Mengapa pernikahan dua orang dengan golongan darah yang sama beresiko?

Dilihat 848 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Menikahi pria atau perempuan dengan golongan darah yang sama tidak pernah menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah 'Eritroblastosis fetalis'. 


Ada dua penyebab utama eritroblastosis fetalis: ketidakcocokan Rh dan ABO inkompatibilitas. Keduanya terkait dengan golongan darah. Oleh karena itu pernikahan dua orang yang memiliki golongan darah yang sama tidaklah berisiko. 


Ada empat jenis darah: A, B, AB, dan O. Dan darah dapat berupa Rh positif atau Rh negatif. Jika seseorang adalah tipe darah A dan Rh positif, ia memiliki antigen A dan faktor antigen Rh pada permukaan membran sel darah merah. Jika seseorang memiliki darah AB negatif, ia memiliki kedua antigen A dan B tanpa antigen faktor Rh. Ketidakcocokan Rh terjadi ketika seorang ibu Rh-negatif menikah dengan ayah Rh-positif. 


golongan darah


Saat si ibu hamil maka bayinya akan menjadi Rh-positif. 


Dalam kasus seperti ini, janin akan dianggap sebagai ‘benda asing’, layaknya virus atau bakteri yang sedang menyerang. Sel darah ibu pun dapat menyerang janin sebagai mekanisme perlindungan yang dapat berdampak buruk pada janin yang dikandungnya. 


Keadaan inilah yang dapat menimbulkan anti rhesus atau penghancuran sel darah merah (hemolitik). Dalam kondisi yang paling parah, keadaan kelainan darah ini dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan. Dan apabila janin selamat dan lahir maka dia akan menderika pembengkakan hati, anemia, kuning (jaundice), serta gagal jantung.


Jika sang ibu tersebut mengandung bayi pertamanya, maka ketidakcocokan Rh ini tidak terlalu berbahaya. Karena kemungkinan terjadinya anti rhesus cukup kecil, ataupun jika terbentuk jumlahnya pun tidaklah terlalu banyak. Sehingga janin dapat lahir dengan selamat. 


Namun pembentukan anti rhesus yang sesungguhnya terjadi setelah proses bersalin. Tubuh si ibu akan memproduksi antibodi terhadap faktor Rh tersebut, sehingga di saat kehamilan kedua akan menyerang sel-sel darah dari janin yang dikandungnya, yang juga memiliki jenis darah Rh-positif.


cek golongan darah


Golongan Darah Rh Positif dan Rh Negatif


Dua orang yang memiliki golongan darah yang sama tidaklah memiliki risiko untuk menikah, yang menjadi risiko adalah pernikahan dengan seseorang yang masih memiliki kerterkaitan hubungan darah yang dekat serta jenis Rh darah yang berbeda. 


Oleh karena itu penting bagi calon pasangan untuk mengetahui rhesus darahnya masing-masing. Hal yang membedakan antara Rh positif dengan Rh negatif adalah ada atau tidaknya antigen (karbohidrat dan protein) dalam sel darah. Rh positif apabila di dalam darah terkandung antigen. Dan sebaliknya, jika dalam darah tidak ada antigen maka disebut dengan Rh negatif. Oleh karena itu menikah beda jenis rhesus darah akan berbahaya bagi janin yang nanti akan dikandung si ibu. 


Namun, secara umum orang Indonesia darahnya termasuk Rh positif. Hanya sedikit orang di dunia ini yang memiliki darah Rh negatif, sehingga saat membutuhkan donor akan cukup sulit. Orang yang memiliki darah Rh negatif biasanya mereka yang keturunan Kaukasian atau orang kulit putih.


Sebagaimana yang telah dibahas di atas, bahwa perbedaan antara Rh positif dengan Rh negatif inilah yang menyebakan terjadinya kelainan darah yang disebut dengan eritroblastosis fetalis


Sebuah kelainan yang sangat mengancam keberadaan janin dalam kandungan atau bayi yang baru saja dilahirkan. Kelainan ini disebabkan karena dalam tubuh sang ibu terjadi isomunisasi, proses pembentukan antibodi terhadap antigen dari individu lain yang berbeda, dan antibodi yang terbentuk akan menyerang sel darah merah dari janin yang dikandungnya tersebut. 


Proses ini terjadi karena adanya perbedaan jenis Rh antara ibu dengan janin yang dikandungnya. Perbedaan ini muncul akibat dari Rh ayah berbeda dengan Rh ibu. Oleh karena itu, sebaiknya Anda dengan pasangan Anda memeriksakan dulu hal ini sebelum menikah atau ketika sang ibu sedang hamil. 


Apabila diketahui ada perbedaan Rh, biasanya dokter akan memberikan anti-Rhogama globulin (RhoGAM) atau Rh Immunuglobulin supaya tidak terjadi pembentukan zat antirhesus. Obat ini biasanya disuntikkan pada kehamilan usia 28 minggu dan ketika persalinan, biasanya 72 jam setelah proses persalinan selesai. 


Dan akan diberikan lagi setelah melewati masa 12 minggu supaya kehamilan selanjutnya tidak ada masalah. Karena salah satu tujuan dari sebuah pernikahan adalah memiliki keturunan yang sehat, cerdas, dan bahagia, maka pemeriksaan golongan darah dan jenis Rh darah adalah hal yang cukup penting.


hasil lab golongan darah



Pernikahan Beda Golongan Darah


Saat dua orang yang memiliki golongan darah yang sama ingin menikah maka keduanya tidak perlu khawatir tentang risiko penyakit karena golongan darah yang sama. Karena hal ini tidaklah ada. Risiko pernikahan terkait golongan darah adalah pernikahan yang terjadi pada dua orang yang masih memiliki hubungan darah yang dekat, juga jenis Rh darah yang berbeda antara kedua mempelai.


Sebagaimana telah disebutkan bahwa kelainan darah yang dapat terjadi akibat beda Rh adalah eritroblastosis fetalis, sedangkan untuk risiko pernikahan dengan hubungan kekerabatan yang depat adalah sebesar 1.7-2.8% anak keturunannya akan menderita kelainan genetik. Hal ini disebabkan oleh adanya hubungan genetik yang hampir sama sehingga kelemahan atau “sifat buruk” dari garis genetik tersebut akan menguat. Oleh karena itu, pernikahan yang terbaik untuk menghindari risiko kelainan apapun terkait golongan darah dan rhesus faktor adalah pernikahan dengan golongan darah yang berbeda tapi rhesus faktor yang sama.


Pemeriksaan golongan darah dan rhesus faktor sebelum menikah adalah sama pentingnya dengan pemeriksaan garis keturunan antara kedua mempelai. Sehingga di kemudian hari tidak menimbulkan risiko kelainan darah ataupun genetik pada anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut. Dan salah satu rahasia pernikahan bahagia adalah anak-anak yang sehat dan bahagia.


kemungkinan keturunan golongan darah



Penyakit dan Golongan Darah


Penyakit selain eritroblastosis fetalis yang biasanya dialami oleh orang-orang dengan golongan darah tertentu agak berbeda antara satu golongan dengan golongan yang lainnya. Namun, meskipun begitu lantas hal ini tidak membenarkan pendapat yang mengatakan bahwa pernikahan tidak perlu lagi dalam masyarakat modern. Karena dengan pernikahan akan membedakan antara manusia dengan binatang.


Beberapa penyakit tersebut antara lain:


  • Golongan darah A: Penyakit yang sering diderita oleh mereka yang punya golongan darah A yaitu serangan jantung, gangguan saluran darah, kanker, obesitas atau kegemukan, mudah marah.
  • Golongan darah B: Penyakit pada mereka yang golongan darahnya B antara lain kerusakan sistem syaraf, sudah tidur, sakit kelapa atau migran, penyakit pada hati, gangguan saluran empedu, gangguan ketika haid, sakit pada tulang belakang, serangan jantung, obesitas.
  • Golongan darah AB: Orang yang memiliki golongan darah ini biasanya akan mengalami kanker, jantung, anemia, depresi, masalah pada sistem syaraf, komplikasi hati dan empedu, Parkinson, Alzheimer.
  • Golongan darah O: Orang yang memiliki golongan darah O biasanya akan mengalami penyakit seperti kencing manis, gangguan pencernaan dan usus, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang, sakit tulang belakang, obesitas, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, asam urat, kanker, gout, serangan jantung, dan penyumbatan arteri.

Semoga ulasan singkat ini memuaskan pertanyaan Anda dan bermanfaat.


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang