Mengapa perang salib belum dilakukan kepada ISIS?

Dilihat 952 • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada sejumlah alasan, yakni :

  1. Belum pernah ada fanatisme agama di Kekristenan sampai tingkatan itu sejak perang salib di tahun 1095. Juga tidak ada sedikitpun kesepakatan di tingkatan itu pada kepemimpinan Kristen seperti saat dimana gereja-gereja Orthodox Timur tidak mematuhi petunjuk Paus. Jika tiba-tiba saja Paus Francis kehilangan akal sehatnya dan mengumandangkan perang salib terhadap ISIS, ia akan ditertawakan dan dihapus kepausannya oleh Vatikan.
  2. Bahkan jika anda mengesampingkan segala hal yang anda yakini dan berasumsi bahwa Kristen akan melakukan perang salib terhadap ISIS, tahukah anda atas konsekuensi dari keputusan itu? Pada saat perang salib dahulu dimulai, Islam dalam kondisi lemah dan terpecah belah. Kesuksesan dari perang salib pertama, dan disusul kematian umat Muslim dalam jumlah yang sangat besar, itu justru akhirnya mempersatukan Islam. Saladin mengambil alih kembali Jerusalem karena ia mampu menyatukan sebagian besar dunia Islam di tangannya. 

Coba pikirkan apa yang akan terjadi jika hal itu terulang kembali, dengan Kristen melancarkan "perang suci" kepada Muslim, bahkan sekejam ISIS sekalipun? Perang salib tetap diingat dalam budaya Islam. Mereka akan bersatu untuk melindungi sesamanya. Islam terpecah menjadi banyak golongan yang berbeda-beda; dan tidak bersatu seperti di masa-masa awal Kekhalifahan (saat itu hanya si jenius militer Charles Martel yang menghentikannya setelah ekspansinya selama 121 tahun) dan di era Saladin (cukup diperlambat oleh Richard the Lionheart pada perang salib ketiga, dan kemudian ia meninggal).

Jika anda mengajak adanya perang salib lagi melawan Islam, anda akan menyatukan mereka kembali dalam sebuah perang suci....dan perlukah saya ingatkan pada anda bahwa Republik Pakistan adalah negara nuklir?

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang