Mengapa saya mendengar denging yang sangat keras di telinga saya ketika saya sedang dalam meditasi?

Dilihat 321 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1


Telinga berdenging mungkin bagi sebagian orang merupakan hal yang biasa. Misalnya telinga berdenging setelah menonton konser yang sangat keras.  Jika beruntung, denging itu akan hilang dengan sendirinya ketika kita kembali mendengar suara dengan desibel normal. Namun jika telinga berdengung terus berlangsung dalam waktu yang relatif lama terlebih jika disertai dengan rasa sakit, hal ini harus Anda waspadai karena ini berbahaya.

Suara berdenging itu sendiri mempunyai istilah medis yaitu tinitus, namun mungkin saja kurang begitu di kenal. Penyakit telinga berdenging tidak pernah ada, karena tinnitus bukan penyakit, melainkan pertanda adanya masalah atau kerusakan pada sistem pendengaran. Contohnya cedera telinga, masalah pada sistem sirkulasi tubuh, atau kehilangan pendengaran yang muncul seiring bertambahnya usia.


Telinga berdenging adalah sebuah gangguan dimana Anda mendengar suara dengungan dari dalam telinga Anda sendiri. Penderita akan sering mendengar suara yang berdengung, misal suara yang seperti mikrofon rusak, suara desiran ombak, atau suara desisan ular. Sebenarnya suara yang didengar ini tidak ada, hanya penderita saja yang merasa mendengarnya. Dengungan ini terjadi karena rambut getar yang ada di dalam rumah siput tidak bisa berhenti bergetar. Getaran ini kemudian diterima saraf pendengaran dan diteruskan ke otak. Setelah sampai di otak, terdengarlah suara dengung itu.






Penyebab Denging Keras yang Ada di Telinga saat Meditasi


Kebanyakan penderita biasa mendengar dengungan ini hanya ketika suasana meditasi atau sedang sepi. Dalam kondisi seperti ini dia benar-benar menyadari bahwa telinganya sedang bermasalah. Ketika penderita sedang berada di tempat ramai, dengungan ini akan ditelan oleh keramaian di sekitarnya, sehingga penderita tidak begitu peka terhadap ganggunan tinitus ini. Namun, jika tinitus sudah parah, di tempat ramai pun penderita akan mendengar suara dengungan itu.


Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya,bahwa penyakit telinga berdenging tidak pernah ada. Sehingga penyebab tinitus bukan disebabkan keturunan apalagi tertular dari penderita yang mengidapnya. Penyebab telinga berdenging adalah karena telinga bagian dalam mengalami kerusakkan. 


Pada kondisi normal, bunyi yang masuk ke telinga akan dikirim ke otak oleh saraf-saraf pendengaran setelah sebelumnya melalui struktur yang mengandung sel-sel sensitif bunyi. Namun pada penderita tinnitus, koklea tidak lagi mengirimkan sinyal normal ke otak, otak menjadi bingung dan mengeluarkan suara kebisingan sendiri untuk mengatasi kurangnya sinyal suara normal. Itulah yang menyebabkan tinnitus.




Sedangkan Kerusakan telinga bagian dalam yang menjadi penyebab telinga berdenging dapat dipicu beberapa faktor seperti:  Penurunan pendengaran karena pengaruh usia, kotoran pada telinga, penurunan zat besi, efek samping penggunaan obat, kekurangan zat besi,dan paparan suara keras yang terlalu sering pada telinga.



Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang