeksikan secara subkutan atau intravena, relatif jinak. Lebih jauh lagi, penggunaan jarum hipodermik untuk menginjeksi secara intravena sangatlah terbatas dalam pengobatan modern, karena jalur intravena melayani tujuan ini lebih baik. Akhirnya, emboli udara vaskuler dan kunci udara ventrikular yang benar membutuhkan jumlah udara intravaskuler yang cukup signifikan [ini tergantung, tentu saja, massa pasiennya]).

Menjentikkan jarum suntik yang mengarah ke atas membuat gelembung di dalam alat suntik naik ke atas, yang kemudian dikeluarkan dengan menekan alat suntik itu. Konfirmasi visual dari hal ini bisa dilihat dari sesuatu yang keluar dari jarumnya. Voila! (Poin yang lebih halus adalah mengapa kita mesti melakukan ini. Dalam kebanyakan situasi, injeksi dilakukan dengan jarum [kunci-Luer] mengarah ke bawah. Dalam orientasi ini, udara bergerak cepat ke atas tabung injeksi--ke ujung dari penekan--dan selama anda memperhitungkan ruang mati ini saat menentukan dosis injeksi anda, sepertinya anda tak mungkin memasukkan udara ke dalam tubuh pasien selagi secara simultan memberikan dosis yang tepat. Ahli anestesi mengetahui hal ini lebih baik daripada siapapun. :)  

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang