Mengapa saya bisa menderita demam?

Dilihat 852 • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pertama-tama, aku akan menjawab bagaimana tubuh membentuk demam, kemudian aku akan memberitahumu kenapa.

Demam adalah peningkatan temperatur dalam tubuh. Peningkatan ini disebabkan oleh substansi yang dikenal sebagai pirogen. Ada pirogen endogen (dibuat oleh tubuh) dan pirogen eksogen (dibuat oleh apapun selain tubuh). Pirogen eksogen mendorong pirogen endogen dan tidak menyebabkan demam secara langsung. Hal yang paling umum dan dikenal dalam pirogen eksogen adalah lipopolisakarida (LPS). Merupakan molekul yang ada pada dinding sel bakteria dan merpakan stimulator pirogen endogen yang poten. Inilah alasan kita mendapatkan demam ketika kita mengalami pneumonia yang buruk, atau radang tenggorokan yang buruk. Pirogen endogen tergolong dalam kelas molekul yang diproduksi olh tubuh yang diknal sebagai sitokin. Beberapa sitokin yang menyebabkan demam adalah interleukin-1 alpha (IL-1 alpha), interleukin 6 (IL-6) dan tumor nekrosis faktor alfa (TNF-alpha).

Terutama, pirogen endogen tidak memerlukan pirogen eksogen untuk menstimulasi mereka -- mereka bisa menjadi hasil inflamasi dari beberapa sumber lain dalam tubuh. Inilah kenapa keadaan inflamasi-berat seperti kanker atau penyakit autoimun bisa menyebabkan demam. Sitokin menyebabkan otak memproduksi prostaglandin lebih (tipe molekul lain yang ditemukan dalam banyak sel dalam tubuh). Dalam hipotalamus, bagian otak benar-benar terlibat dalam homeostasis atau regulasi-diri, peningkatan temperatur tubuh, dan metabolisme itu ditingkatkan sebagai hasilnya, menyebabkan demam. Tilenol dan NSAID seperti Advil mencegah produksi prostaglandin, itulah kenapa mereka mengurangi demam. 

Jadi, sekarang kita telah menjawab bagaimana demam terjadi dalam tubuh, tapi, kenapa demam perlu terjadi? Jawabannya itu tidak terlalu jelas, dan tidak dikenal dengan pasti. Kami tahu kalau itu adalah evolusioner secara kuno dan dilestarikn -- kadal membentuk demam, misalnya. Ada dua kemungkinan. Satu, demam itu adaptif dan secara langsung menguntungkan bagi organisme yang menangks infeksi. Kemungkinan lainnya adalah demam itu tidak menguntungan sama sekali dan hanyalah sebuah produk sampingan yang diperluka untuk memudahkan jalur sistem imun untuk melawan infeksi. (Ini disebut gerbang dalam istilah evolusi.) Demam meningkatkan neutrofil (sel darah putih, pertahanan tubuh melawan bakteri) mobilitas, yang bisa menjadi adaptif. Pada tikus yang demamnya ditingkatkan denan lampiran temperatur yang lebih tinggi, tingkat bersihan bakteri lebih tinggi. Hal ini menyarankan demam mungkin adaptif.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang