Mengapa Raja Ganesha ada di mata uang Indonesia?

Dilihat 5,24 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Gambar Ganesha muncul di mata uang 20 ribu Rupiah Indonesia. Ini cukup membuat banyak diantara kita bertanya-tanya, apa hubungan gambar tersebut dengan mata uang Indonesia? Apakah ada kaitannya dengan dewa-dewa Hindu? Apa yang tidak kita ketahui dalam hal ini?


Disini saya akan membahasnya dengan detil mengenai alasan mengapa gambar Ganesha ada dalam gambar mata uang Indonesia. Mari kita simak bersama:


Ganesha disembah sebagai dewa pendidikan yang sesuai dengan tema utama gambar mata uang itu, yaitu pendidikan. Jika anda melihat pada bagian belakang mata uang tersebut, anda akan melihat gambar dari aktivitas ruang kelas yang khas di Indonesia dan di bagian depannya terdapat sebuah gambar Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia.


Penggunaan Dewa Hindu dan simbol-simbol itu umum terjadi di Indonesia seperti pada abad permulaan, dimana saat itu kepulauan Indonesia sangat dipengaruhi oleh Agama Hindu. Tentu masih banyak lagi pengaruh dari Agama Hindu selain pada gambar mata uang. Ingin tahu lebih banyak tentang pengaruh dari Agama Hindu di Indonesia ? Yu.... kita simak artikel berikut!



Alasan Raja Ganesha Muncul di Uang Indonesia



  • Agama Hindu di Indonesia

Banyak dari kita yang telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, akan tetapi tapi banyak dari kita yang tidak tahu bahwa populasi Hindu keempat terbesar di dunia adalah Indonesia. Negara Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah umat hindu tertinggi di luar benua India (setelah  Nepal dan Bangladesh)


  • Patung Bhagavad Gita di Bangkok 

Dengan mengetahui popularitas Mahabharata dan Bhagavad Gita, sebuah patung Krishnopadesam didirikan di Jakarta, Arjuna dan Krishna yang menaiki kereta. Ketika Presiden Suharto membuka patung tersebut, beliau menghimbau masyarakat untuk mengikuti ajaran utama Bhagavad Gita: Bekerja tanpa mengharapkan manfaat apapun (tanpa pamrih).


  • Sukarno = su + Karna pemimpin besar Indonesia

Soekarno memiliki nama seperti karakter terkenal Mahabharata, Karnan. Ayah Sorkarno sangat tertarik dengan karakter Karnan. Namun Karnan didukung dari pihak yang salah dalam perang besar, sehingga ayah Sukarno  menamai anaknya sebagai Su (baik) Karna. Putri Soekarno juga diberi sebuah nama sansekerta yaitu Megawati Soekarno Putri.


  • Ramayana, drama tari Mahabharata dan pertunjukan wayang: 

Ramayana dan tari Mahabharata serta pertunjukan wayang sepanjang tahun dipentaskan di Indonesia dalam pentas wayang kulit paupun wayang orang  Kita bahkan tidak dapat menemukan pertunjukan ini  di India, di negeri Ramayana itu sendiri.  Hanuman bahkan menjadi lambang/maskot militer! 




  • Dewa Ganesha pada gambar mata uang Indonesia

Gambar Dewa Ganesha ada pada uang 20.000 ribu rupiah mata uang di Indonesia. Ganesha dipuja di India bahkan sebelum Ganesha datang ke India selatan. Penduduk Tamil memiliki patung Ganesha dari abad ke 6 Masehi. Namun  Indonesia memiliki patung Ganesha dari abad ke 1 Masehi, yang ditemukan di Pulau Panaitan. Dewa Ganesha melakukan perjalanan lebih cepat melalui laut dari pada daratan dengan Mushika Vahana miliknya (seekor tikus). Dewa Ganesha digambarkan sebagai Butha Ganathipathi dengan tengkorak, Pulau jawa juga dikenal dengan pulau Ganapathya, negara dimana Ganesha disembah.


  • Perangko Ramayana dan Mahabrata:

Indonesia telah banyak mengeluarkan perangko dengan gambar Ramayana dan Mahabharata. Semua karakter tersebut dikenal orang-orang Indonesia,  baik Muslim atau Hindu. Namun  gambar ini berubah sangat cepat karena budaya modern dan propaganda ekstrim.


  • Terjemahan Ramayana bahkan sebelum Kamban:

Ramayana diterjemahkan ke bahasa Kawi dari Bahasa Jawa bahkan sebelum Kamban,  terjemahan Tamil paling populer yang dikenal sebagai Kamba Ramayanam (1.200 Masehi). Kakawin Ramayana pada Bahasa Jawa kuno diterjemahkan menjadi 1.200 ayat pada  870 Masehi pada masa Kerajaan Medang. Ada lebih dari 200 penelitian yang bekerja pada Kakawin Ramayana. Bahkan penghargaan dengan nama RAMA diberikan. 


  • Kepulauan Bali: 

Pulau Bali memiliki penduduk Hindu terbesar di Indonesia. Ada lebih dari 4.600 kuil Hindu. Tetapi Bali mengikuti beberapa adat aneh dan kuno yang tidak diketahui di India! Saraswathy Puja / Vijaya Dasami menjadi hari libur nasional di sini. Kuil-kuil dengan 11 menara bertingkat dari Dewa Siwa,  Kuil Brahma bertingkat 9 dan  Kuil Wisnu bertingkat 7. Batara Guru, bentuk dari Dewa Siwa adalah khas Tuhan Hindu di Indonesia. 


  • Garuda Airlines dan Bank Kubera:

Maskapai penerbangan resmi negara dinamai dengan Vahana milik Dewa Wisnu yaitu Garuda (Elang) dan Bank Nasional dinamai Dewa Hindu yaitu kekayaan Kubera. Sungai Serayu di Jawa dinamai Sungai Serayu Ayodhya. Raja-raja Jawa menyandang jabatan dalam Bahasa Sansekerta dengan gelar Bupati, Arya dan Adyaksha.


  • Bahasa Indonesia:

Naskah Brahmi adalah naskah bagi semua bahasa di Asia. Kata Bahasa Sansekerta ditemukan di mana-mana. Sumeru,  Brahmo,  Kaliya mardhan, Tharmasagara dll. Bahasa Indonesia adalah Bahasa = Bhasha = Bahasa dalam Sansekerta. Ribuan nama-nama Tamil dan Bahasa Sansekerta yang ditemukan di Indonesia,  banyak bentuk dari mereka yang rusak karena jarak dalam ruang dan waktu. Kawi adalah puisi di Indonesia. Kawi berarti penyair dalam Bahasa Sansekerta. 


  • Pallankuzi (Mandala, Congklak):

Seluruh dunia setuju bahwa dewan permainan termaksud Chess berasal dari India (Museum British di London memiliki papan display). Tapi Pallangkuzi = papan kayu dengan 14 atau 12 lubang bermain dengan biji atau kulit kerang ditemukan di Afrika dan Indonesia. Itu disebut Mancala di Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa orang Tamil membawa papan permainan mereka kemana pun mereka pergi. Permainan dikenal sebagai Congklak di Indonesia. Orang-orang Hindu Indonesia mengambil budidaya padi, Bahasa Sansekerta dan Pallangkuzi ke Madagaskar dan tempat-tempat lain.


  • Patung Agastya 

Agastya yang namanya kita temukan dalam Rig Veda, terkait dengan Bahasa Tamil dari awal. Dia adalah orang yang mendirikan jalur darat ke Selatan India dengan menyebrangi Vindhyas dan dia adalah orang pertama yang melakukan perjalanan menyebrang lautan untuk migrasi. Jadi Patung Agastya digali di beberapa tempat di Asia Tenggara. Beberapa berada di Museum Indonesia. Sebuah berhala Agastya dengan ketinggian dua meter juga ditemukan. Singasari dan Yeh-Pulu adalah dua tempat yang memberikan kami banyak patung dan berhala Hindu.  

 

  • Prasasti Mulavarman di Hutan:
                                 
  • Komunitas bisnis India:

Pada abad ke sembilan prasasti di Jawa Tengah tercatat semua masyarakat yang sering mengunjungi pulau diantaranya: Kalinga, Arya, Sinhala, Pandiyas, Keralites, Dravida, Cham, dan Khmer. 


  • Candi Borobudur

Candi Borobudur Budha dianggap sebagai salah satu dari 100 Keajaiban Dunia. Candi ini dalam bentuk Sri Chakra. Candi ini tersebar pada sepuluh kilometer. Raja Wisnu Hindu (775 Masehi) mulai mengerjakan Candi ini. Tapi itu dihentikan setelah kematiannya pada 785 Masehi. Raja lainnya yaitu Dinasti Raja Sailendra membuatnya sebagai kuil Budha pada abad ke 11 Masehi. Terdapat adegan dari Dasawatara,  Ramayana,  Mahabharata yang terpahat disini. Dikatakan bahwa ada satu juta patung di dalam monumen. Semua Dewa Hindu ditemukan di dalamnya. Banyak materi yang tersedia pada website tentang keajaiban ini. Struktur dimensi,  konsep raksasa dan dekorasi mewah yang membuatnya menjadi salah satu monumen yang paling terkenal di dunia. 


  • Kalidasa,  Manimegalai,  referensi Ramayana: 

Pulau-pulau Indonesia, khususnya Jawa dan Sumatera, diketahui India sejak jaman dahulu. Ramayana, sebuah karya milik Kalidasa dan Epik Tamil Menimegalai menyebut pulau ini sebagai Yava Dwipa = Pulau Barley dan Suvarna Dwipa = Pulau Emas. Mereka terkenal akan rempah-rempahnya dan Belanda memberi nama pulau-pulau ini sebagai Hindia Timur.


  • Mathura, Kaliyamardhana:

Kita melihat banyak nama-nama Dewa Krishna seperti Mathura, Kalya Mardhan (Kalimantan). Pulau Kalimantan dinamai Varuna. Baruna = Borneo = Pulau Varunasya. Omkara (Aum) digunakan dalam upacara penobatan. Pranama (Aum) dalah Bahasa Jawa. 


  • Keajaiban-keajaiban di Museum Jakarta:

Patung Ganesha, Agastya, Wisnu, Siwa dan prasasti sansekerta lainnya disimpan di Museum Jakarta. Banyak patung diambil oleh orang asing dan bisa terlihat diseluruh dunia di Museum dan koleksi pribadi. Museum Victoria dan Museum Albert di London memiliki patung Agastya.

 

  • Kejaiban Candi Gunung Berapi :

Gunung Agung adalah sebuah gunung setinggi 10.300 kaki di Bali. Ada sebuah gunung berapi aktif. Yang terkenal dengan Candi Dewi Pura Besakih (Vaisaki Devi), terletak pada 3.000 kaki di lereng gunung berapi. Gunung berapi itu meletus pada tahun 1964 mengirimkan puing-puing besar ke langit. Meskipun lava meluap selama beberapa minggu, kejadian itu menghilangkan beberapa bagian halaman candi. Bali percaya ini adalah sebuah keajaiban dari Dewi.  Mereka menyebutnya Gunung Meru. Diatas gunung ada sebuah Candi Siwa. Meskipun terjadi ledakan besar pada tahun 1980, candi ini masih utuh. Setiap seratus tahun Eka Dasa Rudra Makha Yagna dilakukan disini. Sebuah kawah dengan diameter 10 mil terbentuk pada letusan tahun 1926.


  • Arti dari Indonesia

Nama negara ini berarti Tanah Indus (Negara Hindu)


  • 21.500 tahun Kerajaan Hindu:

Hindu dijadikan sebagai kebudayaan kerajaan di Jawa 2.000 tahun yang lalu. Kemudian masyarakat memegang beberapa kekuatan politik selama periode Sailendra dan Kerajaan Majapahit. Mereka memiliki raja sendiri. Mulawarman dari abad keempat Masehi adalah salah satu raja yang terkenal. Prasasti Sansekertanya ditemukan di daerah hutan tropis lebat di Pulau Kalimantan. Karena tertulis dalam Pallava grantha, diluar dugaan ini ada kaitannya dengan India Selatan. Raja Airlangga dari abad ke 11 adalah raja yang terkenal lainnya yang menerjemahkan banyak Bahasa Sansekerta.

 

  • Prambanan - Candi Hindu terbesar

Borobudur adalah Candi Budha terbesar dan Candi Prambanan Siwa adalah Candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi Prambanan memiliki menara setinggi 140 kaki dan tiga koridor. Fa Hien (337-422 Masehi), seorang wisatawan Cina pada ke empat abad menyebutkan bahwa ada banyak Candi Siwa di Jawa. Seorang wisatawan dari abad pertama Masehi menyebutnya Candi Prambanan. Candi dibangun kembali pada 850 Masehi. Tapi apakah itu Candi Hindu atau Budha,  yang semuanya berkaitan dengan Dewa Hindu, Brahma, Wisnu, Siwa, Dewi Chandi dan Ganesha terlihat dimana-mana.


  • Sabung Ayam:

Sabung ayam adalah olahraga kuno yang disebutkan dalam literatur sangam Tamil dan Drama Bahasa Sansekerta. Hindu di Bali menggunakan sabung ayam dengan cara yang aneh. Mereka melakukannya sebagai praktek keagamaan untuk meluapkan kejahatan kepada orang-orang. 


  • Patung Bima dan Gatotkaca:

Pemimpin BJP, LK Advani diundang untuk menghadiri Konferensi Orang Sindhi Dunia di Indonesia. Ketika ia dibawa dengan mobil dari Denpasar, Ibukota Bali, ia melihat patung besar Gatotkaca dan ayahnya Bima (Salah satu dari lima Pandawa bersaudara). Shri LK Advani telah menulis tentang kunjungannya di blognya.


  • Bali Yatra:

Orang-orang dari Pantai Timur India pergi ke pulau Jawa dan Sumatera untuk bisnis dua ribu tahun yang lalu. Bahkan sampai saat ini Bali Yatra dilakukan secara simbolis dari Pelabuhan Paradeep di Odisha ke pulau-pulau Bali di Indonesia. Paradeep mungkin adalah Para Dweepa = pelabuhan untuk kepulauan luar dan Bali = dinamai raja Bali yang dikirim ke Patala = Pulau di bawah India,  dengan Dewa Wisnu dalam bukunya Wamana Avatar. Jika benar ini terjadi sebelum 1.500 SM. Vaman Avatar bahkan disebut dalam Rig Veda. Perdagangan Dinasti Palapa ini dengan pulau-pulau Indonesia disebut dalam Buku Sejarah Bahasa Melayu.


  • Karaikal Ammaiyar:

Awal Ibu Karaikal Tamil Suci (Ammaiyar) dikenal dan dipuja di seluruh Asia. Patung dan berhala Karaikal Ammaiyar ditemukan di Indonesia juga. 


  • Musik dan instrumen instrumen:

Alat musik Indonesia dan lagu/ragasnya sangat dekat dengan musik klasik India. Banyak lingkup untuk penelitian menanti para ahli musik. 


  • Balaputra Deva dari Indonesia didirikan sebuah biara di Nalanda. Ini menunjukan bahwa umat Budha Mahayana melakukan perjanan ke Universitas Nalanda di Bihar 1.600 tahun yang lalu. 
  • Rekaman sejarah membawa kita ke 73 Masehi, ketika Pangeran Gujarat mendarat di Pulau Jawa. Tara Putri Dharmapala, seorang raja dari Bengal diperkenalkan Orang-orang Budha Mahayana ke pulau sekitar abad ke lima menurut Dr. Stutterheim, seorang arkeolog Belanda.
  • Seorang astronom besar India Aryabhatta (476 Masehi) dihitung siang hari di Yavakoti (di Jawa) saat itu tengah malam di tanah Romawi. Jadi pulau-pulau ini diketahui semua orang-orang India pada abad kelima Masehi.
  • Seorang legenda India bernama Aji Saka mengajarkan orang Jawa tentang sistem menulis mereka dan kronologi,  dan memberi mereka organisasi sosial dan politik pertama mereka. 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang